Paspor Diplomatik Anak Sambung Putra Mahkota Norwegia Dicabut Usai Terjerat 23 Kasus Kriminal

2 weeks ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Kabar terbaru mengungkap kondisi Marius Borg Høiby, anak sambung Putra Mahkota Norwegia, Haakon, sekaligus anak sulung Putri Mette-Marit. Ia dilaporkan telah kehilangan fasilitas paspor diplomatiknya yang didapatkannya sejak kecil.

Meski tidak mendapat gelar bangsawan maupun mendapat tugas resmi, paspor tersebut memungkinkannya untuk melewati pemeriksaan imigrasi, menerima perlakuan istimewa di bandara, dan mendapatkan perlindungan konsuler yang lebih baik. Pangeran Haakon secara terbuka mengonfirmasi bahwa Marius memegang paspor tersebut, tetapi tidak menyebutkan penggunaannya untuk perjalanan pribadi.

Menurut laporan majalah Se og Hør, mengutip Hola, Senin (11/8/2025), Marius dikatakan telah menggunakan paspor tersebut untuk beberapa perjalanan pribadi, bahkan tanpa ditemani anggota keluarga kerajaan lainnya. Hal itu melanggar pedoman Kementerian Luar Negeri.

Penggunaan paspor diplomatik tersebut memungkinkannya untuk melewati pemeriksaan imigrasi dan menerima perlakuan istimewa di bandara internasional. Publikasi tersebut menegaskan bahwa Marius menyalahgunakan hak istimewanya dengan menggunakan paspor tersebut untuk menghindari situasi yang membahayakan di luar negeri.

Menyusul pemberitaan tersebut, ditambah tekanan publik, Kementerian Luar Negeri Norwegia mengambil tindakan drastis. Mereka mencabut paspor diplomatik Marius sejak enam bulan lalu, menyusul puluhan kasus kriminal yang membelitnya.

Marius Masih Melanglangbuana Meski Terjerat Kasus Hukum

Total ada 23 pelanggaran hukum serius yang dituduhkan kepada Marius Borg. Itu termasuk pemerkosaan, pelecehan seksual, pengancaman, hingga pelanggaran perintah penahanan. Jaksa Sturla Henriksbø diperkirakan akan memutuskan dalam beberapa minggu mendatang apakah akan meresmikan dakwaan tersebut.

Selama masa ini, Marius sepertinya tak peduli. Ia tetap menjalani gaya hidup aktif, bepergian ke seluruh Eropa, termasuk Italia, Cannes, Monako, dan Portugal, yang menuai kritik keras dari publik. Gaya hidupnya, yang jauh dari kerahasiaan yang diharapkan dari seseorang yang terkait dengan keluarga kerajaan, telah memicu perdebatan nasional.

Publik mempertanyakan mengapa Marius diberikan hak istimewa itu padahal ia bukan anggota keluarga kerajaan aktif dan tidak menjalankan misi resmi. Seorang sumber yang dekat dengan kasus ini mengatakan kepada media Norwegia bahwa, "Paspor diplomatik hanya diperuntukkan untuk perjalanan resmi."

Menyusul kasus Marius, penggunaan paspor diplomatik kini dibatasi hanya untuk anggota keluarga kerajaan yang aktif, seperti Pangeran Sverre Magnus, Putri Marta, dan Putri Astrid, serta sekelompok kecil individu yang ditunjuk oleh negara. Anggota lainnya harus menggunakan paspor biasa setelah mereka dewasa, menurut laporan dari Istana Kerajaan, termasuk Marius dan ketiga anak Putri Martha Louise.

Makna Lain dari Pencabutan Paspor Diplomatik

Pencabutan paspor Marius Borg dinilai lebih dari sekadar tindakan administratif. Media itu memandang keputusan tersebut menandakan pihak kerajaan mulai menjaga jarak dari seorang sosok yang disorot tajam media sejak penangkapan pertamanya.

Kasus ini telah memicu perdebatan tentang hak istimewa warisan dan menempatkan monarki Norwegia di bawah pengawasan, karena menghadapi situasi yang rumit akibat masalah hukum putra Putri Mette-Marit. Sejauh ini, Istana Kerajaan memilih untuk bungkam. Belum ada pernyataan atau tanggapan resmi dalam wawancara tahunan tradisional dengan Putra Mahkota: nama Marius tetap absen dari agenda publik.

Skandal ini tidak hanya mengguncang keluarga kerajaan tetapi juga menarik perhatian media internasional. Marius yang menghabiskan seminggu di penjara setelah tuduhan pemerkosaan mencuat pada bulan November, menjalani rehabilitasi di London setelah dibebaskan. 

Marius Borg Hoiby, anak dari hubungan singkat antara Putri Mahkota Mette-Marit dan Morten Borg, telah menjadi sorotan sejak kecil. Dibawa ke dalam keluarga kerajaan pada usia empat tahun ketika ibunya menikah dengan Putra Mahkota Norwegia, Hoiby dibesarkan bersama saudara tirinya, Putri Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus.

Calon Ratu Norwegia Jalani Hidup Baru di Australia

Di sisi lain, saudara tiri Marius, Putri Ingrid Alexandra memutuskan pindah dari negaranya dan menjalani kehidupan yang jauh dari sorot kerajaan. Pada usia ke-21 tahun, ia menempuh pendidikan tinggi di negeri kanguru, Australia.

Sebagai anggota keluarga kerajaan, penampilannya yang tampak sederhana menjadi sorotan. Dalam potret hari pertama kuliah yang dirilis Istana Norwegia, Ingrid tampil santai mengenakan sweater biru, celana jeans, dan sepatu sneakers saat berjalan-jalan di kampus barunya.

Mengutip People, Minggu, 27 Juli 2025, ia menyatakan antusiasmenya dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi The Royal House of Norway, "Saya sangat menantikan untuk belajar di University of Sydney. Rasanya menyenangkan bisa menjadi seorang mahasiswa, dan saya berharap mendapatkan perspektif baru tentang politik Eropa dan internasional. Saya yakin bahwa saya akan banyak belajar."

Keputusan itu menunjukkan bahwa Ingrid ingin membentuk dirinya secara maksimal, tidak hanya sebagai bangsawan, tapi juga sebagai pemimpin di masa depan yang memahami dunia luar. Dengan belajar di luar negeri, ia akan mendapat pengalaman hidup yang berbeda, jauh dari protokol kerajaan yang ketat.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |