Liputan6.com, Jakarta - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) resmi meluncurkan iklan terbaru produk Tolak Angin dengan tema “Dari Indonesia untuk Dunia” pada Senin, 18 Mei 2026. Tema ini merupakan simbol perjalanan panjang Tolak Angin sebagai produk herbal asli Indonesia yang telah dipercaya lintas generasi dan kini dikenal di pasar internasional.
Menariknya, dalam iklan terbaru ini, Sido Muncul menggandeng Nicholas Saputra sebagai wajah baru Tolak Angin. Sosok yang akrab disapa Nico atau disingkat NicSap ini dinilai merepresentasikan generasi modern yang aktif, cerdas, dekat dengan gaya hidup sehat, sekaligus memiliki citra positif yang selaras dengan nilai brand Tolak Angin.
Peluncuran Iklan Tolak Angin X Nicholas Saputra ini, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju perayaan 75 tahun Sido Muncul pada November mendatang. Bukan sekadar peluncuran iklan baru, kampanye ini juga membawa pesan tentang pentingnya riset, literasi informasi, hingga optimisme membawa produk herbal Indonesia semakin dikenal di pasar global.
Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C) Irwan Hidayat mengatakan tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi riset herbal Indonesia.
Menurut Irwan, ada dua agenda besar yang dijalankan Sido Muncul tahun ini. Pertama, peluncuran portal Sido HerbalPedia yang berisi kumpulan literatur dan penelitian herbal. Kedua, peluncuran iklan terbaru Tolak Angin bersama Nicholas Saputra: Dari Indonesia untuk Dunia.
“Ini adalah kegiatan dalam rangka ulang tahun Sido Muncul yang ke-75 tahun. Yang pertama kami meluncurkan portal Sido Herbalpedia, dan yang kedua sekarang peluncuran iklan Tolak Angin bersama Nicholas Saputra,” ujarnya.
Irwan menegaskan, fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat penelitian terhadap produk-produk herbal agar mampu bersaing di tingkat global.
“Salah satu yang ingin saya sampaikan adalah Sido Muncul akan berkonsentrasi pada riset. Di usia 75 tahun ini, kami ingin melakukan riset secara lebih intensif. Kami tahu caranya dan kami punya fasilitas lengkap,” katanya.
Menembus Pasar Global Lewat Penelitian Intensif
Menurutnya, produk herbal saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun, tetapi juga harus memiliki dasar ilmiah yang kuat.
“Kami ingin membuat produk-produk yang berbasis bukti. Bukan berbasis pengalaman saja,” tegas Irwan.
Ia menjelaskan, penelitian yang dilakukan akan mencakup berbagai manfaat kesehatan, mulai dari kolesterol, diabetes mellitus, hingga pengembangan food supplement untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Sido Muncul telah memiliki laboratorium sendiri, termasuk laboratorium farmakologi, dan menggandeng institusi pendidikan seperti Universitas Sanata Dharma.
Irwan juga menegaskan bahwa target besar perusahaan adalah membawa Tolak Angin menjadi produk herbal kelas dunia melalui penelitian intensif.
“Yang penting bagi saya, nomor satu membuat produk Tolak Angin supaya menjadi produk kelas dunia. Dari Indonesia untuk dunia,” katanya.
Nicholas Saputra Dekat dengan Generasi Muda
Di sisi lain, Irwan mengatakan pemilihan Nicholas Saputra sebagai brand ambassador juga menjadi bagian dari strategi untuk menjangkau generasi muda.
“Nicholas ini walaupun usianya 42 tahun, tapi tetap disukai anak-anak muda,” katanya.
Ia berharap kehadiran Nicholas dapat membantu menyampaikan pesan positif kepada generasi muda, terutama agar lebih bijak dalam menyaring informasi di era media sosial.
“Kami berharap bisa mewakili generasi penerus supaya anak-anak muda sekarang memahami pesan dari iklan ini,” lanjutnya.
Cerita iklan: Perjalanan Nicholas Saputra Mengenal Tolak Angin
Direktur Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat menjelaskan, dalam iklan Tolak Angin terbaru, Nicholas Saputra digambarkan melakukan perjalanan ke pabrik Sido Muncul di Semarang untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan Tolak Angin.
“Dia melihat bagaimana pemilihan bahan bakunya, pengolahannya, cara produksinya, risetnya, lalu bagaimana Tolak Angin ini dibawa oleh Nicholas dari Indonesia untuk dunia,” jelasnya.
Menurut Maria, konsep itu terasa relevan karena Nicholas memang dikenal sebagai sosok traveler dengan aktivitas tinggi. Bahkan, Nicholas disebut sudah lama mengonsumsi Tolak Angin, khususnya varian Tolak Angin Flu.
“Waktu saya tanya, ternyata dia biasa minum Tolak Angin sebelum perjalanan atau berkegiatan,” katanya.
Maria juga mengaku kagum dengan karakter Nicholas yang dinilai sangat detail dan kritis saat mengenal produk.
“Beliau banyak bertanya tentang proses produksi, bahan baku, hingga riset yang dilakukan. Detail pertanyaannya cukup mendalam,” ujarnya.
Karena itu, Maria merasa karakter Nicholas sangat sesuai dengan nilai yang ingin dibawa Tolak Angin. “Menurut saya brand ambassador yang sangat cocok buat Tolak Angin saat ini yang paling tepat adalah Nicholas,” katanya.
Membawa Pesan Positif untuk Generasi Muda
Lewat iklan terbaru ini, Sido Muncul juga ingin membawa pesan positif untuk generasi muda agar lebih bijak menyaring informasi di era digital.
“Pesan utama dalam iklan ini adalah jangan mudah dibawa angin. Saat ini informasi begitu mudah didapatkan, tetapi belum tentu semuanya benar,” lanjut Maria.
Selain itu, kampanye “Dari Indonesia untuk Dunia” juga menjadi simbol mimpi besar perusahaan agar produk herbal Indonesia semakin berkontribusi di tingkat global.
Nicholas Saputra: Tolak Angin Sudah Jadi Bagian dari Lifestyle
Sementara itu, Nicholas Saputra mengaku memiliki kedekatan panjang dengan Tolak Angin sejak lama. “Saya mengenal Tolak Angin sampai saya lupa kapan. Karena selalu menjadi bagian dari hidup saya,” ujarnya.
Nicholas mengatakan Tolak Angin sudah menjadi bagian dari rutinitas, terutama ketika traveling dan menjalani aktivitas padat.
“Ketika saya merasa butuh support untuk kesehatan, itu masih menjadi bagian yang penting,” katanya.
Proses Syuting iklan Jadi Pengalaman yang Menyenangkan
Ia juga mengaku menikmati seluruh proses produksi iklan Tolak Angin, mulai dari diskusi pesan iklan hingga kunjungan ke pabrik Sido Muncul di Jawa Tengah.
“Saya melihat bagaimana pabriknya sangat lengkap. Hygienis, persiapan bahan baku, riset, dan lain-lainnya juga lengkap,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Nico ini mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru saat melihat langsung proses produksi herbal hingga hubungan perusahaan dengan petani bahan baku.
“Saya melihat kultur jaringan, melihat bagaimana bahan baku itu dipersiapkan, lalu bagaimana hubungan dengan petani juga dilakukan,” katanya.
Nico Soroti Tren Kembali ke Pengobatan Tradisional
Menurut Nico, saat ini dunia mulai kembali melirik warisan pengobatan tradisional dari Timur, termasuk jamu Indonesia. “Saya rasa sekarang lagi trennya balik ke timur, melihat warisan-warisan leluhur,” ujarnya.
Karena itu, ia mendukung langkah Sido Muncul memperkuat penelitian ilmiah terhadap produk herbal. “Saya sangat mendukung apabila Sido Muncul ingin terus menggali potensi ramuan kita melalui riset-riset intensif,” katanya.
Tolak Angin Disebut Sudah Dikenal Wisatawan Asing
Nicholas juga mengungkap bahwa Tolak Angin ternyata sudah cukup dikenal wisatawan asing, terutama mereka yang pernah berkunjung ke Indonesia.
“Teman-teman yang berlibur ke Bali, Tolak Angin bukan sesuatu yang asing lagi buat mereka,” ujarnya.
Bagi Nicholas, menjadi bagian dari keluarga besar Sido Muncul merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. “75 tahun bukan waktu yang singkat. Ini sebuah warisan luar biasa yang bisa dipertahankan sampai hari ini,” katanya.
Andy F. Noya: Kekuatan Sido Muncul Ada pada Research
Brand ambassador Tolak Angin, Andy F. Noya, turut menyoroti pentingnya riset dalam perkembangan produk herbal Indonesia. Menurutnya, keberhasilan Sido Muncul bertahan hingga saat ini tidak lepas dari kekuatan penelitian yang terus dilakukan perusahaan.
“Kenapa Sido Muncul bisa berkembang seperti saat ini? Karena adanya kekuatan research tadi,” ujarnya.
Ia juga menilai keputusan Nicholas Saputra menerima kerja sama dengan Sido Muncul menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kualitas produk.
“Nicholas yang saya kenal adalah figur yang sangat selektif. Ketika akhirnya mau menjadi bintang iklan Sido Muncul, itu artinya dia percaya pada fakta, data, dan proses research,” katanya.
Andy menilai tema “Dari Indonesia untuk Dunia” menjadi simbol bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar di sektor herbal. “Herbal jamu adalah kekuatan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Produk Berbasis Riset Berarti Evidence Based
Komisaris Independen Sido Muncul, Mohammad Adib Khumaidi, menegaskan bahwa penguatan riset menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk herbal.
“Kalau sebuah produk diperkuat dengan basis riset, itu berarti evidence based,” ujarnya.
Menurut Adib, penelitian yang dilakukan Sido Muncul menjadi bukti bahwa produk herbal Indonesia dapat dikembangkan secara ilmiah dan modern. Ia menjelaskan, riset yang dilakukan juga melibatkan komunitas dokter, peneliti herbal, hingga institusi pendidikan.
“Kita membuka ruang untuk sama-sama dengan laboratorium yang sudah dimiliki Sido Muncul untuk mendorong riset ini,” katanya.
Lebih jauh, Adib berharap Indonesia mampu menjadi eksportir bahan herbal dunia melalui penguatan riset dan pengembangan industri berbasis kekayaan alam.
“Kita harus menjadi eksportir bahan baku alam dunia,” pungkasnya.
Peluncuran TVC terbaru Tolak Angin ini sekaligus menunjukkan bagaimana produk herbal lokal terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, produk herbal seperti Tolak Angin masih menjadi pilihan banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Masyarakat yang ingin mendapatkan berbagai produk dari Sido Muncul, termasuk Tolak Angin dan produk herbal lainnya, kini juga bisa membelinya dengan mudah melalui berbagai kanal penjualan resmi, baik offline maupun online.
Untuk informasi produk dan pembelian resmi, masyarakat dapat mengunjungi Official Store Sido Muncul di Shopee.
(*)

19 hours ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182268/original/044611800_1744080588-WhatsApp_Image_2025-04-08_at_09.22.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3576973/original/074142400_1632111837-pexels-photo-4846347.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5686292/original/032880500_1778560068-Memutihkan_Gigi_Kuning_Membandel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4704631/original/076475500_1704246546-Ilustrasi_olahraga_lari_di_malam_hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045799/original/049621300_1736243293-minuman_jahe_serai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5578586/original/083527100_1778051771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575360/original/005981900_1778046151-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574219/original/053227900_1777965448-cropped-6344059f-247c-497b-aae5-e40a882cdcdf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185248/original/087119600_1744370189-medium-shot-sick-woman-with-fever_23-2149247989.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1549767/original/057929400_1490704877-20170328-Penumpang-KRL-FF5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3365016/original/079645100_1612161688-20210201-Ada_Pembatasan_Penumpang_KRL__Antrean_Panjang_Terjadi_di_Stasiun_Bekasi-7.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Duka Cita Meninggalnya Para Dokter Internship](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/i36PLqaO5LKYe4XNuue73QgO9so=/0x140:1024x717/1200x675/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5539825/original/043946800_1774625222-WhatsApp_Image_2026-03-27_at_18.36.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4752420/original/089012400_1708843503-WhatsApp_Image_2024-02-25_at_13.44.45_51cc8d79.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953479/original/097256800_1727324938-fotor-ai-20240926112346.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515274/original/047130800_1772168050-grup_chat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572472/original/090207000_1777813701-WhatsApp_Image_2026-05-03_at_7.08.46_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490713/original/030649700_1770022133-pexels-sora-shimazaki-5938242.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147921/original/024531200_1740974099-arti-kartu-tarot-death.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483058/original/082385200_1769322591-20260125_132615.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4105592/original/078026500_1659098223-ezgif.com-gif-maker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130439/original/091465400_1739343321-54318718348_fb712dec5a_c__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482171/original/016117100_1769163345-Depositphotos_150827586_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480205/original/065971100_1769049178-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483002/original/061252400_1769316245-074418100_1542783768-photo-1526130963484-68fa9ba0717a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Ini 3 Hal yang Perlu Diperhatikan](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Ijzr3v2dUoIhbDr5hvRjx1LSTrg=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456539/original/029590800_1766901849-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2245386/original/050027300_1528618987-20180610-mudik-stasiun_tugu3-yogya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480757/original/063578900_1769066765-Angonjiwo_Resto_-_Mardika_Sariyyudin_HL.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479933/original/062236400_1768996558-Bridestory_Wedding_Trend_-_Petal_Dreamscapes.jpg)