7 Cara Menyimpan Minyak Goreng agar Tidak Cepat Tengik dan Tetap Jernih

2 months ago 141

Liputan6.com, Jakarta - Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang esensial di dapur, namun kualitasnya dapat menurun dengan cepat jika tidak disimpan dengan benar. Penurunan kualitas ini ditandai dengan bau tengik, perubahan warna, dan tekstur yang lebih kental, yang disebabkan oleh proses oksidasi, hidrolisis, dan aktivitas mikroba akibat paparan cahaya, panas, air, dan udara. Minyak yang tengik tidak hanya merusak cita rasa masakan, tetapi juga dapat menghasilkan senyawa berbahaya bagi kesehatan.

Proses oksidasi pada minyak terjadi ketika lemak bereaksi dengan oksigen, menghasilkan senyawa peroksida dan radikal bebas yang merusak struktur minyak. Reaksi ini dipercepat oleh paparan panas, cahaya, dan udara, yang menyebabkan minyak menjadi tengik lebih cepat. Minyak yang sudah tengik biasanya memiliki bau tidak sedap dan rasa asam, serta dapat mengurangi nutrisi dan antioksidan di dalamnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara penyimpanan yang tepat agar minyak goreng tetap segar, higienis, dan aman digunakan dalam jangka waktu lebih lama. Dengan mengikuti pedoman penyimpanan yang benar, Anda dapat menjaga kualitas minyak, memastikan masakan tetap lezat, dan melindungi kesehatan keluarga dari senyawa berbahaya. Melansir dari berbagai sumber, Jumat (19/12), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Gunakan Wadah yang Tepat (Kaca Gelap atau Stainless Steel)

Pemilihan wadah penyimpanan sangat krusial untuk menjaga kualitas minyak goreng. Minyak goreng sebaiknya disimpan dalam botol kaca atau wadah stainless steel. Botol kaca berwarna gelap sangat direkomendasikan karena melindungi minyak dari cahaya langsung yang bisa mempercepat oksidasi.

Wadah kaca lebih baik dalam menjaga kualitas minyak dibandingkan dengan kemasan plastik karena tidak berinteraksi dengan minyak. Hindari penggunaan botol plastik karena seiring waktu, bahan kimia dalam plastik seperti ftalat, bisphenol A (BPA), dan senyawa toksik lainnya dapat larut dalam minyak, mengubah rasa dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

Jika terpaksa membeli minyak dalam botol plastik, disarankan untuk segera memindahkannya ke botol atau stoples kaca yang dapat ditutup rapat. Wadah stainless steel juga merupakan pilihan yang baik karena tidak bereaksi dengan minyak dan menjaga kualitasnya lebih lama, serta tidak menyerap bau.

2. Simpan di Tempat Sejuk dan Gelap

Suhu dan cahaya adalah dua faktor utama yang mempercepat kerusakan minyak goreng. Cahaya dan panas merupakan pemicu utama terjadinya oksidasi pada minyak goreng. Sinar matahari langsung dapat merusak struktur kimia minyak dan mempercepat proses oksidasi.

Oleh karena itu, minyak harus disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, seperti lemari dapur tertutup atau rak yang jauh dari jendela. Suhu penyimpanan ideal adalah di bawah suhu kamar atau di tempat yang sejuk. Menyimpan minyak di tempat yang sejuk dapat menjaga kualitas minyak agar tetap bagus dan memperpanjang masa pakainya.

Penyimpanan di suhu tinggi, seperti di dekat kompor atau oven, akan mempercepat proses degradasi minyak. Bahkan, paparan cahaya dapat membuat minyak menjadi bau tengik karena warna gelap kemasan membantu menjaga kesegarannya lebih lama.

3. Pastikan Wadah Tertutup Rapat (Kedap Udara)

Paparan oksigen adalah penyebab utama ketengikan minyak melalui proses oksidasi. Ketika minyak terpapar oksigen, lemaknya bereaksi dan membentuk senyawa asam aldehida, keton, atau karboksilat yang menyebabkan bau tengik.

Wadah yang tertutup rapat mencegah kontaminasi dari udara dan cahaya yang dapat mempercepat kerusakan minyak. Tujuan penyegelan adalah untuk menghalangi udara dan mengurangi kemungkinan oksidasi. Pastikan penutup wadah rapat dan tidak ada celah untuk udara masuk.

Untuk minyak yang sering digunakan, memindahkannya ke botol-botol kecil dapat membantu mengurangi frekuensi buka-tutup botol besar, sehingga meminimalkan paparan oksigen secara keseluruhan. Ini akan menjaga kualitas minyak tetap optimal dan mencegah penurunan kualitas yang cepat.

4. Saring Minyak Goreng Bekas dengan Benar

Minyak goreng bekas seringkali mengandung sisa-sisa makanan dan kotoran yang dapat mempercepat penurunan kualitas dan menyebabkan bau tengik. Sisa partikel makanan ini dapat memicu oksidasi dan pembentukan radikal bebas yang berbahaya.

Untuk menjaga kejernihan dan memperpanjang masa pakainya, minyak bekas harus disaring setelah dingin. Gunakan saringan logam halus, kain muslin, atau oil pot untuk menyaring partikel-partikel kecil dari minyak.

Beberapa metode penjernihan tambahan dapat digunakan, seperti menggunakan potongan kentang, nasi putih, atau kulit pisang untuk menyerap kotoran. Tepung maizena atau tepung tapioka juga efektif untuk menjernihkan minyak bekas dengan cara dicampur dan dipanaskan perlahan hingga kotoran menggumpal, lalu disaring.

5. Hindari Mencampur Minyak Baru dengan Minyak Bekas

Mencampur minyak goreng baru dengan minyak bekas yang sudah digunakan dapat mempercepat kerusakan minyak baru. Minyak lama mungkin sudah mengalami degradasi dan terkontaminasi dengan sisa makanan serta senyawa hasil oksidasi.

Sisa makanan dan radikal bebas dalam minyak bekas dapat memicu oksidasi lebih cepat pada minyak baru, sehingga kualitas minyak keseluruhan menurun drastis. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko pembentukan senyawa berbahaya yang bersifat karsinogenik.

Sebaiknya, gunakan minyak lama sampai habis sebelum menuangkan minyak baru, atau simpan minyak bekas dalam wadah terpisah dan tandai tanggal penggunaannya. Memisahkan minyak baru dan bekas adalah langkah penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

6. Jauhkan dari Sumber Panas dan Kelembaban

Selain cahaya, suhu tinggi juga merupakan pemicu utama kerusakan minyak. Suhu yang tinggi dapat mempercepat proses degradasi minyak goreng dan mempercepat oksidasi.

Menyimpan minyak di dekat kompor, oven, atau sumber panas lainnya akan membuatnya terpapar panas sekunder yang dapat mempercepat proses oksidasi dan membuat minyak cepat rusak. Panas dapat membuat zat-zat kimia dalam minyak saling bertabrakan dan rusak, sehingga bau tengik semakin tercium.

Kelembaban juga dapat mempercepat pembusukan minyak dan bahkan menyebabkan pertumbuhan jamur. Kelembapan atau sisa air di dalam wadah dapat menyebabkan minyak menjadi cepat tengik dan bahkan berjamur. Pastikan tempat penyimpanan kering dan tidak lembap untuk menjaga kualitas minyak.

7. Perhatikan Kebersihan Alat dan Lingkungan Penyimpanan

Kontaminasi dapat berasal dari alat yang tidak bersih atau lingkungan penyimpanan yang kotor. Pastikan alat dan wadah yang digunakan untuk menyimpan minyak goreng dalam keadaan bersih dan kering sebelum digunakan.

Sisa air atau kotoran di dalam wadah dapat memicu reaksi hidrolisis dan pertumbuhan mikroba yang menyebabkan minyak tengik. Penggunaan corong bersih saat menuangkan minyak juga penting untuk menghindari kontaminasi.

Selain itu, minyak goreng dapat menyerap bau dari bahan makanan lain yang menyengat. Oleh karena itu, hindari menyimpan minyak di dekat bahan makanan berbau tajam dan pastikan area penyimpanan selalu bersih. Menggunakan sendok atau alat yang bersih saat mengambil minyak juga penting untuk mencegah kontaminasi silang dan menjaga kualitas minyak tetap baik.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Mengapa minyak goreng bisa cepat tengik?

Jawaban: Minyak goreng bisa cepat tengik karena proses oksidasi, hidrolisis, dan aktivitas mikroba yang dipicu oleh paparan cahaya, panas, air, dan udara.

2. Wadah seperti apa yang paling baik untuk menyimpan minyak goreng?

Jawaban: Wadah terbaik untuk menyimpan minyak goreng adalah botol kaca berwarna gelap atau wadah stainless steel yang kedap udara, karena melindungi minyak dari cahaya dan mencegah interaksi kimia.

3. Apakah boleh mencampur minyak goreng baru dengan minyak bekas?

Jawaban: Tidak disarankan mencampur minyak goreng baru dengan minyak bekas karena minyak bekas mungkin sudah mengalami degradasi dan terkontaminasi sisa makanan, yang dapat mempercepat kerusakan minyak baru.

4. Bagaimana cara menjernihkan minyak goreng bekas?

Jawaban: Minyak goreng bekas dapat dijernihkan dengan menyaringnya menggunakan saringan halus setelah dingin. Metode lain termasuk menggunakan potongan kentang, nasi putih, kulit pisang, atau campuran tepung maizena/tapioka yang dipanaskan perlahan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |