Gaun Unik Berbahan 500 Roti Curi Perhatian di African Film Awards

15 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Africa Magic Viewers’ Choice Awards (AMVCA) digelar meriah di Nigeria, Afrika dan sekali lagi membuktikan posisinya sebagai salah satu ajang paling bergengsi dalam dunia film dan mode Afrika. Gelaran AMVCA ke-12 yang dipenuhi penampilan gaun unik para selebritas ini berlangsung di Eko Hotel and Suites, Lagos.

Melansir BBC, Selasa, 12 Mei 2026, acara yang kerap disebut sebagai malam terbesar Afrika ini tidak hanya menjadi perayaan bagi industri perfilman, tetapi juga panggung mode spektakuler yang dipenuhi penampilan glamor para selebritas. Salah satu penampilan paling mencuri perhatian di karpet merah AMVCA 2026 datang dari bintang reality show Queen Mercy Atang.

Ia tampil mengenakan gaun unik yang disebut terbuat dari lebih dari 500 roti, menjadikannya salah satu busana paling viral sepanjang malam penghargaan tersebut. Penampilan Mercy semakin dramatis dengan kehadiran dua pelayan yang membawa nampan berisi roti di sekelilingnya. Beberapa asistennya juga terlihat membantu membawa bagian gaun berukuran besar itu saat melintasi karpet merah karena desainnya membuat Atang cukup kesulitan bergerak bebas.

Dalam wawancaranya dengan BBC, Queen Mercy Atang menjelaskan bahwa busana tersebut sengaja dirancang sebagai bentuk promosi untuk bisnis rotinya. Ia menegaskan bahwa konsep tersebut bukan sekadar untuk mencari sensasi, melainkan strategi pemasaran yang ingin menarik perhatian publik.

"Tempat apa lagi yang lebih baik untuk mengiklankan bisnis saya selain AMVCA?" ujar Mercy.

Gaun unik tersebut merupakan karya desainer ternama Toyin Lawani dari Tiannah’s Empire. Melalui unggahan di Instagram, Lawani menyebut konsep tersebut sebagai awal dari tren baru, yakni para pelaku usaha mengenakan produk bisnis mereka sendiri di ajang publik besar.

Penampilan Atang langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet memuji kreativitas dan keberaniannya, bahkan menyebut gaun tersebut sebagai definisi nyata mempromosikan bisnis dengan penuh percaya diri.

Nana Akua Addo Tampil Dramatis dengan Gaun Terinspirasi Katedral

Selain Atang, bintang fashion asal Ghana, Nana Akua Addo, juga menjadi salah satu selebritas dengan penampilan paling dramatis di ajang AMVCA. Ia tampil memukau dengan gaun perak berarsitektur yang terinspirasi dari Katedral Cologne di Jerman.

Gaun tersebut hadir dengan desain rumit dan detail artistik menyerupai bangunan katedral, mulai dari ornamen jendela bergaya lukisan tangan hingga tambahan struktur berbentuk menara. Penampilannya semakin mencuri perhatian dengan aksesori perak yang serasi, sementara beberapa anggota timnya terlihat membantu membawa bagian gaun yang berukuran besar saat berjalan di karpet merah.

Desainer busana tersebut, Abasswoman, mengungkapkan kepada BBC bahwa proses pengerjaan gaun dimulai sejak November 2025 dan baru selesai dua hari sebelum acara berlangsung.

Menurut tim desain, konsep busana itu terinspirasi dari kemegahan arsitektur Katedral Cologne. Gaun tersebut dirancang untuk merefleksikan detail artistik, kemewahan, dan keahlian tinggi yang identik dengan bangunan ikonik tersebut.

Kemenangan Emosional Bucci Franklin lewat To Kill a Monkey

Di tengah kemeriahan fesyenn dan sorotan karpet merah AMVCA 2026, salah satu momen paling emosional malam itu datang dari aktor Bucci Franklin. Ia berhasil membawa pulang penghargaan Aktor Pendukung Terbaik berkat perannya sebagai “Oboz” dalam film To Kill a Monkey.

Dalam film tersebut, Franklin memerankan seorang bos kejahatan siber yang dikenal berisik, keras, tetapi sangat loyal. Karakter “Oboz” digambarkan kuat dengan identitas jalanan khas Benin, Nigeria, yang membuat penampilannya terasa autentik dan dekat dengan penonton.

Untuk mendalami peran tersebut, Franklin mengaku mempelajari berbagai aspek budaya Benin, mulai dari tokoh-tokoh lokal berpengaruh, musik, hingga detail dialek yang digunakan karakter. Pendekatan itu menuai pujian dari banyak penonton karena dianggap menghadirkan karakter yang realistis dan kuat secara emosional, khususnya bagi masyarakat di wilayah Delta Niger.

Dalam wawancaranya dengan BBC usai menerima penghargaan, Franklin mengatakan bahwa karakter tersebut sebenarnya sangat berbeda dari kepribadiannya di kehidupan nyata. Meski begitu, ia merasa bersyukur telah menerima peran tersebut karena memberinya pengalaman berharga sebagai aktor.

Linda Ejiofor Cetak Sejarah dengan Dua Penghargaan Sekaligus

Aktris Linda Ejiofor juga disorot di AMVCA 2026 setelah berhasil mencetak sejarah sebagai orang pertama yang memenangkan dua kategori akting sekaligus dalam satu malam. Ejiofor membawa pulang penghargaan Aktris Utama Terbaik berkat penampilannya dalam The Serpent’s Gift, serta Aktris Pendukung Terbaik lewat film The Herd. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu pemenang terbesar dalam ajang penghargaan tahun ini.

Dalam wawancaranya dengan BBC usai menerima penghargaan, Ejiofor mengaku awalnya hanya berharap bisa memenangkan satu kategori. Namun, sang suami disebut terus berusaha menenangkan rasa gugupnya sebelum acara dimulai dengan mengatakan bahwa ia berpeluang membawa pulang kedua penghargaan sekaligus. "Dan ternyata dia benar," ujar Ejiofor sambil tersenyum.

Momen kemenangan itu terasa semakin emosional ketika Ejiofor mendedikasikan penghargaan tersebut untuk keluarganya. Ia juga mengenang peran besar sang ibu yang membantunya mempelajari pelafalan bahasa Igbo hingga dirinya merasa percaya diri saat memerankan karakter dalam film tersebut.

Kemenangan Linda Ejiofor mendapat banyak pujian dari penggemar dan pelaku industri film yang menilai pencapaiannya sebagai salah satu momen paling bersejarah di AMVCA tahun ini.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |