Pesona Perhiasan Berlian Lokal Kamila Andini dan Jolene Marie di Cannes 2026

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Festival Film Cannes 2026 memang sudah ditutup pada 23 Mei 2026, namun masih ada cerita sisi lain penampilan para pesohor Indonesia masih tertinggal. Salah satunya soal perhiasan berlian lokal yang dikenakan Kamila Andini dan Jolene Marie.

Untuk kehadirannya di acara Women in Cinema yang diselenggarakan Red Sea Film Foundation, Kamila Andini tampil anggun mengenakan bros dan anting-anting berlian dari koleksi Water Lily Frank & co., jenama perhiasan lokal. Koleksi tersebut terinspirasi dari keindahan bunga teratai yang melambangkan kemurnian, transformasi, dan pencerahan.

"Sebagai filmmaker perempuan Asia satu-satunya di program bergengsi Women in Cinema Spotlight, Kamila Andini adalah representasi nyata dari keindahan murni dan ketangguhan layaknya koleksi Water Lily kami," kata Rolly Soesanto, General Manager Frank & co, menjawab Lifestyle Liputan6.com secara tertulis, Kamis, 28 Mei 2026.

Desain perhiasan itu menonjolkan lekukan lembut kelopak teratai yang feminin namun kokoh. Pihaknya memadukan berlian alami berpotongan Fancy Shape Diamond dengan berlian Frank Fire sebagai center stone-nya, memadukan dua warna emas, yakni white gold dan rose gold.

Sementara, Jolene Marie yang perdana tampil di Cannes mengenakan kalung berlian klasik dengan gelang berlian bertumpuk dari jenama perhiasan yang sama. Ia juga mengenakan anting-anting dan cincin berlian yang berpadu apik dengan gaun biru berkkonsep futuristic couture karya desainer Wiki Wu. Gaun tersebut memanfaatkan songket berwarna blue turquoise yang berhiaskan efek kilau benang perak yang megah.

Jolene Marie Berkebaya di Cannes 2026

Sebelum mengenakan gaun couture, Jolene Marie muncul dengan kebaya beludru hitam saat menghadiri pemutaran perdana film Gentle Monster karya sutradara Austria, Marie Kreutzer pada Jumat, 15 Mei 2026.  Film Gentle Monster menjadi salah satu film yang masuk dalam kompetisi resmi Cannes Film Festival 2026 dan bersaing memperebutkan Palme d’Or. 

Dalam penampilan perdananya di red carpet Cannes, Jolene Marie tampil anggun sekaligus membanggakan Indonesia dengan mengenakan kebaya rancangan desainer ternama Intan Avantie dengan konsep KUSUMA WIJAYA. Mengutip Fimela, kusuma wijaya, dikenal pula sebagai wijaya kusuma, bermakna bunga kemenangan dalam bahasa Sansekerta.

Bunga itu melambangkan kejayaan, kemenangan, keberanian, juga keindahan sejati yang berasal dari batin, ketulusan hati, dan kemurnian jiwa. Bunga yang hanya mekar di malam hari itu juga merupakan lambang kesuksesan serta kemakmuran dan proses yang tidak terlihat sehingga sering dijuluki 'the Queen of The Night'.

Arahan Langsung Pengarah Gaya Keraton Solo

Kebaya beludru hitam yang dikenakan Jolene memiliki garis rancangan klasik kontemporer dengan detail bordir etnik dan payet khas Indonesia yang elegan dan mewah. Penampilan tersebut semakin sempurna dengan bros autentik dari Keraton Solo, serta bawahan kain batik tulis berwarna coklat sogan Jawa bermotif parang dan kembang.

Keseluruhan tampilan budaya Indonesia ini diarahkan langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu Ayu Koes Indriyah, Pangarso Tatabusana lan Paes Kraton Surakarta sekaligus Pengageng Keputren Kraton Surakarta.

Tak hanya Jolene, Kamila juga mengenakan kebaya untuk momen bersejarahnya di Cannes 2026. Sutradara film Gadis Kretek itu membawa kebaya janggan rancangan rumah mode Sapto Djojokartiko.

Kepada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 18 Mei 2026, kebaya berbahan beludru dengan warna spesial, capri, ternyata terinspirasi dari perpaduan busana bangsawan tradisional Sunda dan Jawa yang kemudian diinterpretasikan kembali dengan sentuhan modern yang elegan.

"Siluet klasik tersebut diperkaya dengan detail payet SAPTOJO Pattern Noni pada bagian belakang kebaya, menciptakan tampilan yang anggun dan berkarakter," kata tim Sapto Djojokartiko secara tertulis. 

Kebaya Kamila Andini

Kebaya itu dipadukan dengan rok panel yang dihiasi full payet untuk 'menonjolkan kualitas savoir-faire kami'. Detail belahan rok, sambung mereka, memberikan kesan lebih elegan, feminin, dan sophisticated, sekaligus memperkuat identitas desain 'yang sangat khas Sapto Djojokartiko'. Kamila melengkapi busananya dengan membawa clutch berhias bordiran emas.

Kehadiran Kamila di ajang tersebut untuk menerima penghargaan dalam program Women in Cinema Spotlight yang diselenggarakan Red Sea Film Foundation di Festival Film Cannes 2026. Program tersebut dirancang untuk memperkuat suara perempuan pembuat film dari kawasan Arab, Afrika, dan Asia di panggung global.

Mengutip Fimela, Kamila Andini menjadi sineas pertama dari Asia Tenggara yang disorot dalam Women in Cinema Spotlight — sebuah program yang selama ini telah menampilkan filmmaker dari dunia Arab, Afrika, dan Asia Selatan. Pencapaian ini sekaligus menjadi pengakuan nyata atas posisi sinema Indonesia di mata dunia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |