Wisatawan Indonesia Pilih Perbanyak Liburan di Dalam Negeri dalam Kondisi Global Tak Menentu

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Minat masyarakat Indonesia untuk bepergian tetap tinggi meski situasi global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi ekonomi. Namun, pola perjalanan wisatawan Indonesia bergeser dari yang sebelumnya wisata luar negeri menjadi pilihan utama, menjadi lebih banyak liburan di dalam negeri saja.

Dalam laporan Klook Travel Pulse 2026 yang melibatkan lebih dari 11.000 responden dari Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat minat traveling tertinggi.

"Orang Indonesia masih sangat ingin bepergian. Bahkan banyak yang tetap mempertahankan atau meningkatkan bujet traveling mereka di tahun ini," ujar Head of Marketing Klook Indonesia, Christy Olivia dalam paparannya di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam survei tersebut, Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara dengan minat traveling tertinggi di Asia dibanding India, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Mayoritas wisatawan Indonesia disebut tetap ingin bepergian meski harus menyesuaikan pengeluaran di sektor lain. Sebanyak tujuh dari sepuluh responden mengaku tetap mempertahankan anggaran perjalanan mereka sepanjang 2026.

Menurut Christy, kondisi global saat ini memengaruhi perilaku wisatawan Indonesia, terutama dalam menentukan destinasi dan pengeluaran perjalanan. Meski demikian, masyarakat tetap menjadikan traveling sebagai prioritas kebutuhan gaya hidup. Karena itu, kata Christy, wisatawan Indonesia memilih destinasi domestik sebagai alternatif yang lebih aman sekaligus mudah dijangkau untuk liburan singkat bersama keluarga.

"Ada pengaruh dari kondisi global, tetapi teknologi dan akses pariwisata domestik yang semakin mudah juga membuat orang tertarik mengeksplor lebih jauh destinasi di Indonesia," katanya.

Wisata Domestik Jadi Pilihan di Tengah Situasi Global

Pendapatnya sejalan dengan temuan laporan tersebut. Hasilnya menyimpulkan 73 persen responden Indonesia berencana melakukan perjalanan domestik hingga empat kali dalam setahun, dan sekitar 60 persen responden merencanakan satu hingga dua perjalanan internasional sepanjang 2026.

Selain faktor keamanan dan biaya, kemudahan akses pemesanan hotel, transportasi, dan aktivitas wisata melalui platform digital turut memengaruhi pertumbuhan wisata domestik. Klook memperkirakan tren wisata di dalam negeri akan terus berkembang hingga kuartal ketiga 2026 seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mencari hiburan dan pengalaman baru tanpa harus bepergian terlalu jauh.

Klook menyebut tren staycation dan perjalanan singkat ke berbagai kota di Indonesia semakin meningkat, terutama untuk segmen keluarga dan middle-up traveler. Christy menambahkan bahwa pemesanan hotel-hotel premium di destinasi domestik seperti Bali juga meningkat dalam dua tahun terakhir.

Lebih Mengejar Pengalaman daripada Popularitas

Selain pergeseran ke wisata domestik, Klook mencatat perubahan besar pada pola konsumsi traveler Indonesia. Wisatawan kini lebih mengutamakan pengalaman dibanding sekadar mengunjungi destinasi terkenal. Konsep experience over everything menjadi salah satu temuan utama dalam laporan Klook Travel Pulse 2026.

Christy mengatakan traveler Indonesia saat ini cenderung mencari pengalaman yang bernilai emosional dan dapat dikenang dalam jangka panjang. Aktivitas seperti mengikuti tur lokal, wisata budaya, hingga mencoba kegiatan khas daerah menjadi daya tarik utama saat bepergian.

“Sekarang orang tidak hanya datang ke tempat wisata, tetapi ingin merasakan pengalaman yang autentik dan meaningful," ujarnya. 

Klook menemukan bahwa culture encounters menjadi jenis pengalaman yang paling diminati wisatawan Indonesia. Karena itu, wisatawan mulai tertarik mengikuti tur berpemandu untuk memahami sejarah dan budaya di destinasi yang dikunjungi.

Tren ini juga memengaruhi pilihan destinasi internasional dengan Jepang masih menjadi negara favorit. Perbedaannya terletak pada kota-kota yang ingin dikunjungi. Dalam survei Klook, sebanyak 31,4 persen responden tertarik mengunjungi Hiroshima, disusul Nagoya sebesar 29,3 persen, Shizuoka 29,1 persen, dan Sapporo 19,7 persen karena dinilai lebih tenang dan autentik.

Media Sosial dan AI Pengaruhi Preferensi Wisatawan

Media sosial kini menjadi sumber utama inspirasi perjalanan bagi traveler Indonesia. Klook mencatat sebanyak 96,6 persen responden menentukan destinasi wisata berdasarkan konten yang mereka lihat di platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

Dalam pemaparannya, Christy mengatakan foto dan video perjalanan menjadi jenis konten yang paling memengaruhi keputusan traveler. Konten hidden gems, travel hacks, hingga rekomendasi wisata dengan anggaran tertentu menjadi materi yang paling banyak dicari masyarakat sebelum bepergian.

"Satu video pendek bisa membuat orang langsung ingin datang ke suatu tempat," katanya.

Survei Klook juga menunjukkan travel blogger dan influencer berpengaruh besar terhadap keputusan wisatawan. Sebanyak 39,4 persen responden mengaku terinspirasi oleh travel blogger, sementara 39,3 persen lainnya dipengaruhi influencer media sosial. Rekomendasi teman dan keluarga juga masih menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan perjalanan.

Di sisi lain, penggunaan AI dalam perencanaan perjalanan juga meningkat signifikan, khususnya di kalangan generasi muda. Sebanyak 98 persen traveler Indonesia mengaku menggunakan platform AI untuk mencari referensi wisata, menyusun itinerary, mengatur anggaran, hingga mencari rekomendasi kuliner lokal.

Asia Masih Jadi Destinasi Favorit Traveler Indonesia

Selain Jepang, China juga mengalami peningkatan minat yang cukup signifikan, terutama untuk destinasi seperti Beijing dan Shanghai. Sementara, Vietnam menarik perhatian wisatawan Indonesia karena faktor kuliner, budaya kopi, serta biaya perjalanan yang relatif terjangkau.

Untuk kuartal kedua 2026, Klook memprediksi Australia dan Selandia Baru akan mengalami peningkatan kunjungan dari wisatawan Indonesia karena memasuki musim dingin saat periode libur sekolah. Namun secara umum, Asia diperkirakan tetap menjadi kawasan paling diminati traveler Indonesia karena akses yang mudah, biaya lebih terjangkau, serta banyaknya pilihan destinasi ramah keluarga.

"Kami melihat Asia masih akan menjadi leading region untuk traveler Indonesia, terutama untuk kuartal dua dan tiga tahun ini," ujar Christy.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |