Diserang Fans Jisoo BLACKPINK, Desainer Belgia Bikin Klarifikasi

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Desainer Belgia, Benjamin Voortmans, mengklarifikasi tudingan soal gaun pinjaman yang belum dikembalikan dan menyeret nama Jisoo BLACKPINK. Tak tahan terus diserang fans Jisoo di media sosial, pendiri merek fesyen Judassime itu merilis pernyataan panjang di media sosialnya.

Ia memulainya dengan kalimat, "Terima kasih atas pengertian Anda terhadap situasi ini. Dalam pernyataan tersebut, sang desainer mengatakan, "Saya ingin mengklarifikasi secara publik situasi terkait Jisoo dan perusahaannya, BLISSOO," seraya menegaskan bahwa ia  bertanggung jawab atas caranya mengangkat isu ini secara publik.

Ia menegaskan bahwa, 'baik Jisoo maupun BLISSOO tidak pernah mencuri, menangani, mengirim, atau menyimpan sendiri pakaian apa pun'. Ia juga menekankan, "Tidak pernah ada niat saya untuk menuduhnya secara langsung melakukan hal tersebut."

Mengutip KBizoom, Sabtu (9/5/2026), Bortmans menjelaskan bahwa pakaian tersebut awalnya dikirim dari Paris ke Korea Selatan untuk pemotretan terkait Jisoo yang dijadwalkan berlangsung Desember 2025. Namun, menurutnya, pemotretan tersebut ditunda beberapa kali, hingga berbulan-bulan berlalu tanpa pakaian tersebut dikembalikan atau komunikasi yang jelas diberikan.

Terlepas dari kekecewaan sebelumnya, sang desainer menyatakan bahwa ia kini telah menerima konfirmasi bahwa pakaian tersebut akan dikembalikan. Ia menjelaskan, "Faktur yang saya kirimkan ke tim hanya akan tetap belum dibayar jika pakaian tersebut tidak dikembalikan."

Desainer tersebut juga mengakui bahwa insiden tersebut berdampak besar pada mereknya. Ia berbagi, "Pakaian-pakaian ini sangat berharga baik secara emosional maupun finansial."

Diserang Penggemar Jisoo

Ia meminta publik untuk memisahkan artis itu dari masalah komunikasi seputar situasi tersebut, sambil juga mengakui bahwa insiden tersebut benar-benar memengaruhi bisnis dan karya kreatifnya. "Penundaan yang lama dan kurangnya komunikasi yang jelas tidak hanya memengaruhi pekerjaan saya tetapi juga peluang di masa depan." 

Sebelumnya, Voortmans secara terbuka mengklaim bahwa pihak Jisoo gagal mengembalikan pakaian yang dipinjam. Ia menyatakan bahwa bahkan setelah mengirimkan kontrak dan faktur serta mencoba tindakan hukum, ia tidak menerima tanggapan.

Pada saat itu, ia secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya, mengatakan ia berharap 'seseorang dari tim itu akan sadar dan mengirimkan barang-barang saya kembali'. Namun, setelah nama Jisoo secara langsung dikaitkan dengan kontroversi tersebut, masalah ini dengan cepat meningkat di dunia maya.

Saat kritik terhadap penyanyi tersebut semakin intensif, sang desainer kemudian mengunggah video tambahan yang mengklarifikasi bahwa ia tidak pernah bermaksud menyerang Jisoo secara pribadi. Bortmans mendesak orang-orang untuk berhenti meninggalkan komentar kebencian yang berlebihan yang ditujukan kepada Jisoo.

Kasus Jisoo Bukti Nyata Kekuatan Fandom

Dengan 80 juta pengikut di Instagram saja, Jisoo tentu saja memiliki jutaan penggemar setia. Karena itu, lewat media sosialnya, Voortmans mengatakan, "Ini hanyalah kesalahpahaman besar antara saya atau para penggemar, secara online, saya kira.”

Mengutip WWD, reaksi negatif yang dihadapi Voortmans bukanlah kejutan bagi Susan Kresnicka, pendiri dan presiden KR&I dan divisi khusus mereka, The Fandom Institute. Ia menyebut hal yang dialami desainer itu merupakan kasus yang sangat kuat tentang kekuatan penggemar dan fandom.

"Tidak ada keraguan dalam pikiran saya, terutama akhir-akhir ini, bahwa penggemar menyadari kekuatan yang mereka miliki dan mereka akan menggunakannya untuk membela idola mereka," ucap Kresnicka.

Hubungan parasosial — pengabdian sepihak yang dimiliki penggemar terhadap selebriti dan tokoh publik lainnya — juga mendorong pengeluaran konsumen di beberapa kalangan. Selain itu, 75 persen penggemar mengatakan bahwa terlibat dalam budaya penggemar sama menyenangkannya, atau bahkan lebih menyenangkan, daripada terlibat dengan konten itu sendiri, menurut sebuah studi 2025 oleh Carat US dan platform Fandom.

Terseret Kasus Hukum Kakaknya

Sebelum tersangkut konflik dengan desainer Belgia, Jisoo lebih dulu disangkutpautkan dengan kasus hukum yang membeli kakak laki-lakinya. Ia akhirnya bersuara lewat agensinya, terkait isu santer yang menyebut bahwa sang kakak sedang menjalani proses hukum karena kasus pelecehan seksual.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis kuasa hukum pada Senin, 20 April 2026, agensi Blissoo (secara resmi ditulis sebagai BLISSOO) menekankan bahwa aktris sekaligus idol K-Pop tersebut sama sekali tak ada hubungannya dengan isu tersebut. 

"Kami pengacara Eun Hyun Ho dari Kim & Chang, perwakilan hukum Blissoo. Kami sangat menyesalkan penyebaran konten serampangan yang mengaitkan artis dan Blissoo dengan masalah terkait keluarga, serta beredarnya informasi palsu yang merusak reputasi sang artis melalui pemberitaan media tertentu, komunitas online, dan media sosial," begitu pernyataan pihak kuasa hukum, dilansir dari Soompi. 

Di awal pernyataan, tim kuasa hukum menegaskan bahwa isu yang beredar di media massa banyak yang merupakan spekulasi yang belum diverifikasi, bahkan ada pula yang benar-benar merupakan klaim palsu.  Tim kuasa hukum juga menekankan bahwa hubungan Jisoo terpisah dari keluarganya sejak menjalani hidup sebagai trainee di usia muda.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |