6 Tips Olah Ceker Agar Dapat Kolagennya Maksimal dan Manfaatnya untuk Kesehatan

6 days ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Ceker ayam sering kali dipandang sebelah mata dan hanya dianggap sebagai pelengkap hidangan berkuah. Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, ceker menyimpan potensi nutrisi yang sangat besar, terutama sebagai sumber kolagen alami. Tidak heran jika ceker banyak digunakan dalam masakan tradisional sekaligus mulai dilirik sebagai bahan pangan fungsional.

Kolagen sendiri merupakan protein struktural penting yang berperan menjaga elastisitas kulit, kesehatan sendi, serta kekuatan jaringan ikat. Menariknya, bagian tubuh ayam yang paling kaya kolagen justru terdapat pada ceker, karena didominasi oleh jaringan ikat, tulang rawan, dan kulit.

Namun, tidak semua cara memasak ceker mampu mempertahankan atau mengoptimalkan kandungan kolagennya. Oleh karena itu, penting memahami tips olah ceker agar dapat kolagennya secara maksimal agar manfaat kesehatannya benar-benar bisa dirasakan. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (27/1/2026).

1. Bersihkan Ceker Secara Menyeluruh Sebelum Diolah

Langkah awal yang tidak boleh dilewatkan adalah membersihkan ceker dengan benar. Potong kuku ceker, buang lapisan kulit luar yang kasar, lalu cuci berulang hingga bersih. Dalam penelitian tentang ekstraksi kolagen dari ceker ayam, proses pembersihan bahkan dilakukan menggunakan ultrasonik untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran secara maksimal .Di rumah, proses ini bisa diganti dengan merendam ceker dalam air hangat dan mencucinya secara teliti agar hasil rebusan lebih jernih dan berkualitas.

2. Rebus dengan Waktu Lama dan Suhu Stabil

Kolagen tidak dapat dilepaskan secara optimal hanya dengan perebusan singkat. Penelitian menunjukkan bahwa pemanasan ceker pada suhu tinggi (sekitar 100°C) selama 7–8 jam mampu menghasilkan kandungan kolagen yang tinggi dalam air rebusan .Untuk skala rumahan, gunakan api kecil setelah air mendidih dan rebus ceker minimal 2–3 jam agar kolagen larut perlahan tanpa merusak struktur proteinnya.

3. Gunakan Metode Slow Cooking atau Presto

Metode memasak lambat seperti slow cooker atau panci presto sangat efektif untuk mengekstraksi kolagen. Tekanan dan panas stabil membantu memecah jaringan ikat sehingga kolagen lebih mudah larut. Ciri khas kolagen yang terekstraksi dengan baik adalah kuah rebusan yang mengental atau membeku seperti gel saat dingin.

4. Jangan Buang Air Rebusan

Kesalahan umum saat mengolah ceker adalah membuang air rebusan pertama dan kedua. Padahal, kolagen larut dalam air. Jika air rebusan dibuang, maka sebagian besar kolagen ikut terbuang.Tips olah ceker agar dapat kolagennya adalah dengan memanfaatkan air rebusan sebagai kaldu dasar sup, soto, atau saus.

5. Tambahkan Asam Alami Secukupnya

Penambahan bahan asam seperti cuka apel, air jeruk nipis, atau tomat dalam jumlah kecil dapat membantu proses ekstraksi kolagen. Asam membantu memecah jaringan ikat tanpa merusak kandungan protein utama. Prinsip ini juga digunakan dalam proses ekstraksi kolagen skala industri, meski dengan kontrol pH yang ketat .

6. Kombinasikan dengan Bumbu Minimal di Awal

Jika tujuan utama adalah mendapatkan kolagen, sebaiknya rebus ceker tanpa terlalu banyak bumbu di tahap awal. Garam dan bumbu pekat sebaiknya ditambahkan setelah kolagen keluar, agar proses ekstraksi tidak terganggu.

Manfaat Kolagen dari Ceker bagi Kesehatan

Kolagen dari ceker ayam tidak hanya berfungsi sebagai pengental alami, tetapi juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang telah banyak dibahas dalam literatur ilmiah.

1. Menjaga Kesehatan Kulit

Kolagen berperan penting dalam menjaga elastisitas dan kelembapan kulit. Studi menunjukkan bahwa konsumsi kolagen dapat meningkatkan hidrasi kulit dan memperlambat tanda penuaan seperti keriput (Proksch et al., 2014). Kolagen dari ceker kaya akan glisin, prolin, dan hidroksiprolin yang merupakan asam amino utama pembentuk kulit .

2. Mendukung Kesehatan Sendi dan Tulang

Kolagen tipe I dan II yang terdapat dalam ceker ayam berkontribusi pada kesehatan sendi dan tulang rawan. Penelitian menyebutkan bahwa suplementasi kolagen dapat membantu meningkatkan fleksibilitas sendi dan mengurangi nyeri akibat aktivitas fisik (Zdzieblik et al., 2017).

3. Membantu Kesehatan Pencernaan

Kolagen membantu memperbaiki lapisan mukosa usus dan mendukung kesehatan sistem pencernaan. Gelatin hasil pemecahan kolagen juga dikenal mudah dicerna dan baik untuk orang dengan masalah lambung ringan.

4. Sumber Protein Berkualitas

Ceker ayam mengandung protein struktural dengan bioavailabilitas yang baik, terutama jika kolagennya telah terhidrolisis menjadi molekul berukuran kecil. Penelitian menunjukkan bahwa kolagen bermolekul rendah lebih mudah diserap oleh tubuh .

5. Mendukung Regenerasi Jaringan

Kolagen berperan dalam proses penyembuhan luka dan regenerasi jaringan. Asam amino di dalamnya membantu pembentukan jaringan baru dan mempercepat pemulihan.

FAQ Seputar Ceker Ayam

1. Apakah ceker ayam aman dikonsumsi setiap hari?

Aman, selama diolah dengan bersih dan tidak berlebihan. Perhatikan juga asupan lemak dan garam.

2. Apakah kolagen ceker bisa rusak saat dimasak?

Kolagen dapat terurai jika dimasak terlalu keras tanpa air. Perebusan lama dengan air justru membantu kolagen larut.

3. Mengapa kuah ceker bisa mengental saat dingin?

Itu tanda kolagen berhasil terekstraksi dan berubah menjadi gelatin.

4. Apakah ceker cocok untuk lansia?

Sangat cocok karena teksturnya lunak setelah direbus lama dan baik untuk sendi.

5. Apakah kolagen dari ceker sama dengan suplemen kolagen?

Secara alami sama, namun suplemen biasanya sudah terhidrolisis dan terstandarisasi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |