Liputan6.com, Jakarta - Yogyakarta tidak pernah benar-benar tidur, terutama jika bicara soal kuliner. Di tahun 2026 ini, pesona kota pelajar tetap sama hangatnya, dengan aroma masakan tradisional yang menyeruak saat jalanan mulai sepi. Bagi wisatawan maupun warga lokal, berburu kuliner di malam hari bukan sekadar urusan perut, melainkan sebuah ritual budaya yang sayang untuk dilewatkan.
Salah satu primadona kuliner malam yang tak lekang oleh waktu adalah Gudeg. Jika biasanya gudeg identik dengan sarapan manis, gudeg malam menawarkan sensasi yang berbeda. Gudeg yang disajikan larut malam umumnya memiliki cita rasa yang lebih gurih, berkuah (gudeg basah), dan seringkali disertai dengan sambal krecek yang pedasnya "nendang" untuk mengusir kantuk.
Suasana makan gudeg di malam hari pun memiliki romansa tersendiri. Duduk di bangku kayu sederhana atau lesehan di trotoar, diterangi lampu jalan yang temaram, sembari ditemani musisi jalanan yang melantunkan lagu-lagu nostalgia. Pengalaman inilah yang membuat gudeg malam di Jogja selalu memiliki antrean panjang meski jam sudah menunjukkan lewat tengah malam.
Berikut beberapa tempat-tempat makan gudeg malam terbaik yang masih eksis dan mempertahankan kualitas rasanya hingga tahun 2026 yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (22/1).
1. Gudeg Bromo Bu Tekluk
Gudeg Bromo Bu Tekluk adalah destinasi wajib bagi para pemburu kuliner tengah malam yang tidak keberatan untuk mengantre. Tempat ini terkenal dengan tekstur gudeg basahnya yang lembut dan kuah areh gurih yang menyatu sempurna dengan nasi hangat. Ciri khas utamanya terletak pada tambahan kerupuk kulit (krecek) yang kenyal dan bumbu yang meresap hingga ke serat terdalam.
Suasana di sini sangat kental dengan budaya lesehan pinggir jalan yang autentik di sepanjang trotoar Jalan Gejayan. Meskipun antreannya sering memanjang hingga dini hari, pelayanan yang sigap membuat pengalaman menunggu menjadi bagian dari ritual kuliner yang seru. Banyak pengunjung yang datang justru setelah jam 11 malam saat suasana kota mulai tenang.
Harga yang ditawarkan sangat terjangkau bagi semua kalangan, mulai dari mahasiswa hingga turis mancanegara. Selain ayam, pastikan Anda mencoba tambahan telur bacemnya yang berwarna cokelat gelap namun tetap memiliki tekstur yang kenyal. Ini adalah tempat terbaik untuk merasakan denyut nadi kehidupan malam Jogja yang sederhana namun berkesan.
Alamat: Jl. Affandi No.2-A, Santren, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281.
2. Gudeg Pawon
Gudeg Pawon menawarkan pengalaman makan yang sangat unik karena pelanggan diajak langsung masuk ke dalam dapur (pawon) milik sang penjual. Di sini, Anda bisa melihat langsung tungku kayu bakar yang masih digunakan untuk memasak nangka muda dalam porsi besar. Aroma asap kayu bakar memberikan sentuhan rasa smoky yang tidak akan Anda temukan di tempat lain.
Meskipun baru buka menjelang tengah malam, kerumunan orang biasanya sudah terlihat sebelum pintu dapur dibuka. Rasa gudegnya cenderung lebih gurih daripada manis, sehingga sangat cocok bagi mereka yang tidak terlalu menyukai rasa manis berlebih. Ayam kampung yang digunakan di sini sangat empuk dan mudah lepas dari tulangnya.
Tempat ini bukan sekadar tempat makan, melainkan wisata budaya di mana Anda bisa melihat langsung tradisi memasak turun-temurun. Mengingat porsinya yang terbatas dan peminat yang membludak, pastikan Anda datang lebih awal agar tidak kehabisan stok. Duduk di dapur sambil menikmati piring gudeg panas adalah memori yang tak terlupakan.
Alamat: Jl. Prof. DR. Soepomo Sh No.36, Warungboto, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55164.
3. Gudeg Mercon Bu Tinah
Jika Anda bosan dengan image gudeg yang selalu manis, Gudeg Mercon Bu Tinah adalah jawaban yang paling tepat. Tempat ini merevolusi rasa gudeg dengan menambahkan elemen pedas meledak dari oseng-oseng mercon kreceknya. Perpaduan rasa manis dari nangka dan pedas luar biasa dari cabai rawit menciptakan sensasi yang membuat mata langsung melek.
Warung ini berlokasi di pinggir jalan dengan konsep tenda sederhana, namun popularitasnya sudah mencapai tingkat nasional. Banyak selebritas dan food vlogger sengaja datang ke sini hanya untuk menantang toleransi pedas mereka. Selain gudeg, tersedia juga berbagai pelengkap seperti sate ayam, gorengan, dan ceker yang bumbunya tak kalah nendang.
Kualitas rasa di Bu Tinah tetap konsisten dari tahun ke tahun berkat pemilihan bahan yang segar setiap harinya. Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba, disarankan untuk menyiapkan minuman manis sebagai pereda pedas. Ini adalah destinasi favorit bagi kaum muda Jogja yang menyukai tantangan rasa di malam hari.
Alamat: Jl. Asem Gede No.8, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233.
4. Gudeg Permata Bu Pudjo
Gudeg Permata Bu Pudjo merupakan salah satu pionir gudeg malam di Jogja yang sudah berdiri sejak tahun 1951. Terletak di dekat gedung bioskop Permata yang legendaris, warung ini mempertahankan resep asli yang diwariskan secara turun-temurun. Karakter gudegnya adalah gudeg basah dengan kuah areh kuning yang kental dan gurih.
Kelebihan utama dari tempat ini adalah sambal goreng kreceknya yang tidak hanya pedas, tetapi juga kaya akan rempah. Tekstur kreceknya lembut dan tidak terlalu berminyak, memberikan keseimbangan yang pas saat dimakan bersama nasi. Pelayanan di sini dikenal sangat ramah, mencerminkan keramah-tamahan khas masyarakat Yogyakarta tempo dulu.
Suasana makan di pinggir jalan dengan pemandangan bangunan tua memberikan atmosfer nostalgia yang kuat. Tempat ini biasanya mulai ramai tepat setelah jam makan malam berakhir dan bertahan hingga dini hari. Bagi pecinta sejarah kuliner, singgah di Gudeg Permata adalah sebuah keharusan untuk memahami akar kuliner Jogja.
Alamat: Jl. Gajah Mada No.2, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55111.
5. Gudeg Mbak Sasha
Gudeg Mbak Sasha adalah favorit tersembunyi bagi kalangan mahasiswa dan pekerja malam di daerah Gejayan. Berbeda dengan gudeg pada umumnya yang sangat manis, Mbak Sasha menyajikan keseimbangan rasa yang lebih condong ke arah gurih (salty-savory). Porsinya yang cukup besar membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh anak muda yang mencari makan malam mengenyangkan dengan harga pelajar.
Keistimewaan dari tempat ini adalah variasi lauk tambahannya yang sangat lengkap. Anda bisa menemukan berbagai macam sate-satean, gorengan yang selalu hangat, hingga bagian jeroan ayam yang dimasak bacem dengan bumbu meresap sempurna. Kuah arehnya tidak terlalu kental namun memiliki aroma kelapa yang kuat, memberikan tekstur yang creamy saat disatukan dengan nasi.
Suasana makan di sini sangat santai dengan meja-meja panjang di area terbuka, memungkinkan pengunjung menikmati angin malam Jogja. Pelayanannya dikenal cepat meskipun antrean sering mengular di jam-jam makan malam. Jika Anda ingin merasakan atmosfer kulineran khas anak muda Jogja di tahun 2026, Gudeg Mbak Sasha adalah titik awal yang tepat.
Alamat: Jl. Affandi No.43, Klitren, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55222.
6. Gudeg Bu Nanik
Gudeg Bu Nanik sering menjadi penyelamat bagi mereka yang lapar di kawasan Ngaglik, Kab Sleman. Tempat ini dikenal memiliki konsistensi rasa yang luar biasa sejak dulu, dengan tekstur nangka (gori) yang lembut namun tidak hancur. Kreceknya yang berwarna merah menggoda memberikan sensasi pedas yang pas untuk mengimbangi rasa manis dari ayam bacemnya.
Salah satu hal yang membuat Bu Nanik unggul adalah kualitas ayam kampungnya yang sangat empuk. Proses pemasakan yang lama membuat bumbu meresap hingga ke tulang, sehingga setiap gigitan memberikan ledakan rasa rempah yang kaya. Areh kuningnya yang kental menjadi ciri khas yang selalu dirindukan oleh pelanggan setianya, terutama saat disiramkan di atas telur bebek bacem.
Lokasinya yang strategis dan mudah ditemukan di Google Maps menjadikannya pilihan praktis bagi wisatawan yang baru saja tiba dari arah timur. Area makannya cukup bersih dan tertata, memberikan kenyamanan lebih bagi Anda yang membawa keluarga. Gudeg Bu Nanik membuktikan bahwa kualitas rasa tetap menjadi kunci utama bertahannya sebuah warung legendaris.
Alamat: Gg. Jragem No.28, Nandan, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284.
7. Gudeg Yu Djum Wijilan 167
Siapa yang tidak kenal nama besar Yu Djum? Meskipun dikenal sebagai pelopor gudeg kering, cabang di kawasan Wijilan ini tetap melayani pelanggan hingga malam hari dengan kualitas yang tetap terjaga di tahun 2026. Makan di Wijilan pada malam hari memberikan pengalaman sejarah yang kuat karena kawasan ini merupakan sentra gudeg tertua di Yogyakarta.
Gudeg Yu Djum memiliki profil rasa yang sangat manis dan kering, cocok bagi Anda yang ingin membawa pulang oleh-oleh atau menyukai tekstur makanan yang tidak terlalu basah. Setiap elemen dalam piringnya, mulai dari krecek hingga ayam, dimasak dengan standar prosedur yang ketat sehingga rasanya selalu identik dari waktu ke waktu. Telur bebeknya yang berwarna cokelat tua memiliki tekstur kenyal yang sangat ikonik.
Meskipun statusnya sudah sangat populer, pelayanan di Yu Djum tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional Jogja. Anda bisa melihat deretan kendi dan peralatan masak tradisional di sudut-sudut warungnya yang menambah kesan autentik. Menikmati seporsi Gudeg Yu Djum di bawah lampu jalan Wijilan adalah pengalaman "wajib" bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
Alamat: Jl. Wijilan No.167, Panembahan, Kec. Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55131.
8. Gudeg Bu Tjitro "1925"
Sebagai salah satu warung gudeg tertua yang didirikan sejak tahun 1925, Bu Tjitro telah bertransformasi menjadi institusi kuliner yang modern namun tetap memegang teguh resep leluhur. Di tahun 2026, mereka menawarkan fasilitas makan malam yang sangat nyaman dengan bangunan yang luas dan bersih. Tempat ini adalah pilihan terbaik jika Anda ingin menjamu tamu atau keluarga besar dengan suasana yang lebih formal.
Gudeg yang disajikan di sini memiliki tekstur yang sangat halus dan bumbu yang sangat meresap (medok). Keunggulan lainnya adalah menu pendampingnya yang sangat bervariasi, termasuk ayam goreng kremes yang sering dipesan sebagai tambahan. Rasa manisnya pas dan tidak meninggalkan kesan "enek" setelah makan, berkat pemilihan bahan baku kelapa yang segar.
Selain makan di tempat, Bu Tjitro juga terkenal dengan inovasi gudeg kalengnya yang bisa Anda beli sebagai buah tangan. Namun, menikmati versi segarnya di malam hari tentu memberikan kepuasan yang berbeda. Pelayanan yang profesional dan lokasi yang mudah dijangkau menjadikannya destinasi kuliner malam yang sangat terpercaya di Jogja.
Alamat: Jl. Janti No.330, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198.
9. Gudeg Sagan
Gudeg Sagan mengusung konsep gudeg basah yang lebih modern namun tetap mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan tungku kayu bakar. Tempat ini sangat populer di kalangan milenial dan Gen Z karena suasananya yang asyik dan seringkali ada pertunjukan musik akustik di waktu-waktu tertentu. Rasa gudegnya cenderung lebih ringan dan tidak terlalu berat santannya.
Inovasi utama di Gudeg Sagan adalah pilihan "Bubur Gudeg" yang sangat lembut, menjadi alternatif menarik bagi Anda yang sedang ingin mengurangi asupan nasi di malam hari. Ayam kampung yang digunakan di sini memiliki rasa yang sangat gurih karena direbus dalam waktu yang sangat lama dengan bumbu rahasia. Kreceknya juga dikenal sangat pedas, memberikan tantangan tersendiri bagi para pencinta cabai.
Lokasi di daerah Sagan menjadikannya sangat dekat dengan pusat keramaian kampus dan perkantoran. Tempat duduknya didesain nyaman baik untuk kelompok besar maupun pasangan yang ingin makan malam santai. Jika Anda mencari tempat makan gudeg dengan sentuhan gaya hidup urban yang dinamis, Gudeg Sagan adalah jawabannya.
Alamat: Jl. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes No.53, Samirono, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223.
10. Gudeg Bu Hj. Amad
Menutup daftar rekomendasi kita adalah Gudeg Bu Hj. Amad yang berlokasi di area strategis dekat kampus UGM. Warung ini telah lama dikenal sebagai penyedia gudeg dengan cita rasa yang elegan dan tidak terlalu berminyak. Penampilannya sangat bersih dan menggugah selera, dengan warna cokelat nangka yang sangat cantik.
Rasa dari Gudeg Bu Hj. Amad adalah perpaduan sempurna antara manis dan gurih yang seimbang, membuatnya mudah diterima oleh lidah siapa saja, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali mencoba gudeg. Potongan ayamnya besar-besar dan kreceknya memiliki ukuran yang pas untuk dinikmati dalam satu suapan. Kecepatan pelayanan di sini juga patut diacungi jempol meskipun dalam kondisi ramai.
Tempatnya yang luas menjadikannya lokasi yang aman untuk parkir kendaraan, sebuah nilai tambah yang jarang ditemukan pada warung gudeg pinggir jalan. Di tahun 2026, Bu Hj. Amad tetap menjadi standar kualitas gudeg di Jogja utara. Makan di sini akan memberikan kepuasan maksimal sebelum Anda beristirahat setelah seharian berkeliling kota.
Alamat: KM.4,5 Blok, Jl. Agro No.2 CT3 No.5, Kocoran, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
Apakah ada opsi gudeg pedas?
Ya, Gudeg Mercon Bu Tinah adalah pilihan utama untuk pencinta pedas.
Berapa kisaran harganya?
Mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 per porsi, tergantung lauk ayam yang dipilih.
Apakah bisa dibungkus untuk oleh-oleh?
Bisa, namun gudeg basah sebaiknya segera dikonsumsi dalam waktu 12-24 jam.
Apakah semua tempat menyediakan lesehan?
Sebagian besar gudeg malam di pinggir jalan menggunakan konsep lesehan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489115/original/086729200_1769826254-lalisa3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490635/original/015467000_1770018615-gambar__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490589/original/083243800_1770017053-gambar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490336/original/098086600_1770008327-as.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490227/original/005834600_1770002805-SAM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490637/original/091796900_1770018980-nicola_peltz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490576/original/000054700_1770016226-menu_makan_anak__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490568/original/097169200_1770016022-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.36.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350683/original/045639900_1758005379-Gemini_Generated_Image_v8xji0v8xji0v8xj__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490326/original/015470100_1770007781-Sambal_Matah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490512/original/082894200_1770013698-Gemini_Generated_Image_yg3jxcyg3jxcyg3j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261773/original/081492900_1750688155-young-happy-businesswoman-eating-break-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490508/original/090232600_1770013669-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490177/original/090418100_1770001564-AP26033005917016.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2321342/original/006886300_1533604891-098269700_1448861796-gili_trawangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)