Menhut Raja Juli Gandeng NGO Amerika Serikat Kelola 4 Taman Nasional di Indonesia

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menandatangani Joint Statement bersama Robert Menzi, Executive Vice President dan Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society (WCS), sebuah NGO asal Amerika Serikat yang berfokus pada konservasi satwa liar dan habitatnya, saat mengunjungi Kebun Binatang Bronx, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam siaran pers yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Kamis (14/5/2026), joint statement itu mendukung pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional yang bertujuan mendorong pengelolaan kawasan konservasi yang efektif, tangguh, dan berkelanjutan secara finansial. Dengan kerangka kerja sama itu, WCS akan melanjutkan dukungan teknis dan kelembagaan pada empat taman nasional percontohan.

Keempat taman nasional itu - Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Manusela, dan Taman Nasional Gunung Leuser - itu memiliki ekosistem unik dan keanekaragaman hayati tinggi yang memberikan jasa lingkungan penting bagi masyarakat sekitar.

Dalam pernyataan bersama tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia Biodiversity Fund (IBioFund) diposisikan sebagai mekanisme pendanaan yang siap mendukung visi Task Force. Melalui peran tersebut, IBioFund diharapkan dapat mengarahkan pembiayaan konservasi yang lebih terukur dan berkelanjutan guna memperkuat pengelolaan taman nasional serta mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap alokasi anggaran tahunan pemerintah.

"Melalui kolaborasi ini, Indonesia ingin memperkuat langkah-langkah konkret agar upaya konservasi dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional. Kami menyambut baik keberlanjutan kemitraan dengan WCS dalam mendukung prioritas konservasi Indonesia serta menjaga warisan alam bagi generasi mendatang," ujar Menhut.

Tinjau Kebun Binatang di AS

Sebagai bagian dari kunjungan, delegasi Indonesia juga meninjau pengelolaan Bronx Zoo yang dikelola WCS untuk melihat secara langsung integrasi antara konservasi, riset ilmiah, edukasi publik, pemberdayaan masyarakat, serta keterkaitan pendekatan ex-situ dan in-situ dalam mendukung pemulihan populasi satwa liar di habitat alaminya.

Menhut menyampaikan bahwa hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang berperan penting bagi keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, dan kesejahteraan masyarakat. Sementara, Menzi mengapresiasi kemitraan jangka panjang dengan Indonesia.

"WCS sangat menghargai kemitraan jangka panjang dengan Kementerian Kehutanan dan menantikan perluasan kerja sama di Indonesia. Bersama-sama, kami ingin mendorong berbagai inisiatif konservasi yang berdampak nyata bagi ketahanan hutan, perlindungan satwa liar, dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang," ujarnya.

Sebelumnya, Menhut mengumumkan 13 taman nasional dijadikan proyek percontohan untuk dikembangkan menjadi kawasan koservasi berkelas dunia melalui skema pembiayaan inovatif. Menurut dia, pengelolaan Taman Nasional tersebut, harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem perlindungan hutan.

APBN Tak Cukup Danai Operasional Taman Nasional

"Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita tanpa bantuan masyarakat. Jadi sekali lagi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional," kata Raja Juli, Sabtu, 2 Mei 2026, dikutip dari kanal News Liputan6.com.

Menhut mengatakan pendekatan ecology before tourism diterapkan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Karenanya, kehadiran Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional bukan bertujuan untuk mengkomersialkan Taman Nasional kepada pihak swasta. Sebaliknya, mereka bertujuan memprioritaskan kelestarian ekologi.

"Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam, sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat," jelas dia.

Terpisah, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Kehutanan Prof. Satyawan Pudyatmoko mengklaim bahwa APBN hanya bisa memenuhi 30 persen dari total dana operasional yang dibutuhkan Taman Nasional di Indonesia.

"Dari APBN itu hanya sekitar 30 persen dan masih sangat sedikit anggaran kita per hektare kalau dibandingkan dengan Taman Nasional-Taman Nasional yang ada di luar negeri," kata Satyawan dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Daftar 13 Taman Nasional Percontohan

Satgas itu diketuai Hashim Djojohadikusumo, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional pada 16 April 2026. Ia mengklaim bahwa posisinya merupakan cerminan tekad Presiden Prabowo Subianto untuk merevitalisasi dan melestarikan taman nasional.

"Taman Nasional ini aset bangsa Indonesia," ujar Hashim.

Selain Hashim sebagai ketua, Menhut Raja Juli Antoni menjabat sebagai Wakil Ketua bidang Regulasi Raja Juli Antoni dan Mari Elka Pangestu sebagai Wakil Ketua  bidang Investasi. Berikut daftar 13 Taman Nasional prioritas berdasarkan kategorinya:

1. Mountain Ecosystem, yaitu Bromo Tengger Semeru, Rinjani, dan Lorentz

2. Marine Ecosystem, yaitu Wakatobi, dan Komodo

3. Iconic Species and High Carbon Value, yaitu Tanjung Puting, Ujung Kulon, Way Kambas

4. Lowland/Upland Ecosystem, yaitu Sebangau, dan Gunung Leuser

5. Karst Ecosystem, yaitu Manusela.

6. Community Participation and access, yaitu Mutis Timau dan Memberamo Foja.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |