Suaraga Ajak Cicipi Solo Living Lewat Wellness dan Musik di Taman Balekambang

16 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menyambut liburan sekolah, Solo akan menggelar Suaraga, festival yang memadukan musik, wellnes, komunitas, dan pengalaman kota di Taman Balekambang yang baru selesai direnovasi. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 4--5 Juli 2026 itu merupakan kolaborasi antara tiga entitas asal Jakarta, Boss Creator, MADHAUS, dan Vindes, dengan ragam komunitas lokal Solo.

Mengemban misi memperkenalkan Solo sebagai The Wellness City of Java, Suaraga tak berniat memindahkan nuansa Jakarta ke Surakarta. Justru, tradisi dan kearifan lokal setempat menjadi elemen utama penyelenggaraan kegiatan, khususnya terkait wellness, musik, dan bazar ekonomi kreatif. Wali Kota Solo Respati Ardi menyebutnya sebagai 'Solo Living'. 

"Kita cukup bersyukur kemarin kita mendapatkan apresiasi bahwa kita mengalahkan Yogyakarta sebagai kota beristirahat, kota pensiunan. Maka dari itu, hari ini kita melihat ekosistem Solo Living-nya itu harus ada," kata Ardi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 4 Mei 2026.

Terkait itu, Suaraga mengusung tiga kata kunci utama lewat penyelenggaraan acaranya, yakni suara, karya, dan raga yang merepresentasikan DNA ketiga entitas. Madhouse dikenal lewat suara, Boss Creator lewat ajang Pestapora dan event lainnya, sedangkan Vindes dikenal lewat karya dan raga.

"Kita ingin mencoba menggeser Kota Solo yang tadinya sebagai destination-based tourism, menjadi experience-based tourism dengan konsep Suaraga itu. Kita ingin menjadikan Kota Solo sebagai urban magnet yang memperkenalkan konsep wellness di Kota Solo kepada masyarakat urban atau mungkin masyarakat kota sendiri," jelas Laksamana Satrio AP, Co-Founder & Chief Business Officer dari Vindes.

Wellness yang dimaksud bukan semata mengikuti tren global, tapi berakar pada warisan budaya setempat. Pihaknya juga melibatkan anak muda Solo yang haus akan kebebasan berekspresi, berjejaring kreatif untuk menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

Aktivasi Pendahuluan Sebelum Suaraga

Sebelum event digelar, Suaraga akan menggelar beragam aktivasi bersama komunitas lokal berupa Mlaku Santai dan Pit-Pitan (city cycling experience). Hal itu untuk memperkenalkan audiens menikmati Solo dengan cara yang lebih santai, aktif, dan dekat dengan kehidupan kota.

Akan hadir pula sesi diskusi berbasis komunitas bersama Vincent Rompies dan Soleh Solihun yang membahas kreativitas dan dinamika industri kreatif saat ini. Sebagai bagian dari pengalaman kota, Suaraga juga menghadirkan berbagai elemen city branding di kawasan Jalan Slamet Riyadi, mulai dari artistic installation, environmental design, hingga wayfinding di beberapa titik strategis Kota Solo.

"Melalui pendekatan yang inklusif dan dekat dengan gaya hidup masa kini, Suaraga menjadi perpanjangan dari semangat yang kami bangun di Balai Suka untuk menghubungkan komunitas, kreativitas, dan budaya. Kami berharap inisiatif ini dapat membuka lebih banyak ruang kolaborasi di kota Solo khususnya, sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali terhubung dengan kota, budaya, dan komunitasnya," ujar Arthur, mewakili Balai Suka, komunitas kreatif Solo.

Aktivitas Raga di Suaraga

Hari utama penyelenggaraan akan menghadirkan sesi wellness sebagai pembuka hari, dimulai sejak pukul 7 pagi. Pengunjung dapat mengikuti aktivitas raga, mulai dari yoga, mat pilates, hingga senam kesegaran jasmani (SKJ) bersama para praktisi yoga, seperti Anjasmara, Laila Munaf, dan Amanda Tasning.

"Berlatih yoga di ruang terbuka itu menjadi priviledge tersendiri bagi masyarakat urban seperti Jakarta, karena udaranya yang relatif lebih bersih. Di Suaraga, yoga menjadi ruang untuk terhubung dengan diri sendiri, lingkungan, dan komunitas, sekaligus merasakan pertemuan antara wellness, budaya, dan kreativitas dalam satu pengalaman yang bermakna," kata Amanda dari Houm Studio.

Ada pula paket limited premium raga yang menghadirkan premium wellness experience bersama Rumah Atsiri yang terinspirasi dari filosofi keseimbangan hidup dalam budaya Jawa. Program itu menghadirkan pengalaman mengikuti Beksan Laku Jawi yang didefinisikan sebagai yoga Jawa, Laras Wening alias meditasi ala Jawa, dan Racik Candra Raksi yang merupakan praktik meracik aroma menggunakan minyak atsiri.

"Bagi kami, wellness yang berakar pada budaya adalah tentang kembali mengenali kearifan yang telah lama hidup di sekitar kita dan menerjemahkannya ke dalam pengalaman yang relevan bagi masyarakat saat ini," kata Natasha Clairine Mitarga, Direktur Rumah Atsiri Indonesia.

Konser Musik di Suaraga

Suaraga juga menghadirkan konser musik selama dua hari dengan deretan musisi kenamaan seperti Maliq & D'Essentials, Sore, Nadhif Basalamah, Silampukau, Fanny Soegi, Ali, Ucupop, serta Man Osman & Traffic Jam (Special Keroncong Set). Tiket tersedia dalam pilihan harian seharga Rp150.000 dan 2-Day Pass seharga Rp250.000. 

Riandika Winandatama, Direktur Boss Creator, menerangkan Suaraga sengaja digelar di Solo karena pengalaman menggelar pre-event Pestapora dua kali di kota itu. Ia menyebut antusiasme penonton begitu tinggi yang datang tak hanya dari Solo, tapi juga dari berbagai kota dan provinsi di sekitar Solo.

"Dari Jawa Timur itu bisa dijangkau 45 menit sampai 1 jam dengan motor. dan ada KRL juga, tiketnya sekitar Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu. Jadi, ada transportasi yang mendukung untuk ke venue," sambungnya. 

Tiket Suaraga sudah tersedia melalui Loket.com dengan pilihan:

Music Pass Daily — Rp150.000

Music Pass 2 Days — Rp250.000

Festival Pass Daily — Rp250.000

Festival Pass 2 Days — Rp450.000

Premium Raga Pass Daily — Rp1.000.000

*Harga belum termasuk pajak.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |