Liputan6.com, Jakarta - UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menutup empat objek wisata setelah longsor jalur Pacet-Cangar berdampak pada lalu lintas antara Kota Batu-Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis, 3 April 2025. Keempat tujuan wisata tersebut adalah Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Petung Sewu.
"Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan," tulis pihaknya di unggahan Instagram, Kamis. "Demikian pengumuman ini disampaikan untuk dimaklumi."
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi, mengatakan pada Antara, tanah longsor menyebabkan akses menuju lokasi empat tempat wisata tertimbun material tanah longsor, sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan. Proses pembersihan jalur tersebut dilaporkan akan berlanjut hari ini, Jumat (4/4/2025).
Ketika tanah longsor terjadi, sebut Wahyudi, Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Putung Sewu masih beroperasi. Namun, Wahyudi memastikan tidak ada satupun wisatawan di masing-masing lokasi wisata yang jadi korban tanah longsor tersebut.
"Wisatawan aman, karena longsor yang terjadi bukan di tempat wisatanya, tapi di antara Air Terjun Watulumpang dan Watuondo," ujar dia.
Merujuk laporkan kanal Regional Liputan6.com, tim SAR gabungan telah mengevakuasi satu orang korban tanah longsor di Cangar. Korban dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dari dalam mobil minibus berwarna abu-abu yang tertimbun tanah longsor.
"Selanjutnya, korban dibawa menuju RSUD Mojokerto dan dapat diidentifikasi sebagai Majid Zatmo Setio, umur 31 tahun, warga Sukodono, Sidoarjo," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya selaku SAR Mission Coordinator dalam Operasi SAR ini, Nanang Sigit, Kamis, 3 April 2025.
Evakuasi Berlanjut
Selain mobil minibus tersebut, tim SAR gabungan melihat satu mobil jenis pikap masih dalam keadaan tertimbun longsor. Sebelum operasi SAR dihentikan sementara pada Kamis malam pukul 19.00 WIB, terlihat satu orang di dalam mobil pikap dalam keadaan meninggal dunia, namun belum dapat terevakuasi.
"Mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi tanah yang labil di lokasi, dikhawatirkan ada longsor susulan. Karena itu, pencarian akan dilanjutkan besok pagi (Jumat, 4 April 2025)," ucap Nanang.
Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu tim dari Unit Siaga SAR Malang menuju lokasi kejadian pada Kamis siang dan satu lagi tim dari Kantor SAR Surabaya yang menyusul pada Kamis sore. Adapun unsur yang tergabung dalam upaya pencarian dan evakuasi selain Basarnas antara lain BPBD Provinsi Jatim, BPB Kota Batu, BPBD Kota Mojokerto, BPBD dan Dinas PU Kabupaten Mojokerto.
Dinas PU Batu, Polresta Batu, Polsek dan Koramil Pacet, Tahura, PMI, Tagana, KNDJH Malang, serta potensi SAR dan warga sekitar. Pencarian juga dibantu dengan alat berat, yakni Excavator milik PU Mojokerto dan PU Batu.
Pengalihan Arus karena Longsor
Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Satlantas) Polres Batu mengalihkan arus kendaraan bermotor dari wilayah setempat menuju Kabupaten Mojokerto imbas tanah longsor di jalur Pacet-Cangar. "Pengalihan arus melalui Pandanrejo ke Karangploso," ujar Kepala Satlantas (Kasatlantas) Polres Batu AKP Kevin Ibrahim, lapor Antara, Kamis.
Ia menyambung, "Ditutup karena masih ada penanganan di jalan yang tertutup material tanah longsor berupa tanah dan pohon." AKP Kevin melanjutkan, untuk kendaraan yang sudah telanjur berada di jalur tersebut, diimbau putar balik kemudian diarahkan menuju simpang tiga Bendo.
Terkait kemacetan imbas tanah longsong, menurut Kevin, personel polisi dari Kepolisian Sektor Bumiaji sudah berada di lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas. "Warga sekitar membantu memberi informasi pada pengendara sehingga tidak ada kemacetan di Kota Batu," kata dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Kota Batu, titik longsor di jalur Pacet-Cangar tersebut masuk wilayah Kabupaten Mojokerto. Kendati demikian, BPBD setempat bersama sejumlah instansi di Kota Batu telah menerjunkan tim untuk membantu menangani kejadian tersebut.
Waspadai Potensi Bencana
Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai dan mengantisipasi potensi bencana selama musim mudik Lebaran 2025. BNPB mengaku mempersiapkan penanganan, mengingat kejadian bencana saat momen libur Idul Fitri pernah terjadi sebelumnya.
Kepala BNPB, Suharyanto, merujuk prediksi cuaca selama libur Lebaran tahun ini, menyebut bahwa wilayah Banten relatif aman. Namun untuk Provinsi Lampung, ada potensi curah hujan meningkat pada akhir Maret 2025.
"Banten tanggal 25 Maret sampai 1 April relatif aman. Lampung tanggal 28 Maret ada peningkatan, jika diperlukan akan mengadakan operasi modifikasi cuaca khusus di Lampung," ujar Suharyanto saat meninjau persiapan arus mudik lebaran di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu, 27 Maret 2025, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com.
Ia mengingatkan bahwa pernah terjadi sejumlah bencana di Banten dan Lampung saat libur Lebaran. "Banten, meski tidak bisa diprediksi, namun harus diwaspadai bencana gempa, tahun 2022 gempa di Pandeglang. Kemudian, Gunung Anak Krakatau dua tahun ini kondusif, tapi kami ingatkan tahun 202