Daftar 4 Festival Seru di Bhutan pada 2026, dari Kuliner hingga Wellness

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Bhutan makin membuka diri untuk kunjungan wisatawan asing. Mengedepankan pendekatan pariwisata berkualitas dengan konsep 'high value, low volume', negara Asia Selatan itu serius menjaring wisatawan berkualitas dengan keindahan alam dan sederet festival seru. 

"Bhutan bukan sekadar destinasi; ini adalah perjalanan melintasi waktu, budaya, dan alam," ujar Damcho Rinzin, Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, dalam keterangan tertulis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, beberapa waktu lalu. 

Dengan prinsip pariwisata bernilai tinggi dengan jumlah kunjungan yang terbatas, pihaknya mengklaim bahwa setiap perjalanan memberikan pengalaman yang bermakna sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan. Departemen Pariwisata Bhutan, di bawah Kementerian Industri dan Ketenagakerjaan, pun merilis beberapa festival yang wajib dikunjungi pada 2026, sebagai berikut: 

 Festival Matsutake

o 15-16 Agustus 2026, Ganekha

Salah satu perayaan musim panas untuk merayakan tradisi kuliner yang menonjolkan jamur Matsutake liar yang sangat dihargai di pasar internasional. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan memetik jamur berpemandu, menyaksikan demo masak tradisional, dan mencicipi hidangan segar berbahan Matsutake.

o 23-24 Agustus 2026, Ura

Melanjutkan perayaan di Genekha, festival di Ura Valley, Bumthang ini mengajak wisatawan memahami peran penting panen Matsutake bagi ekonomi lokal sekaligus belajar praktik pemanenan yang berkelanjutan. Selain itu, pengunjung dapat menjelajahi keindahan alamBumthang dan merasakan keramahan tradisional masyarakat Bhutan. 

 Thimpu Drubchen (17 September 2026, Thimpu)

Diadakan di halaman benteng dan biara Budha, Tashichho Dzong, festival kuno ini didedikasikan untuk Palden Lhamo, dewi pelindung Bhutan, yang menampilkan tarian topeng sakral (Cham) dan ritual yang dipercaya dapat menjaga dzong, ibu kota, dan negeri dari bahaya.

Festival Berbasis Wellness

 Thimphu Tshechu (21–23 September 2026, Thimphu)

Setelah Thimphu Drubchen, perayaan berlanjut dengan Thimphu Tshechu, salah satu festival terbesar di Bhutan. Festival ini menampilkan tarian topeng sakral, ritual keagamaan, danpertunjukan budaya yang meriah, dihadiri ribuan warga yang mengenakan busana tradisional untukmerayakan dan menerima berkah.

 Bathing Carnival (22–24 September 2026, Pemagatshel)

Menutup musim festival yang semarak, Bathing Carnival menghadirkan perayaan unik yang mengangkat tradisi wellness khas Bhutan, seperti pemandian herbal dan hot-stone. Dipadukan dengan pertunjukan budaya dan suasana komunitas yang hangat, festival ini menawarkan pengalaman relaksasi sekaligus kesempatan terhubung dengan tradisi lokal di tengah lanskap pedesaan yang indah.

"Kami mengundang para wisatawan untuk menjelajahi Bhutan sepanjang tahun, merasakan budaya kami, berinteraksi dengan masyarakat, dan menikmati lanskap yang menakjubkan," kata Rinzin.

Bersamaan dengan itu, pihaknya meluncurkan Bhutan International Travel Mart (BITM), sebuah inisiatif yang dirancang secara strategis untuk meningkatkan status dan kedudukan Bhutan sebagai destinasi premium bernilai tinggi. Program itu dirancang untuk menjadi agenda tahunan Bhutan.

Peluncuran Bhutan International Travel Mart

Rinzin menyatakan pihaknya ingin membuka peluang bisnis baru yang memastikan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan di dalam negeri lewat kehadiran para pembeli internasional di negaranya.

"Melalui ajang ini, kami mengubah kemitraan bernilai tinggi menjadi pendapatan langsung bagi komunitas kami, lapangan kerja yang lebih baik bagi generasi muda kami, serta ekonomi tangguh yang berkembang atas dasar kualitas, bukan sekadar kuantitas," sahutnya.

BITM pertama akan diselenggarakan selama tiga hari di Thimpu pada 11--13 Juni 2026. Diselenggarakan bersama oleh Departemen Pariwisata, Kementerian Industri, Perdagangan dan Ketenagakerjaan, serta Asosiasi Operator Tur Bhutan (ABTO), acara perdana ini menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan pariwisata Bhutan.

"Seiring berkembangnya pariwisata Bhutan yang berlandaskan pada prinsip high value, low volume, platform seperti BITM menjadi semakin penting. BITM bukan sekadar pameran, melainkan pernyataan kepemimpinan Bhutan dalam menghadirkan era baru pariwisata yang penuh kesadaran (mindful), regeneratif, berkelanjutan, dan sangat transformatif di panggung dunia," imbuh Rinzin. 

Siapkan Akses Daring untuk Peserta Internasional

BITM 2026 akan memberikan perhatian khusus pada Gelephu Mindfulness City (GMC), dengan memperkenalkan visi dan potensinya kepada industri pariwisata global. "GMC adalah inti dari masa depan kami – sebuah cetak biru visioner yang akan menjadi suaka hidup bagi ketenangan, serta menjadi penggerak utama pariwisata bernilai tinggi," kata Rinzin, Direktur Departemen Pariwisata Bhutan.

Pihaknya membuka pintu bagi pelaku industri perjalanan dunia untuk terhubung dengan para mitra di Bhutan. Ia ingin BITM berkembang menjadi platform yang diakui secara global yang menampilkan keunikan nilai Bhutan kepada dunia.

Jelang penyelenggaraan, pihaknya juga meluncurkan situs web BITM. Rinzin mengatakan bahwa situs web tersebut bisa memaksimalkan potensi ajang pariwisatanya yang baru akan digelar bulan depan. "Dengan hadir secara daring, kami membawa penawaran kami langsung ke hadapan para pelaku industri. Peluncuran situs web BITM menjadi kunci penting bagi kesuksesan acara ini," ujarnya.

"Pada saat yang sama, BITM akan memberikan manfaat signifikan bagi industri pariwisata, khususnya para operator tur Bhutan. Situs ini juga menciptakan platform berharga bagi mitra kami untuk terhubung langsung dengan pembeli internasional di Bhutan, membangun hubungan bisnis yang kuat, dan menjalin kemitraan yang bermakna," imbuh Kinley Gyeltshen, Ketua Asosiasi Operator Tur Bhutan (ABTO).

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |