Resep Pindang Ikan Patin Khas Palembang, Sensasi Asam Pedas Gurih yang Menggoda Selera

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pindang ikan patin khas Palembang merupakan salah satu hidangan tradisional yang terkenal dengan cita rasa gurih, asam, dan pedas yang menyegarkan. Perpaduan rempah-rempah khas Sumatera Selatan seperti serai, lengkuas, bawang, dan cabai membuat kuahnya memiliki aroma yang kuat dan menggugah selera. Ikan patin yang memiliki tekstur lembut dan sedikit berlemak menjadikan hidangan ini semakin nikmat ketika disajikan hangat bersama nasi putih.

Selain rasanya yang kaya, pindang ikan patin juga menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Palembang yang diwariskan turun-temurun. Setiap keluarga biasanya memiliki versi resepnya masing-masing, namun tetap mempertahankan karakter utama berupa kuah bening berwarna kemerahan dengan rasa asam segar. Berikut resep pindang ikan patin khas Palembang yang mudah diikuti di rumah, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (5/5/2026). 

Mengenal Ciri Khas Pindang Ikan Patin Palembang

Pindang ikan patin khas Palembang merupakan salah satu kuliner ikonik dari Sumatera Selatan yang terkenal akan cita rasanya yang unik dan menggugah selera. Hidangan berkuah ini menawarkan perpaduan sempurna antara rasa asam, pedas, manis, dan gurih yang begitu kaya. Aroma rempah yang kuat dan segar menjadi ciri khas yang tak terpisahkan dari sajian ini, seringkali diperkaya dengan sentuhan nanas, tomat hijau, dan daun kemangi yang memberikan kesegaran alami pada kuahnya.

Kuah pindang patin ini umumnya bening namun sangat kaya akan rasa, dengan variasi yang menarik seperti kuah kuning dari Musi Rawas atau kuah merah dari Banyuasin. Bahkan, terdapat pula varian pindang patin tempoyak yang menggunakan fermentasi durian sebagai penambah cita rasa. Keberagaman ini menunjukkan kekayaan kuliner Palembang yang patut untuk dicicipi dan dipelajari.

Meskipun bernama pindang patin, hidangan ini juga dapat menggunakan jenis ikan sungai lain seperti ikan belida, ikan gabus, ikan baung, atau udang. Namun, ikan patin menjadi pilihan utama karena tekstur dagingnya yang tebal, lembut, dan minim duri, menjadikannya sangat cocok untuk diolah menjadi pindang yang lezat. Selain kelezatannya, ikan patin juga dikenal sebagai sumber protein yang baik, rendah lemak, serta mengandung omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Bahan-Bahan Esensial untuk Resep Pindang Ikan Patin Khas Palembang

Bahan Utama

  • 500 gram ikan patin segar, potong-potong
  • 1 buah jeruk limau / 2 buah jeruk nipis (untuk marinasi)
  • Garam secukupnya

Bumbu Halus

  • 8 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 8 buah cabai merah keriting
  • 5 buah cabai rawit merah
  • 2 butir kemiri sangrai
  • 1 ruas kunyit bakar
  • 10 gram jahe
  • 15 gram lengkuas
  • 1 sdm terasi bakar

Bumbu Cemplung & Pelengkap

  • ½ buah nanas, potong dadu/kipas
  • 2 buah tomat hijau, iris
  • 1 batang serai, geprek
  • 2 lembar daun salam
  • 3–5 lembar daun jeruk
  • 15 cabai rawit merah utuh
  • 1 sdt asam jawa, larutkan dengan sedikit air
  • 2 sdt garam
  • 1 sdt gula
  • Kaldu bubuk secukupnya
  • (Opsional) kecap manis secukupnya
  • Daun kemangi secukupnya (untuk aroma akhir)

Langkah Mudah Membuat Pindang Ikan Patin Khas Palembang

1. Persiapan Ikan

Cuci bersih ikan patin, lalu lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan sekitar 5–7 menit untuk menghilangkan bau amis. Setelah itu bilas kembali hingga bersih dan tiriskan.

2. Membuat Bumbu Tumis

Haluskan semua bumbu halus hingga benar-benar lembut. Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu hingga harum dan matang. Masukkan serai, daun salam, dan daun jeruk, kemudian aduk hingga aroma semakin keluar dan bumbu matang sempurna.

3. Memasak Kuah Pindang

Didihkan sekitar 1 liter air dalam panci. Masukkan tumisan bumbu ke dalam air mendidih, lalu tambahkan nanas, garam, gula, kaldu bubuk, serta ikan patin. Masak dengan api sedang hingga ikan mulai matang dan kuah menyatu dengan bumbu.

4. Penyempurnaan Rasa

Tambahkan cabai rawit utuh, irisan tomat, dan air asam jawa. Aduk perlahan dan masak hingga semua bahan matang sempurna. Terakhir, masukkan daun kemangi untuk aroma segar. Koreksi rasa hingga sesuai selera—asam, pedas, dan gurih harus seimbang.

5. Penyajian

Angkat dan sajikan pindang ikan patin selagi hangat bersama nasi putih. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat jika dinikmati langsung saat kuahnya masih panas dan aromanya masih kuat.

Tips Membuat Pindang Ikan Patin Khas Palembang Lebih Enak dan Tidak Amis

Agar hasil pindang ikan patin khas Palembang terasa lebih lezat dan tidak amis, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat proses memasaknya. Detail kecil dalam pemilihan bahan hingga teknik memasak ternyata sangat memengaruhi rasa akhir hidangan. Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda mendapatkan hasil pindang yang lebih gurih, segar, dan sempurna.

1. Pilih ikan patin yang segar

Kunci utama kelezatan pindang patin ada pada kualitas ikan. Pilih ikan patin yang masih segar dengan ciri mata jernih, daging kenyal, dan tidak berbau menyengat. Ikan yang segar akan menghasilkan kuah yang lebih gurih dan tidak berbau amis meskipun dimasak dengan bumbu sederhana.

2. Marinasi ikan dengan benar

Sebelum dimasak, lumuri ikan dengan jeruk nipis atau jeruk limau dan sedikit garam. Diamkan beberapa menit agar bau amis hilang sempurna. Setelah itu bilas kembali supaya rasa asam tidak terlalu dominan saat dimasak.

3. Jangan terlalu lama memasak ikan

Ikan patin memiliki tekstur yang lembut, sehingga mudah hancur jika dimasak terlalu lama. Masukkan ikan setelah kuah mendidih dan masak hingga matang saja agar dagingnya tetap utuh, lembut, dan tidak hancur.

4. Seimbangkan rasa kuah

Rasa khas pindang ada pada kombinasi asam, pedas, dan gurih. Gunakan asam jawa, nanas, atau tomat secukupnya saja agar tidak terlalu dominan. Koreksi rasa di akhir proses memasak agar hasilnya lebih seimbang dan segar.

5. Gunakan api sedang saat memasak

Memasak dengan api sedang membantu bumbu meresap sempurna tanpa membuat ikan cepat hancur. Selain itu, kuah juga akan lebih jernih dan rasa rempah lebih menyatu.

6. Tambahkan daun kemangi di akhir

Daun kemangi sebaiknya dimasukkan di tahap akhir agar aromanya tetap segar. Ini akan memberikan sensasi wangi khas yang membuat pindang ikan patin semakin menggugah selera.

7. Diamkan sebentar sebelum disajikan

Setelah matang, biarkan pindang beberapa menit agar bumbu lebih meresap. Hidangan ini justru akan terasa lebih nikmat saat kuahnya sedikit “istirahat” sebelum disantap bersama nasi hangat.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apakah ikan patin harus selalu dimarinasi sebelum dimasak?

Ya, sebaiknya dimarinasi dengan jeruk nipis atau jeruk limau untuk mengurangi bau amis dan membuat rasa lebih segar.

2. Bolehkah pindang ikan patin dimasak tanpa nanas?

Boleh, tetapi nanas memberi rasa asam segar khas. Jika tidak ada, bisa diganti dengan tomat atau asam jawa.

3. Kenapa ikan patin mudah hancur saat dimasak?

Karena teksturnya lembut. Sebaiknya tidak dimasak terlalu lama dan dimasukkan saat kuah sudah mendidih.

4. Apakah pindang ikan patin bisa disimpan untuk keesokan hari?

Bisa, simpan dalam wadah tertutup di kulkas. Namun, sebaiknya dipanaskan kembali dengan api kecil agar rasa tetap enak.

5. Apa kunci utama rasa pindang yang enak?

Keseimbangan rasa asam, pedas, dan gurih dari bumbu serta penggunaan bahan segar adalah kuncinya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |