7 Tips Membuat Peyek Renyah Tanpa Bahan Kimia Tambahan, Rahasia Dapur

11 hours ago 4
  • Mengapa peyek saya sering berminyak?
  • Apakah wajib menggunakan santan untuk membuat peyek renyah?
  • Kenapa peyek cepat melempem setelah disimpan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Tips membuat peyek renyah tanpa bahan kimia berbahaya sebenarnya bukan hal baru di dapur Indonesia. Sejak dulu, para ibu rumah tangga mengandalkan teknik dan ketelitian, bukan zat tambahan instan. Di tengah maraknya penggunaan bahan pengembang dan aditif, kembali ke cara tradisional justru menjadi pilihan yang lebih aman dan sehat.

Liputan6.com pernah menyoroti tren penggunaan bahan tambahan dalam makanan rumahan yang dinilai praktis, namun belum tentu aman bila dipakai berlebihan. Di sisi lain, pengalaman puluhan tahun para pelaku dapur seperti Wahyu (58) membuktikan bahwa kerenyahan peyek bisa dicapai tanpa bantuan bahan kimia.

Melalui wawancara langsung dengan Wahyu, Liputan6.com merangkum cara alami menjaga peyek tetap kriuk, sekaligus mengulas bahaya zat aditif yang sering disalahgunakan dalam makanan, Jumat (13/2/2026).

1. Gunakan Perbandingan Tepung yang Tepat

Kunci utama menurut Wahyu adalah rasio 1:1 antara tepung beras dan tepung kanji. Tepung beras memberi struktur, sedangkan tepung kanji menciptakan tekstur renyah dan ringan.

Jika terlalu banyak tepung beras, peyek cenderung keras. Jika terlalu banyak kanji, peyek bisa terlalu rapuh dan berminyak.

2. Batasi Penggunaan Telur

Telur memang membantu adonan menyatu, tetapi cukup satu sendok makan saja dari satu butir telur kocok. Terlalu banyak telur membuat peyek keras dan cepat melempem.

3. Hindari Santan Jika Ingin Lebih Awet Renyah

Santan memberi rasa gurih, tetapi kandungan lemaknya membuat peyek lebih cepat lembek. Menggunakan air biasa dengan bumbu yang kuat sudah cukup menghasilkan rasa gurih alami.

4. Perhatikan Jenis dan Kondisi Isian

Selain kacang hijau, Wahyu menjelaskan bahwa kacang tanah, kacang tolo (kacang tabah), kedelai, dan udang rebon kering juga bisa digunakan.

  • Kacang tanah: pilih yang bulat utuh dan benar-benar kering agar tidak tengik. Rajang menjadi 3–4 bagian supaya matang merata. Kacang terlalu besar membuat peyek lama matang.
  • Kedelai: lebih praktis menggunakan kedelai goreng. Kedelai mentah harus direndam minimal 6 jam dan membutuhkan waktu goreng lebih lama.
  • Udang rebon: pastikan benar-benar kering. Jika lembap, sangrai dulu agar kadar air berkurang.
  • Kacang hijau: rendam semalaman lalu tiriskan hingga benar-benar kering.

Kadar air yang tinggi adalah musuh utama kerenyahan.

5. Panaskan Wajan Kosong Terlebih Dahulu

Teknik ini jarang diketahui. Wajan harus dipanaskan kosong sampai benar-benar panas sebelum diberi minyak.

Tes sederhana: percikkan air.

  • Jika langsung menguap, belum cukup panas.
  • Jika air menggelinding seperti butiran kecil, suhu sudah ideal.

Cara ini membuat peyek tidak lengket dan bisa terlepas sendiri dari pinggir wajan.

6. Atur Api dengan Tepat

Awali dengan api besar untuk memanaskan wajan. Setelah minyak masuk, turunkan ke api sedang. Api terlalu kecil membuat peyek menyerap minyak, sedangkan api terlalu besar membuat luar gosong tapi bagian dalam belum kering.

7. Tiriskan dan Dinginkan Sempurna

Setelah digoreng, tiriskan di wadah anyaman bambu atau saringan dengan alas kertas penyerap minyak. Biarkan hingga benar-benar dingin sebelum disimpan dalam wadah kedap udara.

Jangan pernah mencampur peyek panas dengan yang sudah dingin karena uap air akan membuat semuanya melempem.

Bahaya Ketergantungan pada Zat Aditif

Walaupun Sodium Acid Pyrophosphate, baking soda, dan baking powder diizinkan dalam batas tertentu, penggunaannya yang tidak terkontrol di dapur rumahan bisa berdampak negatif.

Beberapa potensi risiko:

  • Asupan fosfat berlebih (SAPP) → risiko gangguan ginjal pada individu rentan.
  • Konsumsi natrium tinggi → tekanan darah meningkat.
  • Gangguan pencernaan akibat reaksi alkali baking soda.

Organisasi kesehatan internasional menekankan bahwa zat tambahan pangan harus digunakan sesuai batas aman. Masalahnya, di dapur rumahan, takaran sering tidak presisi.

Karena itu, mengandalkan teknik alami jauh lebih aman.

Mengapa Cara Tradisional Lebih Aman?

Cara tradisional menitikberatkan pada:

  • Kontrol kadar air
  • Teknik suhu
  • Komposisi bahan alami

Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan peyek yang kriuk, tetapi juga lebih sehat dan minim risiko jangka panjang.

Mengapa Peyek Sebaiknya Tanpa Bahan Kimia Berbahaya?

Sebagian orang menambahkan baking powder, baking soda, bahkan Sodium Acid Pyrophosphate (SAPP) untuk menghasilkan tekstur lebih renyah dan ringan. Dalam industri makanan, bahan-bahan ini memang berfungsi sebagai pengembang atau pengontrol tekstur.

Namun, menurut ulasan kesehatan di EverydayHealth.com dalam artikel Is Sodium Acid Pyrophosphate Safe in Food? (Henry Halse, 2025; ditinjau medis oleh Kayli Anderson, RDN), Sodium Acid Pyrophosphate tergolong aman dalam batas tertentu, tetapi konsumsi berlebihan dapat berkontribusi pada ketidakseimbangan asupan fosfor. Asupan fosfat berlebih dalam jangka panjang dikaitkan dengan gangguan kesehatan, terutama pada individu dengan masalah ginjal.

Baking soda dan baking powder juga aman dalam kadar kecil, tetapi penggunaannya berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, mual, bahkan ketidakseimbangan elektrolit. Beberapa jurnal gizi juga menyebut konsumsi natrium berlebih berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Artinya, penggunaan zat aditif sebenarnya bukan solusi utama untuk membuat peyek renyah. Teknik dan komposisi bahan jauh lebih menentukan.

FAQ Seputar Peyek

1. Kenapa peyek saya sering berminyak?

Kemungkinan api terlalu kecil atau adonan terlalu encer.

2. Apakah wajib memakai santan?

Tidak. Tanpa santan justru lebih awet renyah.

3. Kenapa peyek cepat melempem setelah disimpan?

Biasanya karena belum benar-benar dingin saat dimasukkan ke wadah.

4. Apakah baking powder aman untuk peyek?

Aman dalam jumlah kecil, tetapi tidak diperlukan jika teknik sudah tepat.

5. Berapa lama peyek bisa tahan renyah?

Jika disimpan dalam wadah kedap udara dan benar-benar kering, bisa tahan 2–3 minggu.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |