Koleksi Kolaborasi PUMA x McLaren Meluncur di Indonesia, Terinspirasi Gaya Hidup Para Pembalap F1

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Tepat pada pengungkapan model mobil balap McLaren Mastercard Formula 1 terbaru di empat kota dunia, termasuk Jakarta dan Bahrain, pada Senin, 9 Februari 2026, koleksi kolaborasi PUMA x McLaren Racing turut dirilis. Koleksi terbaru tersebut sekaligus menandai kemitraan global jangka panjang antara kedua brand.

"Kami saling memilih satu sama lain. Kami telah lama ingin menghadirkan mereka... Kami telah mengerjakan ini selama beberapa tahun dan akhirnya tahun lalu kami berhasil bekerja sama dan mengkomersialkan peluang ini," kata Sanjay Roy, Managing Director, PUMA SEA & Oceania, dalam jumpa pers di Jakarta.

Proses mewujudkan koleksi bersama menjadi produk yang layak dijual, kata Sanjay, membutuhkan waktu berbulan-bulan. Ia bahkan menyebut prosesnya 'sangat menyakitkan', dimulai dari gambaran awal yang diinginkan McLaren sebagai pemegang merek dari produk-produk kolaborasi dengan PUMA.

Berangkat dari gambaran itu, PUMA mendesain setiap item sebelum dituangkan menjadi protitipe. Setiap desain produk dievaluasi dengan cermat dan harus disetujui oleh tim desain global McLaren, sebelum bisa diproduksi.

"Setiap produk harus sesuai dengan etos mereka, struktur nilai mereka tentang seperti apa konsumen yang mereka inginkan. Dan hanya setelah PUMA dan McLaren setuju, produk tesebut dapat dipasarkan kepada konsumen," urai Sanjay. "Jadi, ini adalah proses yang sangat memakan waktu, sangat lambat, tetapi tujjuannya adalah untuk membuat produk tampak sangat autentik, sangat nyata."

Berjiwa Muda tapi Tak Batasi Usia

Koleksi itu meliputi sepatu, apparel, hingga aksesori yang mencerminkan ciri khas McLaren. Oranye yang menyala dan hitam mendominasi warna produk, tetapi menyisakan ruang bagi putih untuk koleksi sepatu mereka.

"Koleksi yang kalian lihat merupakan refleksi dari penggemar. Ini adalah untuk penonton muda... Penggemar (F1) sekarang jauh lebih muda, jauh lebih keren, jauh lebih lincah, dan itulah yang dihadirkan PUMA," kata Sanjay.

Kesan sporty ditonjolkan dari setiap item. Walau mengesankan muda, bukan berarti produk kolaborasi PUMA x McLaren dibatasi usia tertentu.

"Tidak ada limitasi terkait gender, terkait umur, terkait seberapa baik kemampuan Anda mengemudi. Anda kan tidak perlu balapan di trek, tapi bisa menjadi bagian dari balapan ini," imbuh Sang Woo, Country Manager, PUMA Indonesia.

Soal teknologi, pihaknya memastikan semua koleksi disesuaikan dengan kebutuhan dasar para konsumen, bukan setara dengan pembalap. Meski begitu, pengalaman yang tercipta diharapkan seperti bagian dari tim balap McLaren.

Teknologi Disesuaikan Kebutuhan Pasar

Sepatu McLaren Racing misalnya. "Anda lihat sol luarnya? Mengapa sangat tipis? Itu untuk balap karena para pembalap harus sangat fleksibel dan sangat lincah di pedal. Mereka membutuhkan kontrol yang tepat pada pedal, kan?" urai Sang Woo.

Sementara, apparel mereka hanya fokus memastikan agar konsumen bisa nyaman mengenakannya dalam waktu panjang. Bahannya jelas tidak bisa disamakan dengan kebutuhan tim balap atau pembalap karena fungsinya berbeda. Jika pembalap, mereka memerlukan fitur anti-api untuk menekan risiko terbakar saat balapan.

"Anda tentu tidak ingin menghabiskan puluhan juta rupiah untuk sebuah replika, kan? Jadi, kami menurunkan kualitasnya... Untuk koleksi di sini, kami membuatnya agar lebih mudah diakses, lebih terjangkau bagi konsumen biasa untuk menikmatinya," ujar Sanjay.

Seluruh koleksi dipasarkan secara bertahap. Pada tahap pertama, sudah tersedia varian sepatu dengan harga hampir Rp2 juta, kaus, dan topi. Lalu pada fase kedua di pertengahan Maret 2026, PUMA akan meluncurkan replikasi kaus polo dan replika T-Shirt, tak jauh dari waktu dimulainya balapan F1 2026 perdana di Albert Park.

Mengapa Jakarta Jadi Bagian Pengungkapan Model Mobil Balap McLaren?

Seperti disebutkan di awal, Jakarta menjadi bagian dari momen global reveal McLaren Mastercard Formula 1 Team livery untuk musim 2026 (MCL40) yang digelar serentak di tiga kota lain, yakni Las Vegas, London, dan Bahrain. Momen ini menandai dimulainya era baru Formula 1 yang semakin berfokus pada inovasi, performa, serta relevansi budaya global, seiring berkembangnya basis penggemar motorsport di berbagai belahan dunia.

Zak Brown, CEO, McLaren Racing, mengatakan dalam pernyataan tertulis, "Saat ini dunia motorsport sedang berada dalam momentum yang sangat positif, dan kami melihat semakin banyak merek fashion serta lifestyle yang ingin terlibat secara lebih bermakna dengan basis penggemar global yang terus berkembang."

Mengapa Jakarta diikutsertakan? Sanjay menyebut salah satu pendorongnya adalah begitu banyak orang Indonesia yang menyukai balapan F1. Indikasinya terlihat dari proporsi jumlah penonton dari Indonesia di GP Singapura.

"Dari 300 ribu orang, saya tiidak persis jumlahnya, tapi sebagian besar adalah orang Indonesia. Dan jujur saja, tidak semua orang Indonesia bisa datang ke Singapura selama balapan. Mahal, kan? Ini adalah kesempatan sempurna untuk membawa mobil ini ke Indonesia," jawabnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |