Festival Purnama Waisak 2026 di Candi Borobudur, Simak Aturan dan Larangan bagi Pengunjung

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Festival Purnama Waisak 2026 di Candi Borobudur akan digelar pada Minggu, 31 Mei 2026, di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Ribuan umat Buddha dan wisatawan diperkirakan hadir untuk mengikuti proses Waisak sekaligus menyaksikan pelepasan lampion yang menjadi salah satu momen paling dinanti setiap tahunnya.

Menjelang acara tersebut, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) bersama pengelola kawasan Borobudur membagikan sejumlah informasi penting yang perlu diperhatikan pengunjung agar rangkaian acara berjalan dengan tertib dan khidmat.

Dalam unggahan resmi Instagram @injourney.id, Selasa, 26 Mei 2026, panitia mengingatkan para pengunjung untuk memahami jadwal kegiatan, aturan masuk area, hingga barang yang diperbolehkan dan dilarang dibawa ke lokasi festival. Informasi ini dinilai penting mengingat Festival Purnama Waisak bukan hanya agenda wisata, tetapi juga bagian dari rangkaian ibadah umat Buddha yang sakral.

Festival Purnama Waisak 2026 akan berlangsung di area Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur. Acara pelepasan lampion dibagi dalam dua sesi, sesi pertama akan dilaksanakan pada pukul 17.30--19.30 WIB dan sesi kedua pada pukul 22.00--00.00 WIB.

Selain pelepasan lampion, pengunjung juga dapat menyaksikan prosesi Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur serta Dharmasanti atau seremonial Waisak 2570 BE. "Tak lama lagi, rangkaian perayaan Waisak di Borobudur mencapai puncaknya pada malam 31 Mei 2026. Ribuan orang akan berkumpul menerbangkan ribuan lampion dalam tajuk Festival Purnama," tulis pihak penyelenggara melalui akun resmi @injourney.id.

Jadwal Festival Purnama dan Prosesi Waisak di Borobudur

Untuk mengikuti agenda Festival Purnama Waisak 2026, calon pengunjung diminta menukarkan tiket terlebih dulu. Penukaran tiket dimulai sejak pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Sementara, prosesi Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dijadwalkan berlangsung pukul 10.00-11.00 WIB.

Setelah prosesi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Waisak di Taman Kenari, Zona 1 Borobudur, mulai pukul 11.30 hingga 17.20 WIB. Pengunjung yang mengikuti sesi pertama pelepasan lampion dapat mulai memasuki area acara pada pukul 16.30-17.30 WIB. Pelepasan lampion sesi pertama berlangsung pukul 17.30-19.30 WIB di Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini.

Pada malam harinya, rangkaian acara dilanjutkan dengan Dharmasanti atau Seremoni Waisak 2570 BE di Taman Lumbini dan kawasan Candi Borobudur pukul 19.30--22.00 WIB. Open gate sesi kedua dimulai pukul 20.30-21.30 WIB, sementara pelepasan lampion sesi kedua berlangsung pukul 22.00--00.00 WIB. Penyelenggara mengingatkan pengunjung untuk datang tepat waktu sesuai sesi tiket yang dimiliki guna menghindari antrean panjang dan kepadatan pada area masuk.

Menggunakan Pakaian Sopan dan Menjaga Ketertiban

Selain membagikan jadwal acara, panitia juga mewajibkan seluruh pengunjung Festival Purnama Waisak 2026 mengenakan pakaian bernuansa putih-putih dan sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap suasana sakral perayaan Waisak.

Bagi pengunjung yang membawa payung, panitia menyarankan penggunaan payung berwarna putih agar tetap selaras dengan suasana acara. Selain itu, seluruh peserta diwajibkan mengenakan gelang akses sebelum memasuki kawasan Borobudur.

Panitia juga mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan area dengan membuang sampah pada tempatnya serta membawa air minum menggunakan tumbler pribadi. Selama acara berlangsung, peserta diimbau menjaga ketenangan dan tidak mengganggu jalannya ibadah umat Budhha.

Dalam informasi resmi yang dibagikan InJourney, pengunjung lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil akan mendapatkan akses antrean khusus melalui jalur VIP untuk mempermudah mobilitas selama acara berlangsung.

Sejumlah Barang dan Aktivitas Dilarang di Area Festival Lampion

Panitia juga menetapkan sejumlah larangan yang harus dipatuhi seluruh peserta Festival Purnama Waisak 2026. Pengujung tidak diperbolehkan membawa makanan atau minuman nerwarna ke area pelepasan lampion dikhawatirkan akan mengotori kawasan acara.

Selain itu, aktivitas memanjat pagar pembatas dan memasuki area tanpa tiket dilarang demi alasan keamanan. Pengunjung juga tidak diperkenankan membawa korek api, senjata tajam, obat-obatan terlarang, maupun lampion pribadi ke area festival.

Panitia turut melarang penggunaan drone tanpa adanya izin resmi serta dokumentasi jarak dekat terhadap bhikkhu yang sedang beribadah. Larangan ini diterapkan untuk menjaga kekhusyukan prosesi Waisak yang berlangsung di kawasan Borobudur.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dilarang merokok di area pelepasan lampion dan menggunakan tripod berukuran besar yang dapat mengganggu kenyamanan peserta lain. Seluruh properti di area festival juga tidak boleh dipindahkan tanpa izin penyelenggara.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |