6 Cara Mengolah Ikan Asin agar Tidak Terlalu Asin, Tak Mengurangi Kelezatan dan Tekstur Renyah

15 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ikan asin adalah lauk pauk tradisional Indonesia yang digemari karena rasa gurih dan aroma khasnya. Proses penggaraman bertujuan mengawetkan ikan, mencegah pembusukan, dan memperpanjang masa simpannya, sehingga menjadi pelengkap favorit untuk nasi hangat dan sambal.

Tantangan utama dalam mengolah ikan asin adalah kadar garamnya yang terlalu tinggi, sehingga perlu diperhatikan terutama bagi penderita hipertensi. Standar Nasional Indonesia (SNI) 8273:2016 menetapkan kandungan garam dalam ikan asin antara 12-20% (12-20 gram per 100 gram).

Beragam metode bisa diterapkan untuk mengurangi rasa asin tanpa mengurangi kelezatan dan tekstur renyah ikan. Dengan teknik pengolahan tepat, kadar garam dapat dikurangi, sehingga ikan asin lebih sehat dan tetap nikmat untuk disajikan di rumah. Berikut caranya, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (13/2).

Rendam dengan Air Biasa

Merendam ikan asin dalam air biasa adalah metode paling umum dan efektif untuk mengurangi kadar garam berlebih. Proses ini memungkinkan pori-pori ikan asin terbuka, sehingga garam yang terperangkap di dalamnya dapat larut ke dalam air. Siapkan wadah cukup besar agar seluruh bagian ikan asin terendam sempurna, lalu tuangkan air bersih hingga ikan tertutup seluruhnya.

Durasi perendaman bervariasi tergantung tingkat keasinan ikan dan seberapa banyak garam yang ingin dikurangi. Umumnya, ikan asin dapat direndam selama tiga puluh menit hingga beberapa jam. Untuk ikan yang sangat asin atau jika ingin mengurangi kadar garam maksimal, disarankan mengganti air rendaman sebanyak tiga hingga empat kali selama proses perendaman yang bisa berlangsung dua belas hingga dua puluh empat jam.

Setelah proses perendaman selesai, tiriskan ikan asin dan pastikan mencucinya kembali di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa garam. Setelah itu, keringkan ikan sejenak sebelum diolah lebih lanjut. Ikan asin yang sudah direndam akan cenderung basah, sehingga sebaiknya direndam sesuai kebutuhan agar tidak cepat bau atau basi saat disimpan.

Rendam dengan Air Garam

Meskipun terdengar tidak masuk akal, merendam ikan asin dalam larutan air garam justru dapat membantu mengurangi rasa asinnya. Fenomena ini dijelaskan oleh prinsip osmosis, di mana garam dari konsentrasi tinggi (ikan asin) akan mengalir ke konsentrasi rendah (air garam). Untuk menerapkan metode ini, campurkan satu sendok makan garam ke dalam dua liter air, lalu rendam ikan asin di dalamnya.

Proses perendaman dengan air garam ini relatif cepat, cukup biarkan selama lima hingga sepuluh menit. Setelah waktu tersebut, rasa asin pada ikan akan berkurang dengan cepat. Jika dirasa ikan masih terlalu asin sesuai selera, proses perendaman dapat diulang kembali.

Setelah rasa asinnya sesuai, tiriskan ikan dan bilas dengan air bersih. Metode ini efektif untuk mengurangi keasinan tanpa membuat tekstur ikan menjadi terlalu lembek, asalkan durasi perendaman tidak terlalu lama.

Rendam dengan Air Hangat atau Panas

Merendam ikan asin dengan air hangat atau panas merupakan cara cepat lain untuk mengurangi rasa asin. Air hangat lebih efektif dalam melarutkan garam dibandingkan air dingin, sehingga proses pengurangan kadar garam dapat berlangsung lebih cepat. Untuk ikan asin yang sangat asin, Anda bisa merendamnya dalam air panas mendidih selama sekitar sepuluh menit.

Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan air hangat atau panas dapat membuat tekstur ikan menjadi lebih lembek dan rapuh. Oleh karena itu, disarankan merendam tidak lebih dari sepuluh menit. Setelah direndam, segera tiriskan ikan dan lap dengan tisu, terutama pada bagian perut, untuk memastikan ikan benar-benar kering.

Setelah perendaman, bilas ikan asin dengan air bersih. Jika rasa asin masih kuat, Anda bisa merebus ikan asin dalam air mendidih selama sekitar dua puluh menit. Untuk mempercepat proses penyerapan garam, tambahkan potongan jeruk nipis atau lemon saat perebusan, karena kandungan asam pada jeruk dapat membantu mengurangi rasa asin.

Rendam dengan Air Cucian Beras

Metode unik lainnya untuk mengurangi rasa asin pada ikan asin adalah dengan merendamnya dalam air cucian beras. Air cucian beras mengandung sejumlah mineral dan pati yang dipercaya dapat membantu menghilangkan atau mengurangi rasa asin pada ikan. Cara ini dianggap sebagai trik jitu tanpa perlu menggunakan garam tambahan atau air panas.

Untuk melakukannya, siapkan beberapa potong ikan asin dan air cucian beras yang biasanya didapatkan saat mencuci nasi. Masukkan ikan asin satu per satu ke dalam air cucian beras dan biarkan terendam selama lima belas hingga dua puluh menit. Setelah direndam, ikan asin akan menjadi sedikit lebih lembut.

Setelah proses perendaman, bilas ikan asin dengan air mengalir hingga benar-benar bersih. Air rendaman akan berubah warna menjadi agak keruh, menandakan garam telah larut. Untuk memastikan kebersihan maksimal, ikan asin bisa dicuci sebanyak dua hingga tiga kali.

Rendam dengan Cuka Putih

Cuka putih juga dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi rasa asin pada ikan asin. Selain mengurangi kadar garam, cuka juga membantu membuat tekstur ikan menjadi lebih empuk dan mencegahnya menjadi alot saat dimasak. Metode ini menawarkan keuntungan ganda, yaitu mengurangi keasinan sekaligus memperbaiki tekstur ikan.

Caranya adalah dengan merendam ikan asin dalam cuka putih selama lima belas hingga tiga puluh menit. Durasi perendaman dapat disesuaikan dengan tingkat keasinan yang diinginkan. Setelah direndam, bilas ikan asin dengan air bersih untuk menghilangkan sisa cuka dan garam yang telah larut.

Perendaman dengan cuka putih tidak hanya mengurangi rasa asin, tetapi juga dapat memberikan sedikit sentuhan rasa asam yang segar pada ikan, yang bisa menjadi nilai tambah dalam beberapa resep masakan. Pastikan untuk tidak merendam terlalu lama agar rasa cuka tidak terlalu dominan.

Goreng Ikan Asin hingga Garing

Menggoreng ikan asin hingga garing juga merupakan salah satu cara yang dapat membantu mengurangi rasa asinnya, terutama jika ikan asin akan diolah menjadi sambal atau tumisan. Proses penggorengan ini secara alami akan membantu mengurangi kadar garam yang ada pada ikan. Selain itu, menggoreng hingga garing juga akan membuat tekstur ikan menjadi lebih renyah dan nikmat.

Sebelum digoreng, cuci bersih ikan asin untuk menghilangkan kotoran dan sebagian garam yang menempel di permukaan. Gunakan minyak panas dengan api sedang dan pastikan minyak cukup banyak untuk merendam sebagian ikan agar matang merata. Goreng ikan hingga warnanya keemasan dan teksturnya renyah, hindari menggoreng terlalu lama hingga cokelat tua karena bisa membuat ikan terasa pahit.

Proses penggorengan ini tidak hanya mengurangi rasa asin, tetapi juga meningkatkan cita rasa dan tekstur ikan asin, menjadikannya lebih menggugah selera. Setelah digoreng, ikan asin siap untuk diolah lebih lanjut menjadi berbagai hidangan, seperti tumis pedas manis atau campuran dalam sayur, dengan rasa asin yang tidak terlalu mendominasi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Mengapa ikan asin perlu diolah agar tidak terlalu asin?

Ikan asin perlu diolah agar tidak terlalu asin untuk meningkatkan kenikmatan saat disantap dan mengurangi risiko kesehatan, terutama bagi penderita hipertensi, karena kadar garamnya seringkali tinggi.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merendam ikan asin dengan air biasa?

Durasi perendaman ikan asin dengan air biasa bervariasi, mulai dari tiga puluh menit hingga beberapa jam, atau bahkan dua belas hingga dua puluh empat jam dengan penggantian air untuk ikan yang sangat asin.

3. Apakah merendam ikan asin dengan air garam benar-benar mengurangi keasinan?

Ya, merendam ikan asin dengan larutan air garam dapat mengurangi keasinan melalui prinsip osmosis, di mana garam dari ikan akan berpindah ke larutan air garam yang konsentrasinya lebih rendah.

4. Apa keuntungan menggunakan cuka putih dalam mengolah ikan asin?

Menggunakan cuka putih tidak hanya mengurangi rasa asin pada ikan asin, tetapi juga membantu membuat tekstur ikan menjadi lebih empuk dan mencegahnya menjadi alot saat dimasak.

5. Bagaimana cara menggoreng ikan asin agar asinnya berkurang dan tetap renyah?

Cuci bersih ikan asin, gunakan minyak panas dengan api sedang, dan goreng hingga warnanya keemasan dan teksturnya renyah, hindari menggoreng terlalu lama.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |