Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 Pamerkan Karya 14 Seniman, Ini Daftarnya

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 14 seniman Indonesia akan unjuk gigi di Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026. Karya yang mereka buat selama residensi di sebuah sekolah grafis tua di Venesia akan dipamerkan ke publik mulai 9 Mei 2026 hingga 22 November 2026.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon akan membuka Paviliun Indonesia pada Kamis, 7 Mei 2026. Ia menyatakan kepesertaan Indonesia pertama kali sejak 2020. 

"Indonesia menghadirkan 14 perupa, tujuh perupa yang memang sudah dikenal, established, yang sudah menjadi tokoh, maestro gitu ya, dan tujuh lagi adalah dari kalangan seniman muda," kata Menbud ditemui di sela pembukaan Art Jakarta Gardens 2026 di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Ke-14 seniman Indonesia itu terdiri dari Agus Suwage, Syahrial, Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agustina Sitompul, Mariam Sofrina, Rusyan Yasin, Aniel Karona, Valeria Vidigal Oki, Annisa Aqila, Eva Rosyadiatul Wardah, Muhammad Boy Farhan Sinaga, Muhammad Alfariz, dan Rahmad Putra. Ketujuh seniman muda sebagian berasal dari daerah terdampak bencana Sumatera dan juga ada perwakilan Papua.

Ia mengungkapkan bahwa target utama kepesertaan Indonesia di ajang 'Oscar-nya' dunia seni rupa itu adalah agar karya seniman-seman Indonesia semakin terlihat, terutama di Eropa. Dengan begitu, apresiasi dari penikmat seni luar negeri akan karya seni rupa Indonesia juga akan semakin tumbuh.

"Dan untuk membangun network (juga), jaringan, supaya nanti kita saat menyelenggarakan Biennale di Indonesia, kita undang juga mereka untuk datang ya," imbuh Fadli. "Supaya mereka bisa melihat kekayaan budaya Indonesia, kekayaan pariwisata Indonesia, kreativitas Indonesia, orang-orang Indonesia."

Gelar Residensi dan Mentorship buat Seniman

Tak hanya memamerkan karya, para seniman tersebut juga menjalani residensi di Venesia. Indonesia menyewa bangunan sekolah grafis yang cukup tua di kota tersebut sebagai tempat residensi para seniman.

"Jadi, sebulan yang lalu mereka sudah berangkat dan berkarya di sana. Karyanya akan dipajang dan akan dibuka untuk umum besok. Dan akan berlangsung hingga bulan November," kata Menbud.

Khusus untuk seniman-seniman muda, mereka juga mengikuti program art dealing di Firenze. Itu merupakan bagian dari mentorship dari seniman mapan kepada para perupa muda.

"Ada semacam manajemen talenta nasional di situ. Pembelajaran dari tokoh-tokoh yang lebih senior," sahutnya lagi.

Terlebih, karya seni rupa bisa dikembangkan dalam segi ekonomi budaya. Menurut Fadli, karya para seniman Indonesia sebenarnya tidak kalah, setidaknya terlihat dari harga yang dicantumkan pada karya seni Indonesia yang salah satunya mencapai Rp85 miliar. Banyak pula karya yang sudah bernilai di atas Rp10 miliar.

"Cuma mungkin kurang promosi, kurang mendapatkan platform di teater seni rupa dunia," ucap Fadli.

Konsep Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 6 Maret 2026, keikutsertaan di Venice Biennale 2026 menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya dan penguatan soft power Indonesia di dunia lewat kekuatan seni dan budaya.

"Ini adalah satu kesempatan juga untuk promosi budaya kita karena banyak sekali talenta, bakat, dan juga tentu seniman budayawan yang hebat," jelas Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di kantor Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Jakarta.

Pada edisi kali ini, Paviliun Indonesia menempati sebuah bangunan sekolah grafis di Venesia, berbeda dengan beberapa ajang sebelumnya yang menempati area utama. Menteri Kebudayaan menunjuk Aminuddin TH Siregar, yang akrab disapa Ucok dan juga merupakan kurator Galeri Nasional Indonesia, sebagai kurator Paviliun Indonesia. 

Ucok menjelaskan bahwa konsep presentasi Indonesia juga akan menampilkan konteks sejarah dan visual seni rupa Indonesia melalui berbagai referensi grafis dan arsip visual.

"Gagasannya adalah memperlihatkan beberapa karya grafis yang terkait dengan Indonesia di masa lalu, termasuk buku-buku tua, litografi, dan berbagai materi visual lain yang dapat memberikan gambaran tentang perkembangan seni rupa Indonesia," jelasnya.

Bagian dari Program Manajemen Talenta Nasional

Partisipasi Indonesia dalam Venice Biennale 2026 merupakan bagian dari penguatan ekosistem seni dalam kerangka Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya yang dikembangkan Kemenbud. Program ini mencakup lima ekosistem utama, yaitu sastra, seni rupa, seni pertunjukan, film, dan musik.

Proses pemilihan seniman yang akan mengikuti Venice Biennale 2026 telah dilakukan melalui kurasi yang ketat untuk menjaring talenta muda dan memperluas jejaring mereka di tingkat global. Selain karya para seniman, Paviliun Indonesia juga direncanakan menampilkan berbagai buku seni rupa Indonesia sebagai bagian dari ruang referensi selama pameran berlangsung.

Menbud menyampaikan bahwa kehadiran buku-buku tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan tradisi seni rupa Indonesia kepada pengunjung internasional. Melalui buku-buku tersebut, pengunjung dapat melihat kekayaan genre, gaya, dan mazhab seni rupa Indonesia yang sangat beragam.

Menbud juga menjelaskan bahwa seni rupa di Indonesia merupakan warisan tradisi nenek moyang. "Baru saja tanggal 22 Januari, lukisan purba tertua di dunia dinyatakan ada di Indonesia, umurnya 67.800 tahun. Jadi tradisi (seni rupa) itu bukan tradisi baru, tapi tradisi panjang yang ada di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra," paparnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |