Saat Buttonscarves Menerjemahkan Esensi The Devil Wears Prada 2 dalam Koleksi Kolaborasi

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - The Devil Wears Prada 2 tidak sekadar film. Bagi Buttonscarves, film sekuel yang resmi tayang pada 1 Mei 2026 itu adalah inspirasi untuk koleksi terbaru mereka.

"Kolaborasi ini sangat spesial bagi kami karena The Devil Wears Prada bukan sekadar film, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya fesyen itu sendiri," kata Linda Angrea, CEO Buttoscarves, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 7 Mei 2026.

Linda menerangkan bahwa lewat kolaborasi dua brand lintas bidang, pihaknya ingin menerjemahkan cerita yang ikonis menjadi sesuatu yang bisa dirasakan oleh para pelanggannya. Kolaborasi itu juga memberi kisah perayaan satu dekade Buttonscarves menjadi lebih berwarna.

Koleksi itu dibuka dengan peluncuran The Editor Square pada 24 April 2026 sebagai koleksi pertama. Linda menjelaskan bahwa koleksi tersebut dirancang dengan memadukan signature handwritten khas Buttonscarves dan motif houndstooth klasik untuk menghadirkan identitas visual yang kuat, modern, sekaligus familiar.

Koleksi kolaborasi kemudian berkembang ke kategori yang lebih luas, mencakup apparel, aksesori, dan tas. Apparel hadir melalui tailored shirts, siluet oversized, serta desain puff sleeve untuk menciptakan keseimbangan antara struktur dan sentuhan feminin. Kesan glamor begitu kuat terpancar dari koleksi tersebut.

Sementara, aksesori dihadirkan melalui Elia Sunglasses Chain yang dirancang multifungsi, serta Joy Bag Small dan Alba Bag yang diinterpretasikan kembali untuk melengkapi tampilan yang terinspirasi gaya editorial namun tetap relevan untuk keseharian.

"Koleksi ini menjadi pertemuan antara fesyen modern dan budaya masa kini, dengan menerjemahkan karakter kuat yang terinspirasi dari film tersebut ke dalam rangkaian desain yang dekat dengan keseharian," ujar Linda.

Makna 10 Tahun Perjalanan Buttonscarves

Dalam penjelasan terpisah kepada Lifestyle Liputan6.com, beberapa waktu lalu, Linda menjelaskan bahwa satu dekade Buttonscarves memberi pengalaman berharga bagi brand modest lokal itu, utamanya terkait menjaga konsistensi brand di tengah perubahan tren yang sangat cepat.

"Selain itu, mempertahankan kualitas produk, supply chain, serta memastikan relevansi dengan berbagai generasi konsumen," imbuh dia.

Sejauh ini, pihaknya percaya diri dengan konsistensi identitas brand dan kedekatan dengan komunitas sebagai kekuatan utama mereknya. Apalagi, mereka berinvestasi pada kedekatan emosional dengan pelanggan sejak awal, selain memastikan bahwa produk yang ditawarkan relevan dengan kebutuhan konsumen mereka.

"Kami juga terus menjaga diferensiasi melalui kualitas, desain yang khas, serta kampanye yang kuat dan relevan. Kami melihat kehadiran brand baru sebagai bagian dari perkembangan industri yang positif, sehingga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan nilai lebih bagi customer," sambung dia.

Proyeksi Tren Modest Fashion ke Depan

Linda menilai modest fashion ke depan akan semakin berkembang ke arah yang lebih global, versatile, dan lifesyle-driven. Artinya, tidak hanya sebagai kebutuhan berpakaian, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi diri.

"Karena itu, kami terus beradaptasi dengan menghadirkan inovasi dari sisi desain, storytelling, hingga pengalaman brand yang lebih menyeluruh," ia menjelaskan.

Meretas jalan ke pasar global, Buttonscarves yang saat ini sudah cukup mapan di Malaysia, mulai mematangkan eksistensi juga di Singapura sebagai bagian memantapkan posisi di kawasan Asia Tenggara. Sembari itu, pihaknya terus mengekplorasi peluang di negara-negara lain yang memiliki potensi pasar modest fashion yang kuat. 

"Kami ingin membawa Buttonscarves menjadi brand yang tidak hanya dikenal di Asia Tenggara, tetapi juga semakin relevan di pasar internasional, dengan strategi yang disesuaikan dengan karakter masing-masing market," sahutnya seraya menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui ritel, tetapi juga kolaborasi, aktivasi brand, serta penguatan awareness secara global.

Capaian Film The Devil Wears Prada 2

Sejak tayang di bioskop, dikutip dari Variety, The Devil Wears Prada 2 langsung menduduki puncak box office Amerika Utara. Pada akhir pekan pembukaannya, The Devil Wears Prada 2 menghasilkan pendapatan sekitar USD 233,6 juta di seluruh dunia. Angka ini termasuk USD 77 juta di dalam negeri dan USD 156,6 juta di internasional.

Pencapaian ini menempatkannya di antara debut bioskop terkuat pada 2026, menghasilkan 72 persen dari total pendapatan box office film pertamanya sebesar USD 326 juta, dengan anggaran produksi sekitar USD 100 juta. Kesuksesan finansial The Devil Wears Prada 2 pada akhir pekan pembukaannya merupakan bukti kuat daya tarik waralaba ini.

Dengan pendapatan kotor global sebesar USD 233,6 juta, film ini tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai salah satu film terlaris di awal 2026, tetapi juga menunjukkan bahwa kisah dunia mode dan intriknya tetap sangat relevan bagi penonton. Aline Brosh McKenna, penulis skenario film pertama, kembali menulis skenario untuk sekuel ini, memastikan kesinambungan narasi dan karakter.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |