Cara Goreng Tempe Garit Garing dan Tidak Berminyak, Mudah Dibikin di Rumah

5 days ago 29

Liputan6.com, Jakarta - Tempe garit garing, hidangan tradisional Indonesia, selalu menjadi favorit banyak orang berkat cita rasa gurih dan teksturnya yang khas. Namun, untuk mencapai hasil gorengan yang garing sempurna dan tidak berminyak, diperlukan teknik khusus yang seringkali menjadi tantangan.

Menciptakan tempe garit yang garing di luar namun tetap lembut di dalam, serta bebas dari kelebihan minyak, adalah sebuah seni dalam dunia kuliner. Banyak faktor yang memengaruhi hasil akhir, mulai dari pemilihan bahan baku yang tepat hingga teknik penggorengan yang diterapkan secara cermat. Pemahaman mendalam tentang setiap tahapan proses ini akan membantu Anda menghasilkan hidangan tempe garit yang memuaskan selera keluarga.

Dengan mengikuti panduan yang tepat, siapa pun dapat menyajikan tempe garit yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki tekstur yang ideal. Enam cara goreng tempe garit garing dan tidak berminyak ini akan membimbing Anda langkah demi langkah. Simak ulasan lengkapnya yang dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada, Rabu (28/1/2026).

Pemilihan Tempe dan Persiapan Awal

Kualitas tempe menjadi fondasi utama dalam menghasilkan gorengan tempe garit yang garing dan tidak berminyak. Pemilihan tempe yang tepat akan sangat memengaruhi tekstur akhir hidangan yang Anda sajikan. Tempe yang segar dan padat adalah kunci untuk mendapatkan hasil gorengan yang optimal dan renyah.

Pilihlah tempe yang memiliki tekstur padat dan tidak terlalu lembek saat ditekan. Tempe segar biasanya memiliki aroma khas kedelai yang kuat dan tidak berbau asam. Hindari tempe yang sudah terlihat berair atau memiliki bintik-bintik hitam berlebihan, karena ini menandakan tempe sudah tidak segar dan dapat menghasilkan gorengan yang kurang renyah.

Setelah memilih tempe, langkah selanjutnya adalah persiapan awal yang meliputi pemotongan dan pembumbuan. Potong tempe garit dengan ketebalan seragam, sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter. Ketebalan yang konsisten akan memastikan tempe matang merata dan garing secara keseluruhan saat digoreng.

Bumbui tempe dengan bumbu dasar seperti bawang putih, ketumbar, dan garam yang dihaluskan. Diamkan tempe yang sudah dibumbui selama beberapa menit agar bumbu meresap sempurna. Proses perendaman ini tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga membantu mengurangi kadar air dalam tempe, berkontribusi pada hasil gorengan yang lebih garing.

Penggunaan Adonan Tepung yang Tepat

Adonan tepung memegang peran penting dalam menciptakan lapisan luar tempe garit yang garing. Konsistensi adonan harus diperhatikan agar tidak terlalu kental atau terlalu encer. Adonan yang terlalu kental akan membuat lapisan tepung terlalu tebal dan sulit menjadi garing, sementara adonan terlalu encer tidak akan menempel baik pada tempe.

Untuk adonan ideal, campurkan tepung terigu dengan sedikit tepung beras atau tepung tapioka. Penambahan tepung beras atau tapioka akan memberikan tekstur yang lebih renyah pada lapisan luar tempe. Perbandingan umum digunakan adalah 3:1 antara tepung terigu dan tepung beras/tapioka untuk hasil maksimal.

Tambahkan bumbu halus ke dalam adonan tepung, seperti bawang putih, ketumbar, dan garam, serta sedikit merica bubuk untuk menambah aroma. Aduk rata hingga tidak ada gumpalan. Pastikan adonan memiliki kekentalan yang pas, yaitu cukup untuk melapisi tempe secara tipis dan merata.

Sebelum menggoreng, celupkan potongan tempe ke dalam adonan tepung hingga seluruh permukaannya terlapisi tipis. Angkat tempe dan biarkan sedikit menetes untuk menghilangkan kelebihan adonan. Lapisan tipis ini akan membantu tempe menjadi garing tanpa menyerap terlalu banyak minyak.

Suhu Minyak yang Ideal

Suhu minyak adalah faktor krusial yang menentukan apakah tempe garit akan menjadi garing dan tidak berminyak. Menggoreng dengan suhu minyak yang tidak tepat dapat menghasilkan tempe yang lembek atau terlalu gosong. Minyak harus dipanaskan hingga suhu ideal sebelum tempe dimasukkan.

Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak di wajan dengan api sedang cenderung besar. Pastikan minyak benar-benar panas sebelum tempe dimasukkan. Suhu minyak yang terlalu rendah akan membuat tempe menyerap banyak minyak dan menjadi lembek, sedangkan suhu terlalu tinggi akan membuat tempe cepat gosong di luar namun belum matang di dalam.

Untuk menguji suhu minyak, masukkan sedikit adonan tepung ke dalam wajan. Jika adonan langsung mengapung dan berbuih, berarti minyak sudah siap digunakan. Suhu ideal untuk menggoreng tempe garit adalah sekitar 170-180 derajat Celsius.

Pertahankan suhu minyak agar tetap stabil selama proses penggorengan. Hindari memasukkan terlalu banyak tempe sekaligus ke dalam wajan, karena ini akan menurunkan suhu minyak secara drastis. Menggoreng dalam beberapa tahap akan membantu menjaga suhu minyak tetap konsisten dan menghasilkan tempe yang garing merata.

Teknik Menggoreng yang Benar

Teknik menggoreng yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan tempe garit yang garing dan tidak berminyak. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat menggoreng tempe agar hasilnya maksimal. Menggoreng dengan teknik yang salah dapat membuat tempe menjadi lembek dan berminyak.

  • Goreng dalam Jumlah Sedikit: Masukkan tempe ke dalam minyak panas dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Menggoreng terlalu banyak tempe sekaligus akan menurunkan suhu minyak dan membuat tempe menjadi lembek serta menyerap banyak minyak. Goreng tempe secara bertahap untuk memastikan setiap potongan mendapatkan panas yang cukup.
  • Jangan Sering Dibalik: Setelah tempe masuk ke dalam minyak, biarkan beberapa saat hingga satu sisi berwarna keemasan sebelum dibalik. Terlalu sering membalik tempe akan membuat lapisan tepung mudah lepas dan tempe menjadi kurang garing. Balik tempe hanya sekali atau dua kali hingga kedua sisinya matang sempurna.
  • Goreng hingga Keemasan: Goreng tempe hingga berwarna kuning keemasan dan terlihat garing. Warna keemasan menunjukkan bahwa tempe sudah matang sempurna dan lapisan luarnya sudah renyah. Jangan mengangkat tempe terlalu cepat, karena akan membuat tempe kurang garing dan mudah lembek. Beberapa koki juga menyarankan teknik penggorengan dua kali (double frying) untuk hasil yang lebih garing.

Penirisan Minyak yang Efektif

Setelah tempe garit matang sempurna dan berwarna keemasan, langkah selanjutnya adalah meniriskan minyak dengan efektif. Proses penirisan ini sangat penting untuk memastikan tempe tidak berminyak saat disajikan. Minyak yang berlebihan dapat membuat tempe terasa berat dan kurang nikmat.

Ada beberapa cara untuk meniriskan minyak dari tempe goreng. Pertama, gunakan saringan kawat: Angkat tempe goreng dari wajan menggunakan saringan kawat atau spatula berlubang. Biarkan tempe meneteskan minyak di atas saringan kawat selama beberapa saat. Saringan kawat memungkinkan udara bersirkulasi di sekitar tempe, membantu minyak menetes lebih cepat.

Kedua, alas kertas penyerap minyak: Pindahkan tempe yang sudah ditiriskan sebentar ke atas piring yang dialasi beberapa lembar kertas penyerap minyak atau tisu dapur. Kertas ini akan menyerap sisa-sisa minyak yang masih menempel pada permukaan tempe. Ganti kertas jika sudah terlalu basah dengan minyak.

Ketiga, rak pendingin: Untuk hasil terbaik, letakkan tempe goreng di atas rak pendingin (cooling rack) yang diletakkan di atas loyang atau piring. Rak pendingin memungkinkan udara bersirkulasi di seluruh permukaan tempe, mencegah uap air terperangkap dan membuat tempe lembek, sekaligus membantu minyak menetes sempurna. Hindari menumpuk tempe goreng yang baru matang dalam satu wadah tertutup.

Penyimpanan untuk Menjaga Kegaringan

Setelah tempe garit berhasil digoreng garing dan tidak berminyak, penting untuk mengetahui cara penyimpanannya agar kegaringan tersebut tetap terjaga. Penyimpanan yang tidak tepat dapat membuat tempe menjadi lembek dan kehilangan tekstur renyahnya dalam waktu singkat.

Pertama, biarkan dingin sepenuhnya: Sebelum disimpan, pastikan tempe goreng sudah benar-benar dingin pada suhu ruangan. Menyimpan tempe saat masih panas akan menyebabkan uap air terperangkap dan membuat tempe menjadi lembek. Kedua, gunakan wadah kedap udara: Simpan tempe goreng yang sudah dingin dalam wadah kedap udara. Wadah kedap udara akan melindungi tempe dari kelembaban udara luar yang dapat mengurangi kegaringan. Pastikan wadah tertutup rapat.

Ketiga, tambahkan kertas penyerap minyak: Untuk perlindungan ekstra, Anda bisa meletakkan selembar kertas penyerap minyak di dasar wadah sebelum menata tempe. Kertas ini akan membantu menyerap sisa kelembaban yang mungkin muncul.

Hindari menyimpan tempe goreng di dalam kulkas terlalu lama, karena suhu dingin dan kelembaban kulkas dapat membuat tempe menjadi lembek. Jika ingin menghangatkan kembali, panaskan sebentar di oven atau air fryer untuk mengembalikan kegaringannya.

Tips Tambahan untuk Hasil Maksimal

Untuk memastikan tempe garit selalu garing dan tidak berminyak, diperlukan perhatian pada beberapa detail penting selama proses penggorengan. Penerapan langkah-langkah berikut akan sangat memengaruhi kualitas akhir hidangan.

  • Gunakan minyak goreng yang berkualitas baik dan bersih
  • Hindari penggunaan minyak yang sudah kotor atau terlalu sering dipakai
  • Ganti minyak secara berkala
  • Goreng tempe dengan suhu minyak yang stabil
  • Jangan terburu-buru saat menggoreng
  • Pastikan tempe matang merata sebelum diangkat
  • Diamkan tempe sebentar sebelum diberi bumbu tabur
  • Hindari menaburkan bumbu saat tempe masih sangat panas

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Mengapa tempe garit bisa menjadi berminyak setelah digoreng?

Tempe garit menjadi berminyak karena suhu minyak kurang stabil atau minyak yang digunakan sudah kotor dan terlalu sering dipakai.

2. Jenis minyak apa yang paling baik untuk menggoreng tempe garit?

Minyak goreng berkualitas baik dan bersih, seperti minyak kelapa sawit baru, sangat disarankan untuk menghasilkan tempe yang garing.

3. Apakah suhu minyak berpengaruh pada kerenyahan tempe garit?

Ya, suhu minyak yang stabil membantu tempe matang merata dan menghasilkan tekstur yang renyah tanpa menyerap minyak berlebih.

4. Kapan waktu yang tepat untuk menambahkan bumbu tabur pada tempe garit?

Bumbu tabur sebaiknya ditambahkan saat tempe sudah agak dingin agar bumbu tidak lembap dan kerenyahan tetap terjaga.

5. Bagaimana cara menjaga tempe garit tetap garing lebih lama?

Tiriskan tempe dengan baik setelah digoreng dan hindari menumpuk tempe saat masih panas agar uap air tidak membuatnya lembek.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |