Sosok Tak Terduga Geser Kate Middleton Sebagai Anggota Kerajaan Inggris Terpopuler 2025

2 weeks ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Popularitas Kate Middleton sebagai anggota keluarga Kerajaan Inggris terus meningkat secara signifikan setiap tahun. Sering dibandingkan dengan mendiang Putri Diana karena kehangatan dan kedekatannya yang unik dengan publik, Putri Kate tak diragukan lagi merupakan salah satu anggota keluarga kerajaan Inggris yang paling dicintai sepanjang sejarah.

Mengutip Hello Magazine, Minggu, 10 Agustus 2025, hingga Februari 2025, Putri Wales masih berada di posisi pertama dalam hal popularitas, disusul oleh suaminya, sama seperti tahun lalu. Hanya dalam beberapa bulan, posisi Kate tersalip oleh bangsawan Inggris lain. Pangeran William kini menjadi anggota monarki Inggris yang paling disukai, dengan 74 persen warga Inggris memiliki opini positif terhadapnya. 

Secara keseluruhan, hasil jajak pendapat itu positif bagi keluarga kerajaan, dengan mayoritas warga Inggris berpandangan positif terhadap keluarga tersebut. Dalam jajak pendapat tersebut, 59 persen responden percaya bahwa monarki bermanfaat bagi Inggris, 54 persne menganggap keluarga kerajaan sepadan dengan biayanya, dan 47 persen menyatakan bangga dengan monarki.

Sisi Rentan Pangeran William

Pangeran William bahkan selalu populer di kalangan publik Inggris sejak ia masih kecil. Jika awalnya popularitas ibunya, Putri Diana, yang membantunya menaklukkan publik, popularitasnya melonjak secara mandiri di mata internasional pada akhir 1990-an dan awal 2000-an.

Popularitas Pangeran William semakin meningkat setelah ia menikahi kekasihnya saat kuliah, Kate Middleton, dalam sebuah pernikahan megah. Sejak itu, ia selalu disorot publik bersama istri dan ketiga anak mereka.

Tahun lalu, publik melihat Pangeran dari sudut pandang baru ketika ia harus menghadapi penyakit istrinya dan akibatnya ia mengambil lebih banyak tugas dan tanggung jawab kerajaan sendirian. Ia bahkan mengungkapkan isi hatinya soal pengalaman tersebut.

Menurut calon pewaris taktha Kerajaan Inggris itu, tahun 2024 merupakan tahun tersulit dalam hidupnya setelah istri tercinta, Kate Middleton, dan ayahnya, Raja Charles III, didiagnosis menderita kanker. Dalam sebuah wawancara eksklusif di Cape Town, Afrika Selatan, pada Kamis, 7 November 2024, dikutip dari Page Six, William menggambarkan tahun tersebut sebagai brutal.

Putri Anne Melengkapi Posisi 3 Besar

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap ketabahan Kate Middleton dan Raja Charles dalam menghadapi diagnosis mengejutkan ini. "Sungguh mengerikan," ungkap William kepada People, sambil menambahkan bahwa dari sudut pandang keluarga, tahun ini sungguh brutal.

Pernyataan itu mengungkapkan sisi William sebagai calon raja masa depan yang lebih personal dan rentan. Kemungkinan hal itu berkontribusi pada peningkatan popularitasnya, yang pada akhirnya membuatnya menyalip Putri Kate dalam jajak pendapat yang kini di posisi kedua.

Menyusul posisi ketiga adalah Putri Anne. Posisi itu tidak berubah selama beberapa tahun belakangan. Putri Kerajaan sering digambarkan sebagai aset bagi keluarga, sekaligus senjata rahasia tak resmi dan tangan kanan Raja Charles.

Ia selalu menjadi salah satu anggota kerajaan yang paling sibuk bekerja. Khusus tahun lalu, ia bahkan mengambil lebih banyak tugas untuk memberi saudaranya, Raja Charles III, waktu untuk pulih setelah diagnosis kankernya.

Pujian untuk Putri Anne

"Ia sangat baik, dan pendekatannya yang manusiawi terasa. Anda merasa seperti sedang berbicara dengan seseorang yang benar-benar peduli dan mengerti," kata Tanya Curry, kepala eksekutif Motor Neurone Disease Association, yang dinaungi Anne sejak 2008. 

Moazzam Malik, kepala eksekutif Save the Children, juga menyampaikan beberapa pujian hangat untuk Putri Kerajaan, "Dia rendah hati, rendah hati, tidak ingin menjadi pusat perhatian, tetapi dia sangat berkomitmen. Anda dapat melihat bahwa dia peduli dengan keadaan Inggris dan keadaan dunia."

Sentimen ini tersebar luas, karena sang Putri tidak pernah mengecewakan para penggemar kerajaan. Jurnalis Tina Brown menulis dalam bukunya The Palace Papers, "Banyak orang di kalangan istana yang percaya bahwa dia adalah raja terbaik yang tidak akan pernah kita miliki."

Rasa tanggung jawabnya tak terbantahkan, seperti yang pernah ia katakan, "Ide untuk tidak ikut campur adalah sesuatu yang mustahil", dan mudah dipahami mengapa Raja dan Ratu memutuskan untuk mengandalkannya untuk mendapatkan dukungan ketika diperlukan, seperti yang dilakukan mendiang Ratu Elizabeth II sebelumnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |