Resep Jajanan Khas Maluku Utara yang Menggugah Selera, dari Lalampa hingga Halua Kenari

4 hours ago 3
  • Apa saja jajanan khas Maluku Utara yang paling populer?
  • Apakah jajanan ini masih sering dibuat di rumah?
  • Apakah bahan-bahan jajanan ini mudah ditemukan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Maluku Utara, sebuah provinsi yang kaya akan keindahan alam dan budaya, juga menyimpan harta karun kuliner berupa jajanan tradisional yang tak kalah memikat. Beragam penganan khas daerah ini menawarkan cita rasa unik yang siap memanjakan lidah siapa saja yang mencicipinya. Dari hidangan gurih yang mengenyangkan hingga camilan manis yang renyah, setiap jajanan memiliki cerita dan keunikan tersendiri. 

Salah satu penjaga keaslian cita rasa tersebut adalah Masita M. Said (34), seorang ibu rumah tangga yang telah berpengalaman membuat berbagai jajanan khas Maluku Utara untuk beragam acara seperti pernikahan, arisan, doa selamat, hingga sajian buka puasa dan lebaran. Ia bercerita banyak hal tentang jajanan khas Maluku Utara ini melalui wawancara daring bersama Liputan6.com pada Senin (4/5/2026).

Jajanan khas Maluku Utara ini tidak hanya sekadar makanan, melainkan juga bagian dari warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk resep yang dimiliki Masita yang ia pelajari langsung dari keluarganya. Kehadirannya seringkali menjadi pelengkap dalam berbagai acara adat, perayaan, atau sekadar teman minum teh di sore hari. 

Melalui pengalaman dan keahliannya, Masita turut menjaga tradisi kuliner ini agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (5/5/2026). 

Lalampa: Lemper Khas Maluku Utara dengan Isian Ikan Cakalang

Lalampa merupakan jajanan khas Maluku Utara yang sering disamakan dengan lemper, namun dengan sentuhan rasa yang berbeda dan unik. Penganan ini terbuat dari beras ketan yang diisi dengan abon atau daging ikan cakalang cincang, yang telah dibumbui dengan rempah-rempah pilihan. Aromanya yang khas semakin kuat karena dibungkus dengan daun pisang dan kemudian dibakar, menjadikannya menu favorit saat berbuka puasa di Ternate. 

Menurut Masita, Lalampa memiliki ciri khas yang tidak dimiliki lemper pada umumnya. “Kalau lalampa itu kuncinya di isian ikan dan proses dibakar. Harumnya daun pisang itu bikin rasanya lebih khas, apalagi kalau pakai ikan segar,” ujarnya.

Masita juga membagikan tips penting agar hasilnya maksimal. “Jangan terlalu lama membakar lalampa, cukup sampai daun pisangnya harum saja. Kalau terlalu lama, ketannya bisa kering dan keras,” tambahnya. Proses pembungkusan dengan daun pisang dan pembakaran di wajan datar inilah yang memberikan Lalampa cita rasa gurih dan aroma smoky yang menggoda selera. Berikut resepnya:

Bahan Ketan:

  • 300–500 gram beras ketan (rendam 2–3 jam)
  • 150–300 ml santan
  • 1 sdt garam
  • Daun pandan (opsional)

Bahan Isian Ikan:

  • 250–400 gram ikan cakalang (kukus lalu suwir)
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5–8 cabai merah (sesuai selera)
  • 3–5 cabai rawit
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 ruas jahe / lengkuas
  • Garam & gula secukupnya
  • Sedikit santan (opsional agar lebih gurih)

Bahan Tambahan:

  • Daun pisang untuk membungkus

Cara Membuat Lalampa:

  • Cuci bersih beras ketan yang sudah direndam, lalu kukus selama ±15 menit hingga setengah matang. Angkat dan sisihkan.
  • Didihkan santan bersama garam (dan daun pandan jika ada), lalu tuangkan ke ketan setengah matang. Aduk hingga merata dan meresap.
  • Kukus kembali ketan hingga matang sempurna dan pulen. Setelah matang, angkat dan biarkan sedikit dingin agar mudah dibentuk.
  • Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan jahe/lengkuas. Tumis bumbu hingga harum, lalu masukkan serai dan daun jeruk.
  • Masukkan ikan cakalang suwir ke dalam tumisan bumbu. Aduk rata, beri garam dan gula secukupnya, lalu masak hingga bumbu meresap dan agak kering.
  • Siapkan daun pisang, lalu panaskan sebentar agar lebih lentur dan tidak mudah sobek saat dipakai membungkus.
  • Ambil ketan secukupnya, pipihkan di atas daun pisang, lalu isi dengan tumisan ikan cakalang di bagian tengah.
  • Tutup kembali dengan ketan, kemudian bentuk dan padatkan.
  • Bungkus rapat menggunakan daun pisang seperti lontong, lalu sematkan lidi atau tusuk gigi agar tidak terbuka.
  • Panggang atau bakar di atas teflon atau bara api hingga daun pisang harum dan sedikit kecokelatan.
  • Angkat dan sajikan selagi hangat agar aroma smoky dan rasa gurihnya lebih terasa.

Bagea Kenari: Kue Kering Renyah Pendamping Kopi

Bagea Kenari adalah kue kering tradisional dari Ternate, Maluku Utara, yang terkenal dengan teksturnya yang cukup keras namun sangat nikmat saat disantap. Kue ini dibuat dari bahan dasar tepung sagu yang dipadukan dengan kacang kenari dan kacang tanah, memberikan perpaduan rasa gurih dan sedikit manis. Kekhasan Bagea Kenari terletak pada teksturnya yang renyah dan tahan lama, sehingga sering dijadikan oleh-oleh khas daerah. 

Bagea kenari justru terasa lebih nikmat ketika dinikmati perlahan. “Bagea itu memang keras, tapi justru di situ enaknya. Biasanya dimakan waktu santai sambil minum kopi atau teh panas, baru dicelup sedikit supaya agak lunak. Bagea juga terkenal sebagai oleh-oleh khas Maluku Utara,” ujar Masita.

Masita juga menambahkan tips penting dalam prosesnya. “Kalau memanggang bagea, jangan terlalu cepat dinaikkan suhunya. Api kecil dulu supaya dalamnya matang merata, jadi tidak keras banget di luar saja,” jelasnya. Hasilnya adalah kue kering yang renyah dan kaya rasa, cocok sebagai camilan di berbagai suasana.

Bahan-Bahan:

  • 300–500 gram tepung sagu (sebaiknya disangrai dulu)
  • 100–200 gram gula pasir atau gula halus
  • 100 gram kacang kenari (cincang kasar)
  • 50–100 gram kacang tanah sangrai (opsional)
  • 2 butir telur
  • 100 ml minyak sayur / mentega cair
  • 1 sdt kayu manis bubuk
  • ½ sdt cengkeh bubuk (opsional)
  • ½ sdt soda kue
  • Sejumput garam

Cara Membuat:

  1. Sangrai tepung sagu terlebih dahulu hingga ringan dan harum, lalu dinginkan.
  2. Kocok telur dan gula hingga tercampur rata dan agak mengental.
  3. Masukkan minyak sayur, aduk kembali hingga rata.Tambahkan tepung sagu, kacang kenari, kacang tanah, kayu manis, cengkeh, soda kue, dan garam. Aduk hingga adonan kalis dan bisa dibentuk.
  4. Ambil sedikit adonan, bentuk pipih atau bulat sesuai selera.Susun di atas loyang yang sudah diolesi margarin atau dialasi kertas baking.
  5. Panggang dalam oven suhu ±160°C selama 25–35 menit hingga matang dan kering.
  6. Dinginkan sebelum disimpan agar teksturnya semakin renyah.

Halua Kenari: Manis Gurihnya Camilan Tradisional 

Halua Kenari adalah camilan manis khas Maluku Utara yang sederhana namun kaya rasa, terbuat dari biji kenari yang dicampur dengan lelehan gula merah. Perpaduan rasa manis dari gula dan gurih alami dari kenari menciptakan sensasi yang memanjakan lidah. Camilan ini sangat cocok dinikmati saat bersantai, menawarkan kehangatan dan kelezatan dalam setiap gigitannya. 

Halua kenari termasuk jajanan yang paling sering dibuat saat momen besar keluarga. “Halua kenari itu biasa ada kalau acara besar. Rasanya manis gurih," jelas Masita. Masita menekankan pentingnya teknik saat memasak gula agar hasil halua kenari tidak mudah mengeras secara berlebihan. Ia menyarankan agar gula tidak terlalu sering diaduk pada tahap awal pemasakan, melainkan dibiarkan hingga benar-benar larut dan mengental terlebih dahulu sebelum kacang kenari dimasukkan. 

Dengan cara ini, tekstur halua akan lebih lembut, menyatu sempurna, dan tidak cepat keras setelah dingin. Setelah adonan tercampur rata, langkah berikutnya adalah menuangkannya ke atas loyang beralas kertas roti, lalu diratakan dan dibentuk sesuai selera sebelum didinginkan hingga mengeras dan siap disajikan. Berikut resepnya;

Bahan-Bahan:

  • 250–300 gram kacang kenari
  • 200 gram gula merah, sisir halus
  • 50–100 gram gula pasir
  • 100–150 ml air
  • Sejumput garam
  • (Opsional) 1 sdm margarin untuk rasa lebih gurih

Cara Membuat:

  1. Sangrai atau panggang kacang kenari sebentar hingga harum, lalu cincang kasar sesuai selera.
  2. Siapkan wajan, masukkan gula merah, gula pasir, air, dan garam.
  3. Masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan hingga gula larut dan mengental.
  4. Setelah mulai kental dan berbuih, masukkan kacang kenari.
  5. Aduk rata hingga semua kacang terbalut gula dan adonan mulai mengental seperti karamel kental.
  6. Matikan api saat tekstur sudah mulai “berbenang” dan tidak terlalu cair.
  7. Tuang adonan ke atas loyang atau wadah yang sudah dialasi kertas roti atau olesan minyak tipis.
  8. Ratakan, lalu diamkan hingga dingin dan mengeras.Potong atau bentuk sesuai selera, lalu sajikan.

Kue Pelita: Kelembutan Manis dalam Balutan Daun Pandan

Kue Pelita adalah kue tradisional yang menawarkan kelembutan tekstur dan aroma wangi daun pisang yang khas. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras dan santan, menghasilkan rasa manis dan gurih yang seimbang. Penyajiannya yang unik dalam wadah daun pandan memberikan sentuhan tradisional yang menarik, sekaligus menambah aroma alami pada kue.

Untuk membuat Kue Pelita, semua bahan seperti santan kental, gula pasir, tepung beras, tepung maizena, garam, kental manis, susu bubuk, dan vanili bubuk dicampur rata. Adonan kemudian dimasak dengan api sedang hingga mengental dan teksturnya menjadi lembut. Setelah itu, adonan dituang ke dalam wadah daun pisang yang sudah disiapkan dan dipadatkan. 

Masita juga menambahkan bahwa kunci kelembutan kue ini ada pada proses memasaknya. “Harus diaduk terus saat dimasak supaya tidak menggumpal. Dan santannya jangan sampai pecah, itu yang menentukan hasil akhirnya halus atau tidak,” jelasnya. Setelah uap panasnya hilang, kue ini lebih nikmat disajikan dingin setelah disimpan dalam kulkas.

Bahan-Bahan:

  • 500 ml santan kental
  • 100 gram tepung beras
  • 2 sdm tepung maizena
  • 120–150 gram gula pasir (sesuai selera)
  • 1 sachet susu kental manis
  • 2 sdm susu bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • Daun pisang sebagai wadah (dibentuk seperti mangkuk kecil)

Cara Membuat:

  1. Campurkan tepung beras, tepung maizena, gula pasir, susu bubuk, vanili, dan garam dalam wadah.
  2. Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tidak ada yang menggumpal.
  3. Masukkan susu kental manis, lalu aduk hingga semua bahan tercampur rata.
  4. Masak adonan di atas api sedang sambil terus diaduk agar tidak menggumpal dan santan tidak pecah.
  5. Masak hingga adonan mengental, halus, dan bertekstur lembut seperti puding kental.
  6. Siapkan wadah daun pisang yang sudah dibentuk seperti mangkuk kecil.
  7. Tuang adonan ke dalam wadah daun pandan hingga penuh.
  8. Diamkan hingga uap panas hilang dan adonan mulai set.
  9. Simpan dalam kulkas agar lebih padat dan nikmat saat disajikan dingin.

Lapis Tidore: Kue Legendaris dengan Selai Kacang Istimewa

Lapis Tidore atau yang juga dikenal sebagai kue keik lapis kacang adalah kue legendaris yang berasal dari Pulau Tidore, Maluku Utara. Kue ini memiliki tampilan yang mirip dengan kue lapis khas Surabaya, namun dengan ciri khas tambahan berupa olesan gula merah dan selai kacang yang renyah di setiap lapisannya. Umumnya, Lapis Tidore dibuat berlapis tiga, dengan setiap tumpukan diolesi selai kacang dan gula merah yang memberikan kekayaan rasa dan tekstur.

Pembuatan Lapis Tidore melibatkan dua komponen utama: adonan kue dan selai kacang atau 'kica'. Adonan kue dibuat dari telur, gula halus, dan SP yang dimixer hingga kaku, lalu dicampur dengan tepung terigu. Adonan ini kemudian dipanggang dalam loyang. Sementara itu, selai kacang dibuat dengan melelehkan gula merah, gula pasir, dan garam dengan air hingga kental, lalu ditambahkan kacang tanah yang sudah dihaluskan. Setelah kue matang dan didinginkan, kue dibagi dua dan setiap bagian diolesi selai kacang sebelum ditumpuk kembali. Potongan Lapis Tidore siap memanjakan lidah dengan kombinasi manis, gurih, dan renyah yang unik.

Bahan-Bahan:

  • 8 butir telur
  • 150–200 gram gula halus
  • 1 sdt SP (pengemulsi)
  • 150 gram tepung terigu protein sedang
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 100 gram margarin, lelehkan

Bahan Selai Kacang (Kica):

  • 150 gram kacang tanah sangrai, haluskan
  • 100 gram gula merah, sisir
  • 50 gram gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 100–150 ml air

Cara Membuat:

  1. Kocok telur, gula halus, dan SP hingga mengembang, kental, dan berwarna pucat.
  2. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan hingga rata.
  3. Tambahkan vanili, garam, dan margarin leleh, aduk kembali hingga tercampur sempurna.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dioles margarin, lalu panggang hingga matang dan kecokelatan.
  5. Angkat kue dan dinginkan, kemudian belah menjadi beberapa lapisan (biasanya 3 lapis).
  6. Masak gula merah, gula pasir, garam, dan air hingga larut dan mengental.
  7. Masukkan kacang tanah halus, aduk hingga menjadi selai kental (kica), lalu dinginkan sebentar.
  8. Oleskan selai kacang pada setiap lapisan kue secara merata.
  9. Tumpuk kembali lapisan hingga menjadi satu kue utuh.
  10. Diamkan beberapa saat agar set, lalu potong dan sajikan.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa saja jajanan khas Maluku Utara yang paling populer?

Beberapa yang paling dikenal adalah lalampa, bagea kenari, halua kenari, kue pelita, dan lapis Tidore.

2. Apakah jajanan ini masih sering dibuat di rumah?

Ya, masih banyak dibuat, terutama untuk acara keluarga seperti arisan, pernikahan, doa selamat, hingga hari raya.

3. Apakah bahan-bahan jajanan ini mudah ditemukan?

Sebagian besar mudah ditemukan, seperti tepung, gula, dan santan. Namun beberapa bahan khas seperti kenari bisa lebih spesifik.

4. Apakah semua jajanan ini bercita rasa manis?

Tidak. Ada yang gurih seperti lalampa, dan ada juga yang manis seperti halua kenari dan kue pelita.

5. Apakah jajanan ini bisa dibuat untuk usaha rumahan?

Bisa, karena banyak di antaranya cukup tahan lama seperti bagea dan halua kenari sehingga cocok untuk dijual.     

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |