Spanduk Warung Pecel Lele di Bali Jadi Artistik dengan Projection Mapping

9 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah warung pecel lele sederhana di kawasan Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali, mendadak viral setelah disulap menjadi instalasi seni visual. Spanduk warung pecel lele yang biasanya hanya menggunakan bahan vinyl kini lebih berwarna dan terang menggunakan teknik projection mapping.

Adalah seniman visual Dian Yuniastu yang menggarap karya itu sebagai bagian proyek Warung Street Projection Mapping. Itu adalah rangkaian menuju acara Warung Terang hasil kolaborasi Filamen dan KL Festival di Kuala Lumpur pada 8--10 Mei dan 15--17 Mei 2026.

Karya tersebut menampilkan visual penuh warna yang diproyeksikan langsung ke bagian tenda warung, banner lalapan, hingga area meja makan. Warung yang biasanya identik dengan suasana sederhana berubah menjadi ruang visual bernuansa street art dan immersive art installation

Video instalasi itu kemudian ramai dibagikan di media sosial dan menarik perhatian warganet karena memadukan elemen keseharian masyarakat dengan teknologi seni digital. Dalam unggahan media sosialnya @dianyst_, Jumat, 2 Mei 2026, Dian membubuhkan keterangan, "This is my warung street projection mapping. Road to Warung Terang."

Karya itu juga memperlihatkan bagaimana ruang publik sederhana dapat menjadi medium seni alternatif tanpa harus menghilangkan identitas asli tempat tersebut. Lampu visual berwarna neon, animasi bergerak, serta efek digital yang diproyeksikan ke tenda warung menciptakan suasana baru bagi pengunjung maupun warga sekitar.

Mengenal Projection Mapping

Melansir Business News Daily, Sabtu, 9 Mei 2026, projection mapping atau pemetaan proyeksi ini merupakan teknik proyeksi visual yang memanfaatkan video dan cahaya untuk ditampilkan pada berbagai permukaan, seperti bangunan, panggung, landasan, hingga objek sehari-hari. Teknik ini membuat permukaan biasa berubah menjadi tampilan visual interaktif yang menyerupai instalasi seni digital.

"Pemetaan proyeksi membenamkan konsumen ke dalam sebuah pengalaman," kata Paul Whitney, produser eksekutif di bluemedia, sebuah perusahaan media yang mengkhususkan diri dalam aktivasi pengalaman untuk beberapa merek terbesar di dunia.

Dalam perkembangannya, projection mapping tidak lagi terbatas pada bidang datar. Teknologi dan perangkat lunak modern memungkinkan seniman visual memproyeksikan animasi ke berbagai bentuk dan tekstur objek sehingga menghasilkan ilusi visual yang lebih imersif dan dinamis.

Teknik ini juga banyak digunakan dalam industri kreatif dan pemasaran pengalaman (experiential marketing) karena mampu menghadirkan pengalaman visual yang lebih dekat dan berkesan bagi penonton. Saat ini, projection mapping kerap dimanfaatkan dalam konser musik, pertunjukan seni, peragaan busana, hingga instalasi ruang publik. 

Cara Kerja Projection Mapping

Projection mapping bekerja melalui beberapa tahapan penting sebelum visual ditampilkan ke permukaan objek. Dimulai dengan memilih media atau kanvas yang akan digunakan untuk proyeksi. Permukaan tersebut dapat berupa bangunan, panggung, tenda, hingga objek sehari-hari seperti banner warung atau meja makan.

Setelah menentukan objek utama, seniman visual akan merancang pencahayaan menggunakan perangkat lunak khusus projection mapping. Pada tahap ini, sistem menghitung tingkat kecerahan, bayangan, kepadatan piksel, hingga bentuk permukaan agar visual dapat tampil presisi mengikuti struktur objek.

Tahap berikutnya adalah pengembangan konten visual. Seniman kemudian membuat desain animasi, ilustrasi, dan efek visual yang akan diproyeksikan. Konten tersebut disusun agar dapat menyatu dengan bentuk asli objek sehingga menghasilkan ilusi visual yang lebih hidup dan dinamis.

Setelah proses desain selesai, seluruh perangkat dipasang langsung di lokasi acara. Seniman biasanya menggunakan grid atau pola penyelarasan untuk memastikan posisi proyeksi tetap rapi dan sesuai dengan permukaan objek yang digunakan. Sebelum ditampilkan ke publik, projection mapping akan melalui tahap uji coba dan penyesuaian akhir.

Strategi Kreatif untuk Perkuat Branding Bisnis

Projection mapping kini semakin banyak dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran visual karena mampu menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif dan berkesan bagi publik. Teknik ini dinilai efektif membantu brand menarik perhatian audiens melalui tampilan visual imersif yang sulit ditemukan pada media promosi konvensional.

Dalam praktiknya, projection mapping membutuhkan biaya produksi yang tidak sedikit berkisar USD 150.000 (setara Rp2,6 milliar), karena melibatkan tim kreatif, teknisi visual, perangkat proyektor, hingga kebutuhan logistik di lokasi acara. Namun, banyak perusahaan menilai investasi tersebut sebanding dengan dampak promosi yang dihasilkan, terutama dalam meningkatkan eksposur dan keterlibatan audiens.

Efek visual yang unik membuat projection mapping mudah menarik perhatian pengunjung sekaligus memicu interaksi di media sosial, Banyak pengunjung yang merekam dan membagikan pengalaman tersebut secara daring sehingga membantu memperluas jangkauan promosi sebuah brand atau acara.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |