Cara Membuat Mochi Tanpa Tepung Ketan, Teksturnya Tetap Kenyal dan Enak

17 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Mochi adalah kudapan manis tradisional Jepang yang terkenal karena teksturnya kenyal dan elastis. Secara tradisional, mochi dibuat dari beras ketan atau tepung ketan (mochiko), yang memberikan sifat lengket khas berkat kandungan amilosanya yang rendah.

Mencari tepung ketan kadang sulit, atau Anda mungkin ingin mencoba variasi lain, meski menggantinya tidak mudah karena tekstur unik mochi sulit ditiru sepenuhnya. Beberapa bahan pengganti dapat digunakan untuk membuat kudapan serupa mochi dengan kekenyalan yang cukup memuaskan.

Berikut Liputan6.com jelaskan cara membuat mochi tanpa tepung ketan, dirangkum dari berbagai sumber pada Senin (9/2/2026). Setiap langkah dan rekomendasi disajikan agar Anda dapat menciptakan mochi lezat di rumah.

Pilihan Tepung Pengganti untuk Mochi Tanpa Tepung Ketan

Tepung tapioka atau pati tapioka merupakan salah satu pengganti yang paling sering direkomendasikan untuk membuat mochi tanpa tepung ketan. Tepung ini berasal dari akar tanaman singkong dan memiliki sifat yang mampu menciptakan adonan kenyal, mirip dengan tepung ketan, meskipun tidak identik. Tepung tapioka sering dimanfaatkan dalam resep warabi-mochi dan dapat menghasilkan tekstur yang lengket serta seperti jeli saat dimasak.

Selain tapioka, pati jagung (cornstarch) dan pati kentang (potato starch) juga bisa menjadi alternatif yang baik. Ketika dikombinasikan dengan susu, pati kentang dapat menghasilkan mochi yang lezat, meskipun teksturnya mungkin sedikit lebih keras dan kurang mengembang dibandingkan mochi yang dibuat dengan mochiko. Pati jagung juga umum digunakan untuk menaburi permukaan dan tangan agar mochi tidak lengket.

Beberapa alternatif lain yang disebutkan meliputi tepung dango dan tepung singkong (cassava flour). Tepung dango merupakan jenis tepung terigu dari dango giling, memiliki rasa sedikit manis dan tekstur bubuk halus. Tepung singkong dianggap mirip dengan pati tapioka dan beberapa orang bahkan menganggapnya sebagai pengganti yang lebih baik, sementara tepung beras biasa tidak disarankan karena tidak akan meregang dan menghasilkan adonan yang kasar.

Cara Membuat Mochi Tanpa Tepung Ketan

Bahan-Bahan:

  • 100 gram tepung sagu atau tepung tapioka
  • 50 gram gula pasir
  • 200 ml air atau santan encer
  • 1/2 sdt agar-agar bubuk (opsional, untuk menambah kekenyalan)
  • Isian opsional: selai kacang, cokelat, kacang merah manis, atau buah cincang
  • Tepung sagu/tepung maizena untuk taburan agar tidak lengket

Cara Membuat:

  1. Campur bahan kering: Tepung sagu/tapioka, gula, dan agar-agar bubuk dalam wadah.
  2. Tambahkan bahan cair: Masukkan air atau santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata hingga adonan licin.
  3. Masak adonan: Panaskan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga adonan mengental, lengket, dan transparan.
  4. Dinginkan sebentar: Tuang adonan ke loyang yang sudah ditaburi tepung sagu, ratakan, dan biarkan agak dingin agar mudah dibentuk.
  5. Bentuk mochi: Taburi tangan dengan sedikit tepung sagu, potong-potong adonan, dan isi dengan selai atau isian sesuai selera.
  6. Sajikan: Mochi siap dinikmati, bisa disimpan sebentar di kulkas sebelum disajikan.

Tips dan Trik untuk Mochi yang Berhasil

Untuk mencegah mochi lengket selama proses pembentukan dan penanganan, gunakan pati jagung atau pati kentang dalam jumlah yang cukup banyak untuk menaburi permukaan kerja dan tangan Anda. Pati ini berfungsi sebagai penghalang efektif, menjaga mochi agar tidak terlalu lengket dan memudahkan penanganan. Saat menyimpan mochi, pastikan setiap potong ditaburi pati dengan baik dan dipisahkan menggunakan kertas roti atau kertas lilin untuk menjaga integritas teksturnya.

Variasi isian dan rasa dapat disesuaikan sepenuhnya dengan preferensi pribadi Anda. Mochi dapat diisi dengan beragam pilihan, mulai dari pasta kacang merah (anko) tradisional, buah-buahan segar seperti mangga atau stroberi, es krim, hingga krim kocok. Beberapa resep juga merekomendasikan penambahan pewarna makanan atau perasa seperti matcha untuk memberikan variasi warna dan cita rasa pada kulit mochi, menjadikannya lebih menarik dan lezat.

Penyimpanan mochi yang tepat sangat krusial untuk mempertahankan tekstur dan kesegarannya. Mochi yang diisi dengan anko klasik sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan dapat bertahan hingga 2 hari. Selama bulan-bulan musim panas, disarankan untuk menyimpan mochi di lemari es, namun perlu diingat bahwa nasi akan mengeras di lemari es, jadi pastikan untuk membungkus wadah dengan handuk dapur yang tebal sebelum disimpan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Bisakah mochi dibuat tanpa tepung ketan?

Ya, mochi dapat dibuat tanpa tepung ketan menggunakan alternatif seperti tepung tapioka, pati jagung, atau pati kentang, meskipun teksturnya mungkin sedikit berbeda dari mochi tradisional.

2. Apa saja tepung pengganti yang bisa digunakan untuk membuat mochi?

Tepung tapioka adalah pengganti yang paling sering direkomendasikan. Selain itu, pati jagung, pati kentang, tepung dango, dan tepung singkong juga dapat digunakan sebagai alternatif.

3. Bagaimana cara mencegah mochi lengket saat dibentuk?

Untuk mencegah mochi lengket, taburi permukaan kerja dan tangan Anda secara liberal dengan pati jagung atau pati kentang saat membentuk adonan.

4. Berapa lama mochi bisa disimpan?

Mochi yang diisi anko klasik sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk hingga 2 hari. Untuk penyimpanan di lemari es, bungkus wadah dengan handuk dapur tebal karena mochi bisa mengeras.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |