Mengenal Sintered Stone, Material Mirip Marmer tapi Lebih Praktis Perawatannya

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Dunia arsitek dan interior makin berwarna dengan inovasi material bangunan premium yang tampilannya mirip marmer. Disebut sintered stone, itu adalah material permukaan modern yang mulai populer di industri hunian sekitar awal 2010-an dan kini banyak digunakan pada rumah modern.

"Konsumen kini semakin cerdas, mereka tidak hanya melihat desain, tetapi juga daya tahan dan sustainability. Sintered stone hadir di titik temu antara estetika premium dan kebutuhan praktis sehari-hari," kata Direktur Marketing Platinum Ceramics Group, Jali Wijaya, kepada Lifestyle Liputan6.com di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Sintered stone terbuat dari mineral alami seperti kuarsa, feldspar, silika, dan tanah liat yang dipadatkan dengan tekanan serta suhu sangat tinggi. Proses tersebut menghasilkan material yang sangat kuat, tahan panas, tahan gores, dan tidak mudah menyerap noda. Dengan tampilan mirip marmer, sintered stone punya kelebihan karena lebih praktis dirawat.

Sintered stone tidak hanya dipakai untuk lantai, tetapi juga dinding interior, countertop dapur, kitchen island, kamar mandi, meja dan furnitur, hingga fasad bangunan. Karena tahan UV dan cuaca, material itu juga cocok untuk area luar ruang.

Menurut Jali, peminat utama sintered stone biasanya pemilik rumah modern premium, pasangan muda urban, desainer interior dan arsitek, hingga pengembang properti kelas atas. "Mereka menyukai material ini karena tampilannya elegan, minim sambungan, dan awet untuk jangka panjang," sambungnya.

Pengaplikasian Sintered Stone di 2 Tipe Bangunan

Jali menyatakan bahwa secara umum, penerapan sintered stone dapat dilihat pada dua sektor utama, yaitu sektor residensial dan sektor komersil maupun ruang publik. Pada sektor hunian tinggal, pemilik menggunakan material ini untuk mengejar aspek estetika yang abadi.

"Pengaplikasiannya mencakup fasad eksterior yang tahan cuaca, dinding aksen interior yang futuristik, hingga top table dapur yang tahan panas dan noda," katanya.

Sementara di sektor komersial dan ruang publik, material itu merepresentasikan profesionalisme. Contoh adaptasi kreatif ini terlihat pada Living Gallery Titanium Semarang yang berkolaborasi dengan kedai kopi Blue Doors. Integrasi ini menciptakan ekosistem kolaboratif di mana arsitek dan desainer dapat mengeksplorasi ide proyek desain unggulan di tengah suasana yang inspiratif.

Melalui konsep "A Living Gallery Unveiled", ruang itu bukan sekadar tempat pameran, melainkan sebuah pusat inspirasi yang mengadopsi elemen desain Timeless Elegance. Desainer menggunakan palet warna perak, abu-abu, dan dark tone untuk mendefinisikan ulang standar kemewahan modern.

Cara Memilih Sintered Stone

Sebagai evolusi material bangunan, sintered stone membawa spesifikasi teknis yang melampaui batu alam tradisional maupun marmer porus, di antaranya:

● Presisi Permukaan (Flatness): Menjamin tingkat kerataan yang sempurna untuk tampilan akhir yang presisi.

● Inovasi GritTech+: Teknologi ini menghasilkan permukaan dengan kejernihan serupa cermin (mirror-like surface) yang tajam.

● Ketahanan: Memiliki ketahanan tinggi terhadap goresan (scratch resistant) dan noda (stain resistant), memberikan proteksi jangka panjang pada permukaan material.

● Format Big Slab: Koleksi berukuran 120 x 240 cm memungkinkan desain seamless dengan sambungan minimal.

● Efisiensi Pemeliharaan: Sangat mudah dirawat tanpa memerlukan proses sealing berkala.

Meski begitu, Jali menyoroti beberapa hal penting yang harus diperhatikan konsumen saat memilih sintered stone, yakni:

- Sesuaikan dengan area penggunaan

- Pilih ketebalan yang tepat

- Perhatikan finishing (matte, polished, textured)

- Cek kualitas dan sertifikasi produk

- Pastikan pemasangan dilakukan tenaga profesional

- Untuk area basah atau lantai, pilih permukaan anti-slip agar lebih aman.

Cara Bersihkan Marmer Tak Bisa Sembarangan

Berbeda dengan sintered stone, marmer, sebagai batuan metamorf berpori, lebih rentan terhadap noda dan goresan. Karena itu, penting bagi setiap pemilik rumah untuk memahami cara bersihkan lantai marmer dengan benar. Perawatan yang tepat akan mencegah lantai menjadi kusam, rusak, atau kehilangan pesonanya akibat paparan zat yang salah atau metode pembersihan yang kasar.

Pembersihan rutin adalah kunci utama untuk menjaga keindahan lantai marmer dan mencegah penumpukan kotoran yang sulit dihilangkan. Kegiatan menyapu dan mengepel secara teratur sangat membantu dalam menjaga kebersihan permukaan marmer.

Alat yang direkomendasikan untuk membersihkan permukaan marmer adalah sapu dengan bulu sikat lembut atau dust mop untuk membersihkan debu tanpa menggores. Selain itu, kain pel microfiber atau kain lembut sangat disarankan karena efektif mengangkat kotoran dan aman bagi permukaan marmer.

Bisa juga menggunakan vacuum cleaner dengan bulu sikat lembut setiap hari atau beberapa kali seminggu untuk menghilangkan debu, pasir, dan kotoran kecil. Hindari penggunaan vacuum cleaner dengan roda atau selang yang dapat menggores lantai marmer, karena ini dapat merusak kilau alaminya.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah penggunaan alas kaki dalam ruangan untuk mengurangi kotoran yang menempel pada lantai. Kebiasaan ini dapat meminimalisir akumulasi debu dan partikel yang berpotensi menggores.

Selain itu, segera bersihkan tumpahan, terutama zat asam seperti minyak, jus, atau wine, agar tidak meninggalkan noda permanen. Tumpahan yang dibiarkan terlalu lama dapat meresap ke dalam pori-pori marmer dan sulit dihilangkan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |