Liputan6.com, Jakarta - Cara menghilangkan bau amis pada cumi sering menjadi pertanyaan banyak orang saat ingin mengolah seafood di rumah. Meski cumi dikenal lezat dan kaya nutrisi, aroma amis yang kurang sedap bisa membuat selera makan berkurang jika tidak ditangani dengan benar. Padahal, dengan teknik yang tepat, cumi bisa diolah menjadi hidangan yang empuk, gurih, dan bebas bau.
Cumi atau calamari termasuk seafood yang cukup mudah diolah, tetapi membutuhkan perhatian khusus pada tahap pemilihan dan pembersihan. Kesalahan kecil seperti tidak membuang kantung tinta atau memasaknya terlalu lama dapat memengaruhi rasa dan teksturnya.
Kabar baiknya, ada berbagai cara sederhana yang bisa dilakukan di dapur untuk memastikan cumi bersih, tidak amis, dan tetap mempertahankan rasa manis alaminya. Berikut panduan lengkapnya dari Liputan6.com, Kamis (12/2/2026).
Pentingnya Memilih Cumi yang Segar
Sebelum membahas lebih jauh tentang teknik pembersihan, langkah awal dalam cara menghilangkan bau amis pada cumi adalah memilih bahan yang segar. Berdasarkan panduan dari Seafood Factory, cumi segar memiliki ciri-ciri:
- Tampilan mengilap dan agak transparan
- Tekstur kenyal dan tidak lembek
- Tidak berlendir berlebihan
- Beraroma laut yang segar, bukan bau amis menyengat
Jika cumi berbau tajam atau mengeluarkan cairan putih susu, itu tanda kualitasnya sudah menurun. Cumi yang terlalu besar juga cenderung lebih alot, sehingga disarankan memilih ukuran kecil hingga sedang untuk hasil lebih empuk.
Menariknya, cumi beku berkualitas tinggi juga bisa menjadi pilihan baik. Banyak produk cumi sebenarnya sudah melalui proses pembekuan cepat (flash-frozen) untuk menjaga kesegarannya. Jadi, cumi beku tidak selalu kalah kualitas dibanding cumi “fresh” di pasar.
Langkah Dasar Membersihkan Cumi dengan Benar
Bau amis sering muncul karena bagian dalam cumi tidak dibersihkan secara menyeluruh. Mengacu pada panduan dari FPT Shop dan Mucwomen, berikut tahapan pentingnya:
1. Cuci Awal dengan Air Garam atau Air Jahe
Bilas cumi dengan air mengalir, lalu rendam sebentar dalam air garam atau air jahe encer. Cara ini membantu mengurangi lendir sekaligus membunuh bakteri atau parasit yang mungkin menempel.
2. Pisahkan Kepala dan Badan
Pegang bagian tentakel (rambut cumi), tarik perlahan hingga terlepas dari tubuhnya. Hati-hati agar kantung tinta hitam di dalamnya tidak pecah. Jika pecah, segera bilas di bawah air mengalir agar tidak menodai daging dan menghilangkan rasa pahit.
3. Buang Tulang Transparan
Di dalam badan cumi terdapat tulang rawan transparan berbentuk seperti plastik tipis. Tarik perlahan hingga terlepas.
4. Bersihkan Isi Perut
Belah bagian perut memanjang, keluarkan seluruh isi perut dan sisa tinta. Cuci kembali hingga benar-benar bersih.
5. Kupas Kulit Ari
Buat sayatan kecil di bagian ujung tubuh, lalu tarik kulit luar ke atas hingga terlepas. Mengupas kulit membantu mengurangi aroma amis dan membuat tampilan masakan lebih bersih.
Langkah ini sangat menentukan keberhasilan cara menghilangkan bau amis pada cumi secara menyeluruh.
Bahan Alami untuk Menghilangkan Bau Amis pada Cumi
Setelah dibersihkan, Anda bisa menggunakan beberapa bahan dapur berikut untuk menghilangkan bau amis secara maksimal.
1. Jahe, Garam, dan Anggur Beras
Kombinasi ini sering disebut sebagai “formula emas” dalam banyak panduan memasak Asia. Dalam beberapa resep tradisional digunakan rice wine, namun untuk versi halal Anda dapat menggantinya dengan cuka putih atau perasan air lemon.
Campurkan:
- 1 sdm garam
- 1 sdm cuka putih atau air lemon
- Jahe yang dimemarkan
Lumuri dan remas perlahan cumi selama 5–10 menit, lalu bilas bersih. Jahe membantu menetralisir bau, garam mengangkat lendir, dan cuka membantu menyegarkan aroma sekaligus menjaga tekstur tetap kenyal.
2. Air Perasan Lemon
Asam alami dalam lemon efektif menghilangkan bau amis. Peras 2–3 buah lemon, lumuri pada cumi selama beberapa menit, lalu bilas bersih. Jangan terlalu lama agar tekstur tidak menjadi keras.
3. Air Teh Hijau
Metode ini cukup populer. Rendam cumi dalam air teh hijau selama sekitar 10 menit. Selain menghilangkan bau, cara ini juga membantu mempertahankan warna putih bersih saat dimasak.
4. Minyak Wijen dan Cuka Putih
Setelah cumi bersih, rendam dengan 2 sendok teh minyak wijen dan sedikit cuka putih selama 5 menit. Cara ini efektif mengurangi bau amis sekaligus memberikan aroma yang lebih harum dan segar.
5. Blansir Air Mendidih
Jika tidak memiliki bahan tambahan, Anda bisa mencelupkan cumi ke dalam air mendidih selama beberapa detik, lalu segera pindahkan ke air es. Teknik ini membantu mengunci tekstur sekaligus mengurangi aroma amis.
Jangan Lupakan Tahap Pengeringan
Menurut Seafood Factory, salah satu kesalahan pemula adalah langsung memasak cumi tanpa mengeringkannya terlebih dahulu. Setelah dicuci atau direndam, tepuk cumi dengan tisu dapur hingga kering.
Langkah ini penting terutama jika ingin menggoreng atau memanggang. Kelembapan berlebih dapat menyebabkan minyak meletup dan hasil gorengan tidak renyah.
Perhatikan Waktu Memasak
Bau amis juga bisa muncul akibat teknik memasak yang salah. Cumi memiliki karakter unik: bisa empuk jika dimasak sangat cepat atau sangat lama.
- Masak cepat (1–2 menit) untuk tumis, goreng, atau panggang.
- Masak lama (30–60 menit) untuk semur atau braise.
Hindari memasak selama 5–15 menit karena akan membuat tekstur alot seperti karet dan memperkuat aroma laut yang kurang sedap.
Tips Tambahan Agar Cumi Tidak Amis
- Jangan mencuci terlalu kasar agar tekstur tetap baik.
- Potong cumi sedikit lebih besar karena akan menyusut saat dimasak.
- Simpan dalam kulkas maksimal 1 hari jika sudah dibersihkan.
- Jika membeli cumi beku, cairkan perlahan di kulkas, bukan suhu ruang.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, cara menghilangkan bau amis pada cumi bisa dilakukan dengan mudah dan efektif di rumah.
FAQ Seputar Cumi
1. Mengapa cumi terasa pahit setelah dimasak?
Biasanya karena kantung tinta atau empedu pecah dan tidak dibersihkan sempurna.
2. Apakah cumi beku lebih amis dibanding cumi segar?
Tidak selalu. Jika dibekukan dengan benar (flash-frozen), kualitasnya tetap baik dan tidak lebih amis.
3. Berapa lama cumi bisa disimpan di kulkas?
Cumi segar sebaiknya diolah dalam 24 jam. Jika dibekukan, bisa tahan hingga beberapa bulan.
4. Apakah perlu mengupas kulit cumi?
Disarankan, terutama untuk hidangan tumis atau goreng agar tampilan lebih bersih dan tidak amis.
5. Bagaimana cara membuat cumi tetap empuk?
Masak sangat cepat (1–2 menit) atau sangat lama (lebih dari 30 menit), hindari waktu memasak menengah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489830/original/079726400_1769935821-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423949/original/097307700_1764125962-Kikis_Sisik_dengan_Arah_yang_Tepat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476291/original/097507500_1768725283-SnapInsta.to_618139445_18372314815233629_2852049817435645816_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459002/original/088498800_1767149927-sipmay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498833/original/068751400_1770721952-resep_telur_kukus_goreng_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500313/original/097375200_1770859885-gambar__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3147147/original/021071900_1591628473-065264200_1528439420-peesss__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5173148/original/022295400_1742816710-WhatsApp_Image_2025-03-24_at_18.44.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499710/original/052491600_1770792705-gambar__43_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499684/original/060708600_1770792542-Gemini_Generated_Image_fhmnxyfhmnxyfhmn.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500047/original/096846200_1770809335-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500686/original/040911800_1770873644-kue_ketan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4533820/original/083098900_1691709976-WhatsApp_Image_2023-08-11_at_05.09.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500787/original/098164500_1770877093-Gemini_Generated_Image_91xen691xen691xe.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500634/original/086376600_1770872556-Telur_Tahu_Kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3367094/original/006643300_1612332694-ron-barabash-qdoTFBJyBq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3182465/original/079874000_1594963542-udang_0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5255810/original/088495200_1750217573-7562353d-49c2-431a-8e3d-ddbe88078888.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4440020/original/015399500_1684968401-photo__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414127/original/087943300_1763264663-teur_kukus_ala_korea.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4792987/original/077089700_1712130115-WhatsApp_Image_2024-04-03_at_14.25.59_eefdfb73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4651422/original/001356500_1700128636-sebastian-pena-lambarri-7i5HMCGupVw-unsplash.jpg)