Selaras Wastra: Tarakan x Wignyo Rahadi, Lebih dari Sekadar Koleksi Busana Berbahan Tenun

2 weeks ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Minggu, 10 Agustus 2025, pukul 16.35 WIB, panggung utama di Atrium Mal Kota Kasablanka menjadi semarak dengan kehadiran para model. Lampu sorot mengarah pada mereka yang membawakan koleksi bertajuk Exotica pada segmen Selaras Wastra: Tarakan x WigNyo Rahadi.

Total ada delapan tampilan busana wanita dan satu busana pria yang diciptakan desainer tenun ternama itu. Seluruhnya mengusung konsep modest fashion.

Koleksi ini memadukan tenun dan batik Kalimantan Utara dengan Tenun Gaya by Wignyo. Siluetnya bervariasi, mulai dari long dress, blus, rok, cape, hingga outerwear, dilengkapi aksen obi belt berbahan serat kulit kayu khas hutan Kalimantan. Permainan warna cerah dan monokrom hitam, detail lipit, tali ikat, hingga list kontras memberikan kesan feminin sekaligus modern.

"Exotica adalah cara saya bercerita tentang Kalimantan Utara lewat bahasa mode. Kain tradisional bisa elegan, wearable, dan tetap menyampaikan pesan budaya yang kuat," ujar Wignyo di sela acara Parade Wastra Nusantara di Jakarta, dikutip dari Fimela, Senin (11/8/2025).

Wali Kota Tarakan dan Istri Jadi Muse

Wali Kota Tarakan Khairul dan istri yang juga menjabat Ketua Dekranasda Kota Tarakan, Sitti Rujiah, tampil sebagai muse. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa pelestarian wastra adalah kebanggaan bersama, bukan hanya tugas pengrajin.

"Mengenakan tenun dan batik Tarakan berarti membalut diri dengan sejarah dan budaya masyarakat Tarakan. Itu artinya turut melestarikan nilai-nilai budaya yang kami jaga," kata Sitti.

Mereka tampil kompak mengenakan busana penuh warna dari wastra Tarakan, memamerkan keindahan motif serta filosofi kain tradisional yang menjadi identitas budaya Kalimantan Utara. Khairul tampil dengan kemeja panjang bermotif Gedabang atau Sa’ung, terinspirasi dari topi khas suku Dayak dan Tidung yang digunakan saat berladang dan melaut, dipadukan dengan ornamen rumah bangsawan tempo dulu.

Sitti memancarkan pesona anggun dalam maxi dress bermotif Imbaul, memadukan ukiran kayu, tumbuhan pakis, dan buah bakau. Setiap warna sarat makna: kuning melambangkan kehormatan, hijau untuk kedamaian, merah untuk keberanian, biru untuk persaudaraan, dan hitam untuk kekuatan.

Kekuatan Wastra Tarakan

Sebelumnya, rangkaian acara dimulai pukul 15.35 WIB dengan sesi Cerita Wastra: Tarakan, sebuah talkshow yang mengupas sejarah, filosofi, dan keindahan visual kain khas pesisir Kalimantan Utara. Menurut Khairul, kekuatan wastra Tarakan terletak pada filosofi alam yang kental.

"Simbol-simbol seperti pakis, gurun, ombak, hingga perahu semuanya merefleksikan warisan budaya dan kearifan lokal Tarakan," jelasnya.

Sitti menambahkan bahwa motif pakis menjadi simbol keselarasan manusia dengan alam. "Pakis bisa menahan erosi, sehingga filosofinya adalah menjaga keseimbangan alam," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga mengenakan tenun motif Batug Semandak, batug berarti anyaman, semandak berarti anak gadis, yang melambangkan harapan indah di masa depan sekaligus ketangguhan masyarakat pesisir.

Khairul mengungkapkan bahwa pendidikan budaya Tarakan telah ditanamkan sejak dini. "Dimulai dari TK, ada kurikulum lokal yang mengajarkan warisan budaya, termasuk tarian dan batik," ujarnya.

Pupuk Kecintaan Sejak Dini

Pendidikan itu berbuah manis. Generasi muda, terutama Gen Z, menjadi motor promosi wastra. Mereka aktif mempopulerkan kain Tarakan lewat media sosial, sekaligus menggunakannya dalam keseharian, bukan hanya pada acara resmi.

Upaya ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Pemerintah Kota Tarakan menggandeng Bank Indonesia, Pertamina, serta berkolaborasi dengan FIMELA dan para desainer nasional untuk mengangkat pamor wastra di kancah nasional.

Bagi Khairul, sinergi lintas sektor menjadi kunci perkembangan wastra Tarakan. "Kami berkolaborasi dengan UMKM, sponsor, hingga desainer nasional. Kolaborasi dengan FIMELA sudah sering dilakukan, termasuk dengan Barli Asmara dan kini Wignyo Rahadi. Ini bukan hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga pemasaran produk Tarakan. Sekarang sudah ada puluhan pengrajin batik di Tarakan, dan ini menjadi kebanggaan kami," tuturnya.

Kesuksesan Parade Wastra Nusantara 2025 yang berlangsung pada 8--10 Agustus 2025 di Kota Kasablanka, Jakarta, berkat dukungan sponsor dari PT Pertamina Persero, Bank BRI, Permodalan Nasional Madani, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemkot Tarakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |