Liputan6.com, Jakarta - Seblak dikenal sebagai sajian pedas favorit banyak orang, terutama berkat tekstur kerupuk aci khasnya. Sensasi kenyal serta empuk menjadi penentu kenikmatan hidangan ini. Pemahaman tentang trik bikin kerupuk seblak tidak alot sangat dibutuhkan, agar hasil masakan terasa nyaman saat disantap dan tidak melelahkan rahang saat dikunyah.
Tekstur kerupuk seblak sebenarnya bisa dikontrol sejak tahap awal pengolahan. Kesalahan kecil pada proses perendaman atau perebusan sering berujung pada hasil kurang ideal. Oleh sebab itu, memahami trik bikin kerupuk seblak tidak alot menjadi bekal penting, bagi siapa pun pencinta seblak rumahan maupun pelaku usaha kuliner.
Kerupuk empuk memberi pengalaman makan lebih menyenangkan dan meningkatkan kualitas seblak secara keseluruhan. Teknik tepat mampu menjaga kekenyalan tanpa membuat kerupuk lembek. Artikel ini membahas trik bikin kerupuk seblak tidak alot secara praktis, agar hasil masakan konsisten lezat setiap kali dibuat. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (28/1/2026).
Trik Bikin Kerupuk Seblak Tidak Alot
Kerupuk seblak menjadi salah satu elemen penting dalam hidangan khas Bandung ini. Tekstur kerupuk yang empuk, kenyal, dan tidak keras sangat menentukan kenikmatan seblak secara keseluruhan. Sayangnya, banyak orang masih mengalami masalah kerupuk seblak yang terasa alot, keras, atau bahkan sulit dikunyah meski sudah direbus lama. Kondisi tersebut sering membuat cita rasa seblak kurang maksimal.
Memahami trik bikin kerupuk seblak tidak alot sangat penting bagi siapa saja yang ingin menikmati seblak rumahan dengan kualitas layaknya buatan pedagang profesional. Proses perendaman, pemilihan jenis kerupuk, hingga teknik perebusan memiliki peran besar terhadap hasil akhir tekstur kerupuk. Kesalahan kecil dalam satu tahap saja dapat menyebabkan kerupuk menjadi keras dan kurang nyaman saat dimakan.
Berikut beberapa trik yang bisa dicoba:
1. Pilih Jenis Kerupuk yang Tepat
Langkah awal dalam menerapkan trik bikin kerupuk seblak tidak alot terletak pada pemilihan bahan dasar kerupuk itu sendiri. Tidak semua kerupuk cocok diolah menjadi seblak, sehingga pemilihan jenis kerupuk sangat menentukan hasil akhir tekstur dan kenikmatannya. Kerupuk yang direkomendasikan untuk seblak umumnya memiliki kandungan aci tinggi dan tekstur ringan, sehingga mudah menyerap air serta bumbu. Beberapa pilihan kerupuk yang paling sering digunakan dan terbukti menghasilkan tekstur empuk antara lain:
- Kerupuk aci putih, dikenal memiliki daya serap air baik dan menghasilkan tekstur kenyal alami setelah dimasak.
- Kerupuk warna-warni khusus seblak, biasanya dibuat lebih tipis dan cepat mengembang, sehingga cocok untuk olahan berkuah.
- Kerupuk bawang mentah berkualitas, selama masih segar dan belum lama disimpan, dapat menghasilkan aroma gurih dan tekstur lembut.
Sebaliknya, hindari penggunaan kerupuk yang terlalu tebal, terlalu keras, atau sudah lama disimpan dalam kondisi kurang baik. Kerupuk semacam ini cenderung sulit mengembang secara merata dan sering menghasilkan tekstur keras serta liat saat disantap.
2. Rendam Kerupuk dengan Air Dingin
Kesalahan umum yang sering terjadi saat memasak seblak adalah langsung merebus kerupuk tanpa proses perendaman terlebih dahulu. Padahal, langkah ini sering menjadi penyebab utama kerupuk berubah menjadi alot. Cara terbaik untuk mengolah kerupuk adalah melakukan perendaman awal agar struktur kerupuk lebih siap saat dimasak. Tahapan perendaman yang dianjurkan meliputi:
- Gunakan air bersuhu ruang atau air dingin agar kerupuk menyerap air secara perlahan dan merata.
- Rendam kerupuk selama 1 hingga 2 jam, sampai bentuknya mengembang sempurna dan terasa lentur saat disentuh.
- Pastikan seluruh bagian kerupuk terendam air, sehingga tidak ada bagian yang masih kering atau keras.
Proses perendaman ini sangat penting karena membantu kerupuk menyerap cairan sedikit demi sedikit, sehingga saat dimasak teksturnya menjadi lebih empuk, kenyal, dan tidak keras di bagian tengah.
3. Gunakan Air Mendidih Saat Merebus
Setelah proses perendaman selesai, tahap berikutnya adalah perebusan. Pada tahap ini, penggunaan air mendidih sangat berpengaruh terhadap hasil akhir tekstur kerupuk. Perebusan yang tepat akan mematangkan kerupuk tanpa merusak kekenyalannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merebus kerupuk antara lain:
- Pastikan air sudah benar-benar mendidih dan bergolak sebelum kerupuk dimasukkan ke dalam panci.
- Rebus kerupuk dalam waktu singkat, sekitar 2–3 menit saja, cukup hingga kerupuk terasa empuk.
- Hindari merebus terlalu lama agar kerupuk tidak berubah menjadi terlalu lembek atau kehilangan bentuk.
Air mendidih membantu proses pematangan kerupuk secara cepat dan merata, sehingga kerupuk matang sempurna tanpa mengalami pengerasan atau perubahan tekstur yang tidak diinginkan.
4. Jangan Rebus Kerupuk Berulang Kali
Salah satu kesalahan paling sering dilakukan dalam pengolahan seblak adalah merebus kerupuk lebih dari satu kali. Pemanasan ulang pada kerupuk yang sudah matang dapat merusak struktur aci, menyebabkan tekstur berubah menjadi liat, keras, dan sulit dikunyah. Jika kerupuk sudah mencapai tingkat keempukan yang diinginkan setelah direbus, sebaiknya kerupuk langsung digunakan atau segera dicampurkan ke dalam bumbu seblak agar kualitas teksturnya tetap terjaga.
5. Gunakan Air Rendaman untuk Memasak Seblak
Salah satu trik sederhana tetapi sangat efektif untuk menjaga tekstur kerupuk tetap empuk adalah memanfaatkan air rendaman kerupuk sebagai kuah seblak. Air rendaman tersebut mengandung pati alami yang larut dari kerupuk selama proses perendaman. Kandungan pati ini membantu menjaga kekenyalan kerupuk saat dimasak dan membuat kuah seblak terasa lebih menyatu serta sedikit lebih kental secara alami.
6. Masukkan Kerupuk di Tahap Akhir Memasak
Tahap akhir memasak seblak juga memegang peranan penting dalam menjaga tekstur kerupuk. Agar kerupuk tidak terlalu lama terkena panas, sebaiknya kerupuk dimasukkan pada waktu yang tepat, yaitu:
- Setelah bumbu seblak matang dan kuah sudah mendidih dengan aroma yang keluar sempurna.
- Aduk kerupuk secara perlahan hingga menyatu dengan bumbu, tanpa perlu dimasak terlalu lama.
- Matikan api segera setelah kerupuk tercampur rata agar tekstur tetap kenyal dan tidak berubah.
Teknik ini memastikan kerupuk hanya terkena panas seperlunya, sehingga tetap empuk, tidak alot, dan mampu menyerap bumbu seblak secara maksimal.
Kesalahan Umum Saat Mengolah Kerupuk Seblak
Dalam proses pembuatan seblak, pengolahan kerupuk memegang peranan penting terhadap hasil akhir tekstur hidangan. Banyak orang merasa sudah mengikuti resep, tetapi tetap mendapatkan kerupuk bertekstur keras atau liat. Hal ini umumnya disebabkan oleh beberapa kesalahan teknis yang sering dilakukan tanpa disadari.
Berikut adalah kesalahan-kesalahan umum yang perlu diperhatikan dan sebaiknya dihindari agar kualitas kerupuk seblak tetap empuk dan kenyal:
Menggunakan Air Panas Saat Merendam
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah merendam kerupuk menggunakan air panas. Air bersuhu tinggi dapat menyebabkan bagian luar kerupuk langsung mengembang terlalu cepat, sementara bagian dalamnya masih keras. Kondisi ini membuat struktur kerupuk tidak merata dan berpotensi menghasilkan tekstur alot saat dimasak. Perendaman ideal seharusnya dilakukan menggunakan air dingin atau air bersuhu ruang agar proses penyerapan cairan berjalan perlahan dan merata ke seluruh bagian kerupuk.
Merebus Kerupuk Terlalu Lama
Merebus kerupuk dalam waktu yang terlalu panjang sering dianggap dapat membuat kerupuk lebih empuk, padahal justru sebaliknya. Perebusan berlebihan menyebabkan pati pada kerupuk rusak, sehingga teksturnya berubah menjadi liat dan kehilangan kekenyalan alami. Kerupuk sebaiknya direbus hanya sampai tingkat empuk yang cukup, lalu segera diangkat untuk menjaga struktur dan teksturnya tetap optimal.
Menyimpan Kerupuk Setengah Matang
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah menyimpan kerupuk dalam kondisi setengah matang untuk digunakan kembali di lain waktu. Penyimpanan kerupuk yang belum sepenuhnya matang atau sudah terpapar air dapat menyebabkan perubahan tekstur saat dipanaskan ulang. Kerupuk semacam ini cenderung menjadi keras, berbau apek, dan sulit kembali empuk ketika dimasak ulang, sehingga kualitas seblak menurun secara signifikan.
Mengaduk Kerupuk Terlalu Sering Saat Dimasak
Mengaduk kerupuk terlalu sering selama proses memasak seblak juga dapat memengaruhi tekstur akhir. Gerakan adukan yang berlebihan membuat kerupuk terus-menerus terkena panas dan tekanan, sehingga struktur acinya menjadi rusak. Akibatnya, kerupuk mudah hancur atau justru berubah menjadi liat. Mengaduk secukupnya saja, terutama saat mencampurkan kerupuk ke bumbu, akan membantu menjaga bentuk dan kekenyalan kerupuk.
FAQ Seputar Topik
Mengapa kerupuk seblak sering menjadi alot?
Kerupuk seblak sering alot karena kurangnya perendaman yang memadai, waktu memasak yang tidak tepat, atau pemilihan jenis kerupuk yang kurang sesuai.
Berapa lama waktu ideal merendam kerupuk seblak?
Waktu ideal merendam kerupuk seblak adalah sekitar 20 hingga 30 menit dalam air hangat atau air panas, tergantung jenis dan ketebalan kerupuk.
Kapan waktu terbaik memasukkan kerupuk saat membuat seblak?
Kerupuk sebaiknya dimasukkan pada tahap paling akhir proses memasak seblak, setelah bumbu dan bahan lain matang, dan dimasak sebentar sekitar 5-8 menit.
Jenis kerupuk apa yang cocok untuk seblak agar tidak alot?
Jenis kerupuk yang cocok untuk seblak agar tidak alot adalah kerupuk aci, kerupuk bawang, atau kerupuk putih yang berkualitas baik dan dirancang untuk direbus atau direndam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489115/original/086729200_1769826254-lalisa3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490635/original/015467000_1770018615-gambar__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490589/original/083243800_1770017053-gambar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490336/original/098086600_1770008327-as.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490227/original/005834600_1770002805-SAM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490637/original/091796900_1770018980-nicola_peltz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490576/original/000054700_1770016226-menu_makan_anak__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490568/original/097169200_1770016022-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.36.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350683/original/045639900_1758005379-Gemini_Generated_Image_v8xji0v8xji0v8xj__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490326/original/015470100_1770007781-Sambal_Matah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490512/original/082894200_1770013698-Gemini_Generated_Image_yg3jxcyg3jxcyg3j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261773/original/081492900_1750688155-young-happy-businesswoman-eating-break-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490508/original/090232600_1770013669-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490177/original/090418100_1770001564-AP26033005917016.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2321342/original/006886300_1533604891-098269700_1448861796-gili_trawangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)