Tanggal 7 Januari Hari Kentut Nasional, Simak Bahaya Menahan Kentut bagi Kesehatan Tubuh

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Tahukah Anda setiap tanggal 7 Januari ada peringatan Hari Kentut Nasional. Pembahasan soal kentut seringkali mengundang tawa dari sebagian besar orang yang mendengarnya. Akan tetapi, gas yang secara alami keluar dari tubuh manusia ini mengandung fakta-fakta yang tidak disangka orang banyak.

Mengutip Nasional Today pada Selasa, 6 Januari 2026, asal mula dari peringatan ini masih sangat terbatas untuk diketahui. Meski begitu, Hari Kentut Nasional menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengeluarkan gas.

Selain itu, penting juga untuk masyarakat lebih peka terhadap makanan yang mampu menghasilkan gas berlebih seperti telur, brokoli, kacang-kacangan, kubis, dan produk susu.

Gas yang kita kenal sebagai kentut faktanya mengandung senyawa yang mudah terbakar seperti metana dan hidrogen. Namun jangan khawatir, butuh jumlah gas yang sangat banyak agar kentut bisa menyambar api sehingga Anda tidak perlu menahan kentut hingga sakit perut.

Menurut Medical News Today, kebiasaan menahan kentut nyatanya memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan sakit pada otot perut, kembung, bahkan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, mengeluarkan gas di tempat dan waktu yang tepat merupakan cara yang sehat.

Bahaya Menahan Kentut Terlalu Sering

Penumpukan gas merupakan kondisi alami yang terjadi di dalam tubuh. Hal ini termasuk ke dalam salah satu proses pencernaan setelah makanan masuk ke lambung.

Kentut sebenarnya adalah cara yang normal untuk mengurangi gas yang menumpuk. Namun, situasi sosial kerap membuat seseorang kesulitan untuk sekadar buang angin.

Sebagian besar orang pernah mengalami situasi yang membuat kentut menjadi hal yang tidak pantas atau memalukan. Situasi ini seringkali terjadi di tempat ramai atau ketika sedang berkencan.

Dalam proses buang angin, katup anus memiliki peran yang sangat penting. Posisi katup ini berada di sekitar anus dan rektum. Peran dari katup anus sendiri adalah memungkinkan seseorang mengatur keluarnya tinja dan gas.

Jika katup dikencangkan, maka seseorang dapat menahan gas yang hendak keluar. Melakukan hal ini sesekali mungkin tidak menimbulkan masalah, tetapi jika terus menerus dapat menyebabkan beberapa gejala masalah pencernaan.

Ketika gas ditahan, sebagian besar akan tetap berada di tempatnya sehingga menimbulkan kram atau kembung. Sementara itu, seseorang juga bisa mengeluarkan gas yang berlebih melalui mulut dan hidung. Hal ini bisa dilakukan dengan sendawa atau cara khusus lainnya.

Kentut itu sehat. Seringkali orang mengabaikan fakta bahwa buang angin merupakan hal yang wajar. Padahal, secara medis batas normal buang gas pada setiap orang adalah 25 kali sehari. Jumlah ini tentunya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Cara Mengurangi Gas yang Tepat

Membuang angin harus dilakukan sesegera mungkin. Carilah toilet atau ruang yang sepi terdekat agar Anda bisa membuang gas dengan tenang. Hal ini karena otot katup anus harus rileks agar gas dapat keluar dengan lancar.

Jika Anda merasa terlalu sering buang angin, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah gas dalam pencernaan. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Mengunyah makanan dengan baik
  • Makan dengan perlahan
  • Hindari minuman berkarbonasi
  • Batasi makanan pemicu gas
  • Coba beberapa latihan fisik untuk meredakan penumpukan gas

Makanan tinggi serat biasanya dapat memicu gas berlebih. Jenis makanan ini mencakup sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum. Meski memicu gas, makanan tinggi serat adalah jenis makanan yang sehat sehingga tidak perlu dihindari secara penuh.

Pengobatan Gangguan Pencernaan Akibat Gas Berlebih

Bergerak dapat memperlambat pelepasan gas untuk mencegah kentut sembarangan. Beberapa gerakan tubuh yang spesifik mampu mengurangi penumpukan gas dalam tubuh seseorang.

Jika Anda memiliki waktu luang dan ruang pribadi yang memungkinkan, Anda bisa melakukan pose yoga dan peregangan. Praktik harian ini tidak hanya meningkatkan kesehatan, tapi juga mampu menahan kentut secara sehat.

Beberapa kondisi kesehatan seperti gangguan pencernaan kronis (IBS) menyebabkan seseorang lebih sering kentut. Ketika kentut disertai gejala masalah pencernaan lain, Anda mungkin bisa mulai menjumpai dokter sesegera mungkin.

Gejala masalah pencernaan ini termasuk:

  • Sembelit
  • Diare
  • Kembung
  • Kram perut
  • Sakit perut

Dokter mungkin tidak hanya mendiagnosis, tetapi juga membantu meredakan kondisi kesehatan yang memburuk akibat gas berlebih.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |