Korea Selatan Gratiskan Sewa Peralatan Pendakian bagi Pengunjung Taman Nasional

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Inisiatif yang dilakukan Korea Selatan untuk mendukung keselamatan para pendaki di taman nasionalnya perlu diapresiasi. Mulai musim panas tahun ini, pemerintah setempat secara signifikan memperluas program penyewaan peralatan pendakian secara gratis.

Pada Rabu, 27 Mei 2026, Layanan Taman Nasional Korea Selatan mengatakan bahwa mereka telah memperluas layanan penyewaan peralatan pendakian gratis ke 20 taman nasional berbasis pegunungan di seluruh negeri, meningkat dari 12 taman tahun lalu. Mulai bulan ini, layanan tersebut berlaku di tujuh taman nasional lain, meliputi Naejangsan, Gayasan, Juwangsan, Sobaeksan, Wolchulsan, Byeonsan, dan Taebaeksan.

Sementara, layanan penyewaan peralatan pendakian gratis baru berlaku di Geumjeongsan pada Juli 2026. Inisiatif ini memungkinkan pengunjung untuk meminjam sembilan jenis peralatan keselamatan pendakian secara gratis, termasuk sepatu bot pendakian, tongkat pendakian, ransel, pelindung lutut, perlengkapan darurat, crampon, dan kantong penghangat.

Mengutip Korea Times, Kamis, 28 Mei 2026, program ini pertama kali diperkenalkan sebagai proyek percontohan di Taman Nasional Bukhansan pada 2021 untuk mengurangi kecelakaan yang disebabkan oleh pendakian tanpa persiapan. Pada 2024, program ini diperluas ke enam taman nasional di wilayah perkotaan setelah dipilih sebagai inisiatif layanan publik oleh Kementerian Keuangan.

Enam taman lainnya, termasuk Jirisan, bergabung dengan program ini pada 2025. Dinas taman nasional mengatakan permintaan penyewaan terus meningkat tahun lalu, dengan sekitar 6.600 penyewaan peralatan tercatat di 12 taman nasional. Tongkat pendakian menyumbang bagian terbesar dari penyewaan, yaitu 28 persen, diikuti oleh crampon sebesar 19 persen.

Syarat Pinjam Peralatan Pendakian

Badan tersebut juga mengidentifikasi peningkatan permintaan dari pengunjung asing, dengan 158 kasus penyewaan yang melibatkan pendaki internasional tercatat tahun lalu di taman-taman nasional, termasuk Bukhansan. Para pejabat mengatakan dinas taman nasional akan meluncurkan sistem panduan multibahasa khusus untuk pengunjung asing tahun ini, termasuk rambu-rambu berbahasa Inggris dan materi promosi yang didistribusikan melalui platform media sosial luar negeri.

Pengunjung dapat menyewa peralatan di pusat dukungan pengunjung taman nasional setelah mengisi formulir aplikasi dan menyetujui ketentuan pengumpulan informasi pribadi. Semua peralatan harus dikembalikan pada hari yang sama.

Dinas Taman Nasional Korea mengatakan bahwa program yang diperluas ini diharapkan dapat mengurangi kecelakaan keselamatan yang disebabkan oleh perlengkapan pendakian yang tidak memadai. Di sisi lain, Indonesia masih mengalami tantangan perihal keselamatan pendakian di taman nasional.

Kasus terbaru adalah turis Malaysia terjatuh di jalur turun puncak Gunung Rinjani menuju Pelawangan Sembalun. Mengutip keterangan Balai TN Gunung Rinjani, korban mengalami cedera dan tidak dapat berdiri sehingga segera mendapat bantuan awal dari porter dan pemandu di lokasi.

Dievakuasi Pakai Helikopter

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo mengatakan pendaki Malaysia, Chye Connsynn (41), akhirnya dievakuasi menggunakan helikopter pada Senin, 25 Mei 2026. Proses evakuasi udara tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan medis korban.

Evakuasi udara dilakukan setelah petugas piket di Pelawangan menerima laporan kondisi korban pada pukul 06.45 WITA. Saat itu, cuaca dilaporkan cerah sehingga proses evakuasi segera dipersiapkan dengan mengutamakan keselamatan pendaki.

"Evakuasi udara adalah salah satu bentuk klaim pada asuransi premium yang ada di TNGR," kata Astekita di Lombok Timur, Selasa, 26 Mei 2026, dilansir dari Antara.

Korban kemudian dipindahkan ke tandu untuk memudahkan proses evakuasi. Helikopter selanjutnya diterbangkan menuju Pelawangan 2 sebelum sempat mendarat di Sembalun untuk menurunkan tenaga medis guna mengurangi beban pesawat.

Setelah itu, helikopter kembali melanjutkan penerbangan dan berhasil mendarat di helipad Pelawangan 2 untuk mengevakuasi korban. Pendaki tersebut kemudian diterbangkan menuju rumah sakit di Denpasar, Bali, guna mendapatkan perawatan intensif.

"Korban diterbangkan menuju rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," ujarnya.

Imbauan Balai TN Gunung Rinjani

Astekita menjelaskan, proses evakuasi sempat mengalami kendala pada hari sebelumnya akibat kabut tebal yang membuat helikopter harus kembali ke Denpasar setelah beberapa kali mencoba mendekat ke lokasi korban. Pada hari berikutnya, tim evakuasi dari Edelweis Medical Health Centre (EMHC) bersama Basarnas kembali bergerak dari Pos Sembalun untuk membantu penanganan dan persiapan evakuasi udara.

Balai TNGR mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut, termasuk Basarnas Mataram, EMHC, Asuransi Syariah Kita Bisa, SGI Air Bali, Nusa Medica Clinic, Unit SAR Lombok Timur, relawan, serta para petugas TNGR.

“Semoga korban segera pulih dan seluruh tim yang bertugas selalu diberikan keselamatan,” kata Astekita.

Dalam unggahan di akun Instagram resmi Balai TN Gunung Rinjani, pihak balai mengimbau agar seluruh pendaki untuk selalu mempersiapkan kondisi fisik sebelum pendakian. Pendaki juga harus mengutamakan keselamatan selama perjalanan dan nengikuti arahan petugas dan guide

"Tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh menurun. Gunung bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang pulang dengan selamat."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |