Saatnya Bersenang-senang Main Game Lokal di Indonesia Game Week Perdana di Jakarta

3 weeks ago 29

Liputan6.com, Jakarta - Blok M Hub, salah satu pojok kreatif di kawasan Blok M, mendadak lebih riuh dari biasanya. Di tempat itu, Indonesia Game Week perdana diselenggarakan selama lima hari, pada Kamis sampai Minggu, 6--10 Agustus 2025.

Puluhan game lokal siap dijajal oleh para pengunjung yang bisa didatangi secara gratis. Game yang tersedia beragam, mulai dari game konsol, PC, hingga board games

Antusiasme pengunjung nyaris terlihat di berbagai sudut, khususnya area board games. Saya sempat mencoba salah satunya, Rasanya Lasagna, yang ternyata menjadi salah satu dari 10 finalis kompetisi desain board games. 

Penciptanya, Bimo, mengaku permainan kartunya terinspirasi dari karakter Garfield, si kucing oren yang suka menyantap lasagna. Permainan harus dimainkan lebih dari satu orang. Saya sendiri bermain dengan tiga pemain lainnya agar lebih seru dan hidup.

Permainan akan berhenti jika salah satu dari pemain sudah berhasil mengumpulkan tiga set kartu berisi keseluruhan ingredient. Pemenang akan ditentukan berdasarkan poin tertinggi yang berhasil dikumpulkan.

Itu baru satu gim. Masih ada puluhan gim lain yang bisa dijajal. Dengan beragamnya pilihan, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar tak bisa menutupi kekagumannya.

Kontribusi Subsektor Game pada PDB Indonesia

Irene mengatakan pada Jumat (8/8/2025), "Buat saya, ini satu arena yang luar biasa banget, supaya lebih banyak orang lagi tahu kalau Indonesia itu ada banyak games yang luar biasa."

Ia menyebut event tersebut menjadi ajang pamer IP-IP lokal yang ada di Indonesia, baik secara B2B atau B2C. Indonesia Game Week juga seakan jadi ajang pemanasan sebelum gelaran IGDX di Bali pada Oktober 2025. "IGDX itu adalah B2B yang salah satu yang terbaik di Asia Tenggara," imbuh Irene. 

Dengan hidupnya industri game di Indonesia, Kemenekraf menyebut kontribusi langsung dan tidak langsung sektor itu mencapai 0,3 persen terhadap PDB pada 2024. Nominalnya lebih dari Rp700 triliun. 

"Indirect artinya dari games itu nyambung kepada peripheral, ke device segala macam. Karena tanpa ada konten, si devices ini tidak akan bisa berproduksi juga untuk diterima oleh pasar kan?" kata Irene.

Lapangan kerja sebagai turunan dari penciptaan game juga bisa tercipta. Misalnya, ada pemain game profesional, wasit gim, hingga event organizer khusus berkaitan dengan gim.

Dorong Developer Jadikan Game Sarana Diplomasi Budaya

Tidak sekadar mencipta gim yang menarik, Irene juga mendorong para developer untuk menciptakan gim yang bisa menjadi sarana diplomasi budaya. Hal itu bisa dilakukan lewat penciptaan karakter yang berunsur Indonesia.

"Misalnya Jivana. Jivana ini adalah IP lokal Indonesia dan bajunya itu ada unsur-unsur Bhineka Tunggal Ika. Pancasilanya juga ada di dalam. Jualannya di mana? Thailand kan? Jadi, IP Indonesia sudah go international. Beberapa yang kecil-kecil ya, tapi kelihatan," kata Irene.

Tak kalah penting adalah kesadaran terkait pengurusan hak cipta. Ia mengatakan banyak pengembang game sudah mulai menyadari hal tersebut karena rata-rata sudah terpikir untuk mengembangkan game ciptaan mereka ke berbagai medium, seperti film dan komik.

"Jadi sekarang, kita fokusnya memang ke arah bagaimana mereka lebih aware terhadap produk-produk mereka sendiri. Untuk legalnya juga harus diperhatikan loh," sambung Irene.

"Jangan udah didaftarkan (IP)-nya, tapi pada saat menandatangani kontrak, lupa pada klausul-klausul yang merugikan. Biasanya kalau teman-teman kreatif itu pertama kali deal sama yang di luar ya udah langsung excited duluan, terus lupa baca kontrak," ia menerangkan.

Potensial Tampung Tenaga Kerja

Di sisi lain, Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan Abdullah Qiqi Asmara menyebut sektor gim berpotensi menyerap tenaga kerja yang besar. Terlebih, banyak anak muda, khususnya kalangan Gen Z yang berminat untuk menekuni bidang itu.

"Kalau kita lihat dari apa yang kami kerjakan selama ini di Kemenaker, ternyata sangat banyak peminat dari pelatihan-pelatihan vokasi yang kita selenggarakan. Bahkan sampai hari ini, kita memiliki kurang lebih 60 SKKNI, itu standar kompetensi kerja di bidang game. Artinya, mereka yang bergerak di dunia industri kreatif game kan sangat banyak," kata Abdullah.

Meski tak diketahui pasti jumlah tenaga kerja di industri game lokal, ia menyebut sektor itu bisa membantu penyerapan tenaga kerja yang dibayang-bayangi PHK selama lima tahun ke depan. Kemenaker memperkirakan jumlah yang terdampak akibat otomatisasi dan digitalisasi sampai 2030 akan menyentuh 23 juta orang.

Di sisi lain, jumlah angkatan kerja baru juga signifikan. "Dari tahun 2024 Februari sampai Februari 2025, itu angkatan kerja baru kita ada 3,67 juta, satu tahun terakhir," imbuh dia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |