Puasa Ramadan Bikin Jiwa Lebih Tenang, Pencernaan Ikut Lebih Sehat

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ramadan tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memberikan dampak kesehatan, terutama bagi sistem pencernaan

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi, Profesor Ari Fahrial Syam menjelaskan  bahwa pola makan teratur selama puasa membantu menjaga kesehatan lambung serta mengurangi kebiasaan yang dapat memicu gangguan pencernaan.

“Nah, kalau berpuasa pola makan akan teratur, karena makan tepat pada sahur dan berbuka, juga membuat kita tidak akan mengonsumsi cemilan yang tidak sehat,” jelasnya dalam video yang dicuplik pada Senin, 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa banyak gangguan lambung dipicu oleh pola makan tidak teratur, konsumsi camilan tidak sehat, kebiasaan merokok, serta faktor stres.

Selain itu, faktor psikologis turut berperan terhadap sistem pencernaan. Guru Besar FKUI itu menuturkan bahwa stres, kecemasan, dan perasaan gelisah dapat memperburuk kondisi lambung. 

“Faktor stres ini yang bisa membuat cemas, sedih, dan gelisah. Hal ini akan memperburuk gangguan pada pencernaannya,” ujarnya.

Puasa Ramadan, menurutnya, tidak hanya mengatur pola makan, tetapi juga mendorong aktivitas spiritual yang dapat menenangkan pikiran. Peningkatan ibadah, doa, dan zikir membantu mengendalikan emosi serta menurunkan tingkat stres.

“Ketika kita berpuasa kan dianjurkan untuk lebih banyak meningkatkan ibadah, ini adalah suatu hal yang membuat jiwanya itu lebih tenang,” tambahnya.

Kondisi mental yang lebih stabil berdampak positif terhadap kesehatan pencernaan karena sistem cerna sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional seseorang.

Penyerapan Nutrisi Lebih Optimal

Selain mengatur pola makan, puasa juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyerap nutrisi dengan lebih baik. 

Saat makan setelah berpuasa, tubuh berada dalam kondisi benar-benar membutuhkan energi, sehingga proses penyerapan gizi berlangsung lebih optimal.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Science Translational Medicine menyebutkan bahwa puasa dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, kanker, serta memperlambat proses penuaan.

Memberi Waktu Istirahat Bagi Organ Pencernaan

Puasa juga memberikan waktu istirahat bagi organ tubuh yang setiap hari bekerja mencerna makanan. Secara normal, sistem pencernaan manusia bekerja hampir sepanjang hari. Tanpa jeda yang cukup, organ seperti lambung, hati, pankreas, serta usus dapat mengalami kelelahan.

Dalam Journal of Experimental Biology menunjukkan bahwa selama puasa, hormon, enzim, serta organ pencernaan utama memperoleh waktu istirahat yang memungkinkan pemulihan fungsi tubuh secara alami.

“Puasa menjadi waktu istirahat penting agar kerja metabolisme tetap optimal dan tidak mengalami kelelahan berkepanjangan,” seperti di dalam Journal of Experimental Biology, dalam laporannya. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |