Liputan6.com, Jakarta - Resep tengkleng kambing anti prengus bisa menjadi pilihan tepat bagi pencinta kuliner khas Solo yang ingin menikmati hidangan gurih bercita rasa rempah tanpa aroma kambing yang menyengat. Tengkleng dikenal dengan kuah kaya bumbu dan olahan tulang maupun daging kambing yang lezat serta menggugah selera.
Meski bau prengus sering menjadi tantangan saat mengolah daging kambing, ada cara sederhana untuk mengatasinya tanpa harus memakai terlalu banyak rempah. Berikut panduan lengkap resep tengkleng kambing anti prengus yang empuk, gurih, dan mudah dibuat di rumah, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (29/5/2026).
Mengenal Lebih Dekat Tengkleng Kambing Khas Solo
Tengkleng adalah hidangan khas yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, dikenal karena penggunaan tulangan kambing sebagai bahan utamanya. Sejarahnya, hidangan ini muncul dari keterbatasan ekonomi pada masa penjajahan Belanda, di mana bagian tulang dan jeroan kambing yang kurang diminati diolah menjadi sajian lezat. Meskipun demikian, kini tengkleng juga kerap ditambahkan dengan potongan daging dan organ kambing lainnya, menjadikannya lebih kaya rasa dan tekstur.
Ciri khas tengkleng terletak pada kuahnya yang lebih encer dibandingkan gulai, namun tetap kaya akan rempah dan cita rasa pedas yang kuat. Perpaduan bumbu tradisional yang meresap sempurna ke dalam tulang dan daging kambing menciptakan sensasi gurih yang sulit ditolak. Keunikan ini menjadikan tengkleng sebagai salah satu ikon kuliner Solo yang wajib dicoba.
Sajian ini tidak hanya populer di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Solo. Kelezatan tengkleng yang otentik dan cara penyajiannya yang khas, seringkali dihidangkan hangat dengan nasi putih, menjadikannya pilihan sempurna untuk makan siang atau malam. Mengolah tengkleng sendiri di rumah pun kini semakin mudah dengan tips anti prengus yang tepat.
Prinsip Dasar Mengeliminasi Bau Prengus pada Daging Kambing
Untuk menghasilkan Tengkleng Kambing yang empuk dan bebas bau prengus, terdapat beberapa prinsip penting dalam pengolahan daging yang perlu diperhatikan. Pertama, hindari mencuci daging kambing secara berlebihan karena tindakan ini justru dapat memperkuat bau prengus dan membuat tekstur daging menjadi alot. Sebaiknya, cukup bersihkan daging dengan lap bersih atau langsung direbus untuk meminimalkan kontak dengan air yang berlebihan.
Kedua, penting untuk membuang lemak berlebih yang menempel pada daging kambing, terutama lapisan lemak putih. Lemak ini merupakan salah satu penyebab utama munculnya bau prengus yang tidak diinginkan. Mengiris dan membuang sebagian lemak sebelum diolah dapat secara signifikan mengurangi aroma tersebut, namun tidak perlu membuang seluruhnya agar cita rasa gurih alami daging tetap terjaga.
Ketiga, manfaatkan kekuatan rempah-rempah dengan aroma tajam dalam masakan Anda. Penggunaan bumbu dan rempah-rempah yang kuat sangat efektif untuk menyeimbangkan dan menetralisir bau prengus pada daging kambing. Terakhir, lakukan proses perebusan awal dengan membuang air rebusan pertama. Metode ini umum digunakan untuk mengurangi aroma prengus yang kuat sebelum daging dimasak lebih lanjut dengan bumbu.
Resep Tengkleng Kambing Anti Prengus: Bahan dan Langkah Pembuatan
Menciptakan resep tengkleng kambing anti prengus yang lezat dan empuk memerlukan perpaduan bahan berkualitas dan teknik memasak yang tepat. Berikut panduan lengkap untuk menyiapkan hidangan khas Solo ini.
Bahan Utama:
- 1 kg daging kambing campur tulang (iga, jeroan, atau bagian lain sesuai selera)
- 2 liter air untuk merebus
Bumbu Halus:
- 10 siung bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 4 butir kemiri, sangrai
- 2 cm jahe
- 2 cm kunyit, bakar
- 1 sendok teh ketumbar, sangrai
- ½ sendok teh jintan, sangrai
- ½ sendok teh merica/lada butir
- Cabai merah besar atau cabai rawit sesuai selera pedas
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan gula pasir atau gula merah
Bumbu Cemplung dan Pelengkap:
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- 2 batang serai, memarkan
- 2 cm kayu manis
- 3 butir cengkih
- 3 butir kapulaga
- 1 buah bunga lawang (pekak)
- 200 ml santan kental (opsional)
- 3 sendok makan kecap manis
- 2 buah tomat hijau, belah dua
- 10 buah cabai rawit utuh (sesuai selera)
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis
Langkah-langkah Membuat Tengkleng Kambing Anti Prengus:
-
Persiapan Daging:
- Cuci bersih daging kambing dan tiriskan, atau cukup bersihkan dengan lap bersih.
- Buang lemak putih yang menempel pada daging untuk mengurangi bau prengus.
- Lumuri daging dengan perasan jeruk nipis (1-2 buah untuk 1 kg daging) dan diamkan sekitar 30 menit, lalu bilas bersih. Atau, gunakan nanas parut, lumuri merata dan diamkan 40 menit, lalu bilas bersih.
- Rebus daging kambing dengan 1 liter air hingga mendidih, kemudian buang air rebusan pertama untuk mengurangi aroma prengus. Setelah itu, bilas daging di bawah air mengalir.
-
Menghaluskan Bumbu:
- Haluskan semua bahan bumbu halus menggunakan blender atau ulekan hingga benar-benar lembut.
-
Menumis Bumbu:
- Panaskan minyak dalam wajan secukupnya.
- Tumis bumbu halus hingga harum dan matang, pastikan tidak ada bau langu.
- Masukkan bumbu cemplung seperti lengkuas, daun salam, daun jeruk, serai, kapulaga, bunga lawang, dan cengkih, tumis hingga harum.
-
Memasak Daging:
- Masukkan potongan daging kambing yang sudah direbus ke dalam wajan berisi bumbu yang sudah ditumis, aduk rata agar bumbu meresap.
- Tambahkan air atau santan (jika menggunakan), kecap manis, garam, gula, dan kaldu bubuk sesuai selera.
- Masak hingga mendidih, lalu kecilkan api.
- Tambahkan cabai rawit utuh dan tomat hijau.
- Masak terus dengan api kecil hingga daging benar-benar empuk dan bumbu meresap sempurna. Proses ini bisa memakan waktu lama atau bisa dipercepat dengan panci presto.
-
Penyelesaian:
- Cicipi dan sesuaikan rasa sesuai selera Anda.
- Angkat dan sajikan Tengkleng Kambing hangat dengan nasi putih.
Tips Ampuh Menghilangkan Bau Prengus dengan Bahan Alami
Mengatasi bau prengus pada daging kambing bisa dilakukan dengan berbagai bahan alami yang mudah ditemukan. Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi bau prengus adalah melumuri daging kambing dengan air jeruk nipis. Kandungan asam sitrat pada jeruk nipis sangat membantu mengurangi aroma menyengat; untuk 1 kg daging, disarankan menggunakan 1-2 buah jeruk nipis yang dilumuri dan didiamkan sekitar 30 menit.
Selain jeruk nipis, nanas parut juga merupakan pilihan efektif karena aromanya yang kuat dapat mengatasi bau amis dan berfungsi sebagai pengempuk daging. Anda bisa melumuri semua daging kambing dengan nanas parut secara merata. Daun pepaya juga dikenal ampuh, cukup bungkus dan remas daging kambing dengan daun pepaya minimal 45 menit sebelum dimasak.
Bawang putih juga dapat dinetralkan menggunakan bawang putih. Penggunaan bawang putih membantu menetralisir bau prengus dari daging kambing. Rempah lain seperti ketumbar juga bisa dipakai untuk menghilangkan prengus; daging kambing cukup direndam dengan ketumbar dan didiamkan selama kurang lebih 30 menit. Selain menghilangkan bau, ketumbar juga dapat membuat rasa daging lebih nikmat. Menambahkan jahe, serai, daun salam, dan kunyit pada air rebusan juga membantu menetralisir aroma kambing, bahkan bubuk cengkih disebut ampuh jika ditambahkan pada air rebusan.
Menikmati Kelezatan Tengkleng Kambing yang Sempurna
Setelah melalui proses pengolahan yang cermat dengan tips anti prengus, Tengkleng Kambing yang Anda sajikan akan memiliki cita rasa yang luar biasa. Daging kambing yang empuk, bumbu yang meresap sempurna, dan kuah yang gurih pedas akan menciptakan harmoni rasa yang memanjakan lidah. Keberhasilan menghilangkan bau prengus memastikan bahwa setiap suapan akan terasa nikmat tanpa gangguan aroma yang tidak diinginkan.
Hidangan ini sangat cocok disajikan sebagai menu utama dalam berbagai kesempatan, mulai dari santapan keluarga sehari-hari hingga perayaan khusus seperti Idul Adha. Kehangatan kuah tengkleng yang kaya rempah sangat pas dinikmati bersama nasi putih hangat, bahkan bisa ditambahkan taburan bawang goreng untuk menambah aroma dan tekstur. Tengkleng Kambing Anti Prengus tidak hanya memanjakan selera, tetapi juga menjadi bukti bahwa daging kambing dapat diolah menjadi hidangan yang istimewa.
Dengan mengikuti resep dan tips yang telah dijelaskan, Anda tidak perlu lagi ragu untuk mengolah daging kambing menjadi tengkleng. Kelezatan hidangan ini akan menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi siapa pun yang mencicipinya. Sajikan Tengkleng Kambing anti prengus buatan Anda dan rasakan sensasi Solo di meja makan rumah.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Resep Tengkleng Kambing Anti Prengus
1. Bagaimana cara menghilangkan bau prengus pada daging kambing?
Bau prengus pada daging kambing bisa dikurangi dengan membuang lemak berlebih, melumuri daging menggunakan jeruk nipis atau nanas parut, serta membuang air rebusan pertama saat merebus daging. Penggunaan rempah seperti jahe, serai, dan daun salam juga membantu menetralisir aroma kambing.
2. Apakah daging kambing perlu dicuci sebelum dimasak?
Daging kambing sebaiknya tidak dicuci terlalu lama karena dapat membuat bau prengus semakin kuat. Cukup bersihkan menggunakan lap bersih atau bilas singkat agar aroma khas kambing tidak terlalu keluar saat dimasak.
3. Mengapa air rebusan pertama daging kambing harus dibuang?
Air rebusan pertama biasanya mengandung lemak, darah, dan aroma prengus yang keluar dari daging kambing. Dengan membuang air rebusan pertama, bau amis dan prengus dapat berkurang sehingga masakan menjadi lebih sedap.
4. Rempah apa yang paling ampuh menghilangkan bau kambing?
Beberapa rempah yang paling efektif untuk menghilangkan bau kambing adalah jahe, bawang putih, ketumbar, serai, cengkih, daun salam, dan kayu manis. Rempah-rempah tersebut membantu menetralkan aroma sekaligus memperkaya cita rasa masakan.
5. Bagaimana cara membuat tengkleng kambing agar empuk dan bumbunya meresap?
Masak tengkleng menggunakan api kecil dalam waktu cukup lama agar daging menjadi empuk dan bumbu meresap sempurna. Marinasi daging sebelum dimasak serta penggunaan rempah lengkap juga membantu menghasilkan tengkleng yang gurih, empuk, dan bebas bau prengus.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7238087/original/062035900_1780022837-Screenshot_2026-05-29_094123.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7259239/original/017157900_1780045382-Twin_House_di_Kawasan_Blok_M.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328593/original/032650200_1756261730-063_2196122888.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7252439/original/025786000_1780038650-4512004751297990195.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4802010/original/004623100_1713173463-IMG_2018.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7242772/original/006397700_1780028121-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_10.42.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7148470/original/006359800_1779936747-daging_kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7249294/original/091065000_1780035178-6664491335230151661.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7241346/original/000679100_1780026389-lukisan_cap_tangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240882/original/015071600_1780025977-Prol_Tape_Ubi_Ungu_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7239876/original/022356400_1780024780-15132255560848003884.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/7160220/original/057659700_1779949591-daging_kurban__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406426/original/081149500_1762572222-Sepiring_sate_klatak_Jogja__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4869029/original/070482300_1718869107-Satu_panci_sop_tulang_sapi._Liputan6.comWikimedia_CommonsTaman_Renyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4046666/original/080599800_1654684610-candi_borobudur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7241806/original/052566800_1780027005-Bread_Puding_Roti_Tawar_Kukus_yang_Lembut.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240439/original/066749000_1780025473-13750472683816358230.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953321/original/095071700_1727316540-Sajian_daging_sapi_lada_hitam_yang_empuk_dan_pedas.__Liputan6.comIGlayla.ayesha_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240355/original/036132600_1780025215-Kambing_Kecap_Tanpa_Nanas_yang_Empuk_dan_Tidak_Bau_Prengus.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490055/original/041786300_1769987581-Matera_Reside.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490070/original/049147700_1769994542-AP26032840374760.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494624/original/004797900_1770301548-000_33YZ6V9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489247/original/062304300_1769833156-dada_ayam_kukus4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500323/original/022128900_1770860747-cumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354370/original/022354000_1758247499-mj-tangonan-CAUgg2lxRk0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291958/original/097840200_1753237315-nasgor_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496077/original/078576300_1770463228-042749200_1609160437-agto-nugroho-NYMRvWePmn8-unsplash.jpg)