Pangeran William Disebut Temperamental, Bikin Raja Charles Ketakutan

23 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Di balik sikapnya yang hangat dan protektif pada istrinya, Kate Middleton, dan anak-anaknya, Pangeran William dilaporkan punya sifat temperamental. Hal itu, menurut penulis biografi kerajaan Christopher Andersen, memperumit hubungannya dengan ayahnya, Raja Charles.

Andersen yang baru-baru ini menerbitkan buku tentang Putri Wales mengatakan bahwa William 'mampu mengamuk dengan sangat keras' dan terkadang 'menakuti' raja yang berusia 77 tahun itu. "Ketika dia frustrasi, dia memang akan berteriak [kepada raja]," kata seorang mantan staf Highgrove House, kediaman pedesaan Charles, kepada Andersen, seperti dilansir Page Six.

"William memiliki suara yang sangat keras dan menggelegar. Jauh lebih keras daripada suara ayahnya, jadi itu bukan sesuatu yang akan segera Anda lupakan," sambungnya.

Biografi baru Andersen, Kate! The Courage, Grace, and Power of the Woman Who Will be Queen, dirilis pada Selasa, 5 Mei 2026. Namun, penulis ini bukanlah orang dalam kerajaan pertama yang menyoroti temperamen calon raja tersebut.

Adik laki-laki William, Pangeran Harry, mengenang pertengkaran sengitnya dengan kakaknya mengenai Meghan Markle dalam memoarnya pada 2023, Spare. Menurut Duke of Sussex, konflik tersebut meningkat hingga William "mencengkeram kerah bajuku, merobek kalungku, dan ... menjatuhkanku ke lantai."

Harry mendarat di atas mangkuk anjing, "yang retak di bawah punggungku, pecahannya melukaiku." Kedua saudara itu saat ini berselisih dan hampir tidak berbicara sejak Harry dan Meghan meninggalkan Inggris pada awal 2020.

Menurut Andersen, temperamen William yang meledak-ledak tak jauh berbeda dari sang ayah. Charles disebut juga 'memiliki temperamen seperti Gunung Vesuvius'.

Dikaitkan dengan Epstein Files

Terpisah, organisasi amal yang didirikan Pangeran William, Earthshot Prize, dikaitkan dengan Epstein Files. Pasalnya, organisasi itu menerima aliran dana dari DP World, sebuah perusahaan bernilai miliar dolar yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

CEO DP World, Sultan Ahmed bin Sulayem disebutkan dalam salah satu dari tiga juta berkas Jeffrey Epstein yang dibuka oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Dalam email April 2009 yang dirilis, Epstein menulis, "Di mana kamu? Apakah kamu baik-baik saja? Aku menyukai video penyiksaan itu." 

Mengutip People, Jumat, 13 April 2026, penerima email tersebut sebelumnya dirahasiakan, tetapi setelah anggota Kongres diizinkan untuk melihat bukti yang tidak dirahasiakan minggu ini, anggota kongres Thomas Massie mengonfirmasi bahwa email tersebut dikirim ke Sulayem.

Temuan itu dijadikan dasar Republic, kelompok anti-monarki, melaporkan organisasi amal Pangeran William ke Komisi Amal Inggris pada Rabu, 11 Februari 2026. Pangeran William merupakan wajah publik Earthshot, badan amal yang berfokus pada lingkungan dan berdiri pada 2020.

Organisasi Amal Pangeran William Diminta Transparan

Republic menulis di situs webnya bahwa DP World adalah "mitra pendiri" Earthshot Prize dan telah menyumbangkan setidaknya USD 1,3 juta kepada organisasi tersebut. Mereka menambahkan bahwa 'Sulayem dan William telah terlihat bersama lebih dari satu kali, dengan Sulayem menunjukkan dukungan langsungnya untuk badan amal tersebut'.

"Kesungguhan masalah ini membutuhkan penyelidikan penuh dan komprehensif," kata Republic.

CEO Republic, Graham Smith, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "William memiliki banyak pertanyaan yang harus dijawab tentang apa yang dia ketahui tentang Andrew dan Epstein. Dan sekarang dia harus menjelaskan hubungannya dengan Sulayem."

"Tidak masuk akal untuk percaya bahwa Kementerian Luar Negeri, dinas keamanan, atau penasihat lainnya tidak mengetahui karakter Sulayem dan akan dapat memberikan nasihat yang sesuai," lanjutnya.

"Earthshot berkewajiban untuk melakukan uji tuntas, untuk mengajukan pertanyaan tentang para donatur dan dari mana uang itu berasal. Apakah mereka melakukan itu di sini? Jika demikian, apakah William mengabaikan pertimbangan mereka yang lebih baik?" "Dalam konteks skandal yang semakin meluas ini, kita membutuhkan jawaban," tambah Smith.

Kekayaan Pangeran William

Terlepas dari berbagai masalah, gaji tahunan Pangeran William naik pada tahun lalu, berdasarkan Laporan Tahunan Terpadu 2025 yang diterbitkan Kadipaten Cornwall pada Juni 2025. Pangeran William menerima pendapatan tahunan sebesar USD 30 juta, sekitar Rp502 miliar, untuk tahun kedua dari Kadipaten Cornwall. Kadipaten itu adalah gelar dan wilayah yang diwarisinya ketika ayahnya, Raja Charles, naik tahta pada 2022.

Laporan tersebut juga menerangkan surplus yang dapat didistribusikan sebesar 22,9 juta pound sterling (USD 30,9 juta) untuk tahun keuangan 2024-2025, tahun kedua Pangeran William sebagai Adipati Cornwall. Jumlah ini mencakup pengeluaran resmi, amal, dan pribadi Pangeran William, Kate Middleton, dan ketiga anak mereka.

Mengutip People, Rabu, 31 Desember 2025, sebagai anggota keluarga kerajaan yang bekerja, Pangeran Wales tidak menerima pendapatan tradisional. Sebaliknya, pengeluaran tahunannya sebagian besar ditanggung oleh Kadipaten Cornwall, sebuah wilayah yang didirikan oleh Raja Edward III pada 1337 untuk menyediakan dana bagi pewaris takhta.

Wilayah yang luas itu bernilai lebih dari USD 1 miliar, mencakup 130.000 hektare di 23 wilayah di Inggris dan Wales dan meliputi tanah, pertanian, rumah, dan aset lainnya untuk mendukung pewaris dan keluarganya. Melihat ke masa depan, menurut Laporan Dampak Terpadu 2025, Kadipaten Cornwall masih fokus pada 'menjadi wilayah dengan emisi nol bersih pada akhir 2032'.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |