Cara Praktis Memanen Kunyit dari Pekarangan Rumah

13 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kunyit atau Curcuma longa menjadi salah satu tanaman herbal yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah. Selain sering digunakan sebagai bumbu masakan, kunyit juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan sehingga banyak orang mulai menanamnya sendiri, baik di kebun kecil maupun di dalam pot.

Tidak hanya mudah ditanam, proses memanen kunyit juga cukup praktis sehingga cocok dilakukan sendiri di rumah. Melansir The Micro Gardener, Jumat, 8 Mei 2026, tanaman kunyit termasuk jenis tanaman rimpang atau umbi yang berkembang biak melalui potongan rimpang, bukan dari biji.

Kunyit biasanya siap dipanen setelah berusia sekitar 8-10 bulan hingga satu tahun sejak ditanam. Tanda paling umum tanaman siap panen adalah daun dan batang mulai menguning, berubah cokelat, lalu mengering secara bertahap. Namun, pada beberapa kondisi, tanaman kunyit tetap tampak hijau lebih lama sehingga proses panen bisa menunggu hingga daun mulai menunjukkan perubahan warna.

Untuk memanen kunyit, pemilik tanaman dapat menggali tanah di sekitar rumpun secara perlahan menggunakan tangan atau sekop kecil agar rimpang tidak rusak. Jika kunyit ditanam di dalam pot, tanaman biasanya lebih mudah dicabut langsung bersama akarnya. 

Dalam proses panen, terdapat dua metode yang dapat dipilih, yaitu mengambil kunyit seperlunya sesuai kebutuhan atau memanen seluruh rimpang sekaligus. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada kebutuhan penggunaan serta cara penyimpanan hasil panen.

Metode Panen Kunyit Sedikit demi Sedikit

Salah satu cara memanen kunyit yang cukup praktis untuk dilakukan di rumah adalah mengambil rimpang seperlunya tanpa mencabut seluruh tanaman. Metode ini cocok bagi pemilik kebun rumahan yang menggunakan kunyit untuk kebutuhan harian, seperti memasak atau membuat jamu.

Dengan metode ini, tanaman kunyit tetap dibiarkan tumbuh di dalam tanah atau media tanam. Pemilik tanaman hanya perlu membuka sedikit bagian tanah atau mulsa di sekitar rumpun, lalu mencari salah satu ruas 'jari' rimpang kunyit yang sudah cukup besar. Setelah itu, rimpang dapat dipotong menggunakan pisau tajam secara hati-hati tanpa merusak bagian utama tanaman.

Cara panen bertahap ini dinilai lebih baik karena tanaman induk masih memiliki cadangan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tunas baru. Jika seluruh rimpang dipanen sekaligus, energi tanaman akan berkurang sehingga pertumbuhan berikutnya bisa menjadi lebih lambat. Metode ini juga membuat kunyit yang dipanen terasa lebih segar karena langsung digunakan setelah diambil dari tanah. 

Metode Panen Seluruh Rimpang Sekaligus

Selain memanen sedikit demi sedikit, kunyit juga bisa dipanen sekaligus dengan cara menggali seluruh rumpun tanaman. Metode ini biasanya dipilih oleh pemilik kebun yang ingin menyimpan kunyit dalam jumlah besar untuk persediaan jangka panjang atau untuk diolah kembali menjadi berbagai produk herbal.

Sebelum memutuskan memanen seluruh tanaman, penting untuk mempertimbangkan jumlah hasil panen dan cara penyimpanannya. Sebab, tanaman kunyit yang sudah berusia sekitar satu tahun biasanya menghasilkan rimpang dalam jumlah cukup banyak. Jika tidak segera diolah, kunyit segar berisiko mengering atau membusuk.

Karena itu, hasil panen sebaiknya langsung dipisahkan sesuai kebutuhan. Sebagian kunyit dapat digunakan dalam kondisi segar untuk memasak atau membuat jamu, sementara sisanya bisa diolah agar lebih tahan lama. Beberapa cara yang umum dilakukan adalah memarut lalu menyimpannya di freezer, mengiris tipis untuk dijemur, atau mengolahnya menjadi bubuk kunyit.

Metode panen total juga membuat pemilik tanaman perlu menanam ulang jika ingin kembali memiliki stok kunyit di rumah. 

Memanen Kunyit yang Ditanam di Pot

Kunyit yang ditanam di pot, wadah tanam, atau polybag juga dapat dipanen dengan mudah di rumah. Metode ini banyak dipilih karena lebih praktis, terutama bagi orang yang memiliki lahan terbatas di perkotaan.

Untuk memanen kunyit dalam wadah, keluarkan seluruh isi pot secara perlahan ke atas alas seperti kardus, koran, atau permukaan lain yang bersih agar media tanam tidak berantakan. Setelah itu, ketuk bagian akar dan tanah secara perlahan untuk melonggarkan media tanam yang menempel pada rimpang.

Bersihkan sisa tanah menggunakan tangan, sikat kecil, atau sikat bekas yang bersih agar bentuk rimpang terlihat lebih jelas. Setelah rimpang terlihat, pemilik tanaman dapat memotong tunas atau bagian kunyit yang ingin dipanen menggunakan pisau tajam.

Sebaiknya jangan mengambil seluruh rimpang sekaligus jika ingin menanam kembali. Sisakan bagian tanaman induk beserta beberapa tunas sehat agar kunyit dapat tumbuh kembali di dalam pot yang sama.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |