Liputan6.com, Jakarta - Sekilas, membuat latte art memang terlihat sangat mudah dan sederhana. Namun di balik itu ada banyak proses yang panjang dan detail yang tidak bisa dilewati. Karena itu, banyak pemula melakukan kesalahan yang terlihat sepele, tetapi justru menghambat perkembangan mereka.
Latte art adalah seni melukis kopi di atas cangkir. Latte art bukan sekadar soal keterampilan tangan, tetapi soal kebiasaan dan kesabaran. Salah satu kunci utamanya adalah mengetahui kalau setiap cangkir mempunyai karakter berbeda sehingga masing-masing punya pendekatan yang berbeda pula.
Berikut ini Liputan6 memberikan informasi tentang beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat belajar latte art berdasarkan wawancara dengan seorang barista yang sudah berpengalaman. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
1. Mengira Latte Art Bisa Dikuasai Sekejap
Banyak orang menganggap bahwa latte art sama seperti menghias minuman biasa yang hanya membutuhkan kreativitas visual. Padahal latte art adalah gabungan dari teknik espresso, tekstur susu, dan koordinasi tangan yang harus selaras, sehingga tidak mungkin dikuasai dalam hitungan hari. Ekspektasi yang terlalu cepat biasanya menyebabkan frustrasi dan akhirnya berhenti di tengah jalan.
Seorang owner sekaligus barista Kopi Gemolong, Sragen, Ana Himawari menurutkan jika waktu belajar sangat dipengaruhi oleh konsistensi dan fokus. Sntuk pola dasar seperti “heart”, seseorang tetap membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika pola dasar saja sudah butuh proses, apalagi pola tingkat lanjut seperti “swan” atau “slow leaf” yang membutuhkan teknik lebih kompleks.
“Kalau hot Latte yang butuh Latte art, paling cepat 6 bulan, itupun untuk bikin pattern basic (heart)," jelas Ana Himawari saat diwawancara oleh redaksi Lipuan6.
2. Mengabaikan Konsistensi Latihan Harian
Kesalahan paling umum saat belajar latte art adalah tidak konsisten dalam latihan. Banyak orang semangat di awal lalu berhenti berlatih karena merasa prosesnya terlalu lama. Padahal tekstur susu, koordinasi tangan, dan feeling saat menuang hanya bisa diperoleh dari kebiasaan berulang setiap hari.
Latihan yang jarang juga membuat kemampuan teknis menurun dengan cepat. Bahkan setelah menguasai beberapa pola, jika tidak dibiasakan, kemampuan itu bisa hilang atau menurun tanpa disadari. Maka dari itu, latihan bukan hanya untuk pemula, tetapi juga untuk mempertahankan skill bagi yang sudah cukup mahir.
"Mau nggak mau sih harus belajar terus tiap hari. Minimal tuh sehari bikin satu lah, nyoba sekali. Tapi kalau misalnya pengen yang lebih cepat, pengen cepat bisa, nanti misalnya satu cup itu bisa dipakai buat beberapa kali. Nanti diakalinya bisa pakai bubuk cokelat," terang Ana.
3. Tidak Memahami Tekstur dan Teknik Steaming Susu
Banyak pemula langsung fokus pada tahap menuang, padahal kualitas latte art sangat dipengaruhi oleh tekstur susu yang dibentuk di awal. Steaming susu bukan sekadar membuatnya panas, tapi membentuk microfoam yang tipis, glossy, dan menyatu dengan kopi. Jika tekstur salah, pola tidak akan terbentuk meski teknik menuang sudah baik.
Selain itu, banyak orang tidak menyadari bahwa jenis susu, suhu, dan posisi steam wand memengaruhi hasil akhir. Karena itu, perlu waktu untuk menghafal bunyi, tampilan, dan rasa dari susu yang ideal untuk dituangkan. Tanpa pemahaman ini, hasil latte art cenderung berbusa kasar atau malah terlalu cair.
"Soalnya buat latihan nge-steam susu, terus bikin foam yang konsisten, teksturnya yang bisa dituang, yang bisa dibikin gambar. Terus cara penuangan ini susu ke cup atau gelas yang dipakai untuk penyajian kopi," papar Ana.
4. Terlalu Cepat Puas pada Satu Jenis Pola
Rasa puas di awal sering menjadi penghambat perkembangan. Banyak orang merasa cukup setelah bisa membuat satu pola saja, misalnya heart atau tulip, lalu berhenti bereksperimen. Selain itu, konsistensi adalah hal yang juga gak boleh ditanggalkan.
"Yang sering bikin gagal itu di mana-mana seringnya enggak konsisten. Enggak konsisten, terus kadang malas dan merasa sudah puas sih," ungkap Ana.
Belum lagi, jika hanya fokus pada satu pola, maka kemampuan adaptasi juga berkurang. Padahal dalam dunia barista sangat penting untuk bisa berpindah dari satu pola ke pola lain dengan cepat. Ana menegaskan jika masalah inilah yang sering terjadi pada barista pemula yang sedang belajar latte art.
"Kalau bikin kopi atau bikin orderan itu kalau bisa pattern-nya itu diselang-seling. Jadi nggak cuma bikin satu basic pattern saja, kayak misalnya bikin tulip, tulip terus buat ke customer. Padahal kan bisa diselang-seling, bisa dibikin heart, bisa dibikin swan, atau dibikin double swan, atau dibikin slow leaf," paparnya.
5. Tidak Mengikuti Tren dan Pola Latte Art yang Berkembang
Terakhir, perkembangan latte art sangatlah dinamis. Dunia kopi selalu menghadirkan pola baru setiap tahunnya. Jika tidak mengikuti tren, barista pemula akan ketinggalan informasi dan kurang fleksibel ketika harus menyesuaikan diri dengan permintaan pasar.
Mengikuti tren bukan menuntut kita untuk langsung mahir, namun setidaknya barista dapat memahami alurnya sehingga punya gambaran pola mana yang perlu dilatih selanjutnya. Dengan begitu, proses belajar tidak mandek dan selalu memiliki target yang baru. Hal ini juga penting jika ingin berkarier sebagai barista profesional.
"Harus mau diselang-seling dan ini sih, nggak merasa puas dengan pattern yang ada gitu, harus tetap ngikutin tren. Karena kan mesti tiap tahun tuh mesti ada tren latte art atau gambar yang baru, pattern yang baru," pungkas Ana.
People Also Ask
1. Apakah latte art hanya bisa dibuat dengan mesin espresso?
Jawaban: Tidak. Mesin espresso mempermudah proses, namun ada metode alternatif seperti espresso maker manual atau moka pot, meski hasilnya tidak selalu sama.
2. Apakah susu non-dairy bisa digunakan untuk latte art?
Jawaban: Bisa, tapi tidak semua cocok. Biasanya oat milk dan soy milk lebih stabil untuk microfoam dibanding almond milk.
3. Apakah pemula harus belajar latte art dari pola heart dulu?
Jawaban: Iya, karena pola heart adalah dasar untuk memahami kontrol tuangan dan tekstur susu.
4. Berapa lama waktu belajar rata-rata sampai bisa buat latte art?
Jawaban: Untuk pola basic, umumnya butuh beberapa bulan dengan latihan konsisten.
5. Apakah membuat latte art hanya soal estetika?
Jawaban: Tidak. Latte art juga memengaruhi pengalaman minum karena terkait tekstur susu dan kualitas espresso.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489115/original/086729200_1769826254-lalisa3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490635/original/015467000_1770018615-gambar__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490589/original/083243800_1770017053-gambar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490336/original/098086600_1770008327-as.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490227/original/005834600_1770002805-SAM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490637/original/091796900_1770018980-nicola_peltz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490576/original/000054700_1770016226-menu_makan_anak__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490568/original/097169200_1770016022-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.36.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350683/original/045639900_1758005379-Gemini_Generated_Image_v8xji0v8xji0v8xj__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490326/original/015470100_1770007781-Sambal_Matah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490512/original/082894200_1770013698-Gemini_Generated_Image_yg3jxcyg3jxcyg3j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261773/original/081492900_1750688155-young-happy-businesswoman-eating-break-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490508/original/090232600_1770013669-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490177/original/090418100_1770001564-AP26033005917016.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2321342/original/006886300_1533604891-098269700_1448861796-gili_trawangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)