Olahan Singkong ala Orang Desa yang Gak Bikin Bosen, Favorit Semua Usia

4 hours ago 5

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

  • Apa saja olahan singkong ala orang desa yang paling populer?
  • Bagaimana cara agar singkong tidak pahit saat diolah?
  • Apakah singkong bisa dijadikan makanan sehat?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Singkong menjadi salah satu bahan pangan sederhana yang sudah lama melekat dalam kehidupan masyarakat desa. Meski terkesan sederhana, olahan singkong justru memiliki cita rasa khas yang sulit ditandingi makanan modern. Dari yang manis hingga gurih, berbagai kreasi olahan singkong ala orang desa selalu berhasil menggugah selera.

Selain mudah didapat, singkong juga dikenal sebagai bahan yang fleksibel untuk diolah menjadi berbagai hidangan. Banyak resep turun-temurun yang masih dipertahankan hingga sekarang karena kelezatannya yang autentik. Olahan singkong ala orang desa juga identik dengan proses memasak yang sederhana namun penuh rasa. Liputan6 mewawancarai Warsiti (65), petani asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sekaligus ibu rumah tangga yang gemar membuat olahan singkong. Berikut ini lima olahan singkong ala orang desa yang nikmat disantap kapan saja.

Singkong, Sumber Karbohidrat selain Nasi

Singkong dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif selain nasi yang banyak dikonsumsi masyarakat desa. Kandungan energinya cukup tinggi sehingga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama, cocok untuk dijadikan pengganti nasi dalam menu harian. Selain itu, singkong juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan serta beberapa vitamin dan mineral penting. Tak heran jika olahan singkong ala orang desa sering dijadikan makanan pokok, terutama di daerah yang sulit mendapatkan beras.

“(Saya) selalu menanam singkong di sela-sela jagung. Nanamnya gampang, tiap habis panen batangnya dipotongin terus tinggal ditancepin pasti tumbuh, jadi gak perlu bingung cari-cari bibit. Selain singkong itu kan ada juga cabe di pinggir-pinggir tegalan (kebun, red). Jadi karena kebunnya depan rumah ya isinya macem-macem yang bisa dimakan tiap hari,” ungkap Warsiti saat ditemui Liputan6 di kediamannya di bagian barat Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (29/4/2026). 

Menariknya, singkong bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat tanpa kehilangan nilai gizinya jika dimasak dengan cara yang tepat. Dari direbus, dikukus, hingga digoreng, semua cara pengolahan memberikan variasi rasa yang tidak membosankan. Hal ini membuat singkong tetap relevan sebagai bahan pangan utama hingga sekarang. 

1. Getuk Ndeso Kenyal Warna Kuning

Getuk ndeso menjadi salah satu olahan singkong ala orang desa yang paling populer. Teksturnya kenyal dengan warna kuning menggoda, biasanya berasal dari campuran gula merah atau pewarna alami. Menariknya, getuk ini tidak hanya enak dimakan langsung, tetapi juga bisa digoreng untuk menghasilkan sensasi renyah di luar dan lembut di dalam. Rasanya manis legit, sangat cocok dijadikan camilan santai.

“Getuk ini bikinnya lama jadi saya jarang (bikin, red). Soalnya harus ndeplok (menghaluskan, red) sampai benar-benar halus, harus sabar,” tutur ibu empat anak itu.

Bahan:

  • 500 gram singkong, kupas dan cuci bersih
  • 100 gram gula merah, serut halus
  • 2 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 2 sdm margarin
  • Pewarna kuning (opsional)
  • Kelapa parut secukupnya

Cara Membuat:

  1. Kukus singkong hingga empuk, lalu haluskan selagi panas.
  2. Campurkan gula merah, gula pasir, garam, dan margarin, aduk rata.
  3. Tambahkan pewarna kuning jika ingin tampilan lebih menarik.
  4. Bentuk sesuai selera, sajikan dengan taburan kelapa parut.
  5. Jika ingin digoreng, balur tipis tepung lalu goreng hingga keemasan.

2. Singkong Deplok Awur-Awur

Singkong deplok awur-awur adalah olahan tradisional yang memiliki rasa gurih dan sedikit manis. Teksturnya lembut karena singkong direbus lalu dihaluskan kasar, kemudian dicampur dengan kelapa berbumbu. Hidangan ini sering disajikan sebagai camilan atau sarapan sederhana di desa. Aroma kelapanya yang khas membuat makanan ini semakin menggoda.

“Ini tadi ngambil singkong dari kebun, rencananya mau masak awur-awur, satu rumah suka semua itu rasanya gurih. Bikinnya juga cepet,” jelas lansia yang setiap hari bekerja di sawah itu.

Bahan:

  • 500 gram singkong, rebus dan hancurkan kasar
  • 1/2 butir kelapa parut
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • Daun pandan secukupnya

Cara Membuat:

  1. Haluskan bawang putih dan garam.
  2. Campur kelapa parut dengan bumbu halus dan daun pandan.
  3. Kukus kelapa hingga matang dan harum.
  4. Campurkan singkong dengan kelapa, aduk hingga merata.
  5. Sajikan hangat agar rasanya semakin nikmat.

3. Sawut Singkong Manis Legit

Sawut singkong merupakan olahan khas desa yang terkenal dengan rasa manis dan tekstur lembutnya. Singkong diparut lalu dikukus bersama gula merah, menghasilkan aroma yang harum dan menggoda. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut yang gurih. Perpaduan rasa ini membuat sawut selalu jadi favorit keluarga.

Bahan:

  • 500 gram singkong, parut kasar
  • 150 gram gula merah, serut
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 butir kelapa parut
  • Daun pandan

Cara Membuat:

  1. Campurkan singkong parut dengan sedikit garam.
  2. Letakkan gula merah di bagian tengah singkong.
  3. Kukus bersama daun pandan hingga matang.
  4. Kukus kelapa parut terpisah dengan sedikit garam.
  5. Sajikan sawut dengan taburan kelapa.

4. Tape Singkong Tradisional

Tape singkong adalah hasil fermentasi yang memiliki rasa manis asam khas. Olahan ini sangat populer di desa karena prosesnya sederhana namun menghasilkan cita rasa unik. Tape bisa dimakan langsung atau dijadikan bahan tambahan berbagai makanan. Teksturnya lembut dan sedikit berair, membuatnya segar di mulut.

“Kalau di sini (Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, red) tapi itu biasanya dibuat acara-acara, hajatan, mantenan, khitanan. Jarang orang bikin tape dimakan sendiri,” jelas Warsiti.

Bahan:

  • 1 kg singkong
  • 1 butir ragi tape

Cara Membuat:

  1. Kukus singkong hingga matang, lalu dinginkan.
  2. Taburi ragi yang sudah dihaluskan secara merata.
  3. Simpan dalam wadah tertutup selama 2–3 hari.
  4. Setelah fermentasi selesai, tape siap disajikan.
  5. Simpan di tempat sejuk agar tidak terlalu asam.

5. Singkong Goreng Renyah Empuk

Singkong goreng menjadi camilan sederhana yang selalu disukai semua kalangan. Bagian luar yang renyah berpadu dengan bagian dalam yang empuk menciptakan sensasi makan yang memuaskan. Biasanya singkong direbus terlebih dahulu agar hasilnya lebih merekah saat digoreng. Rasanya gurih dan cocok dinikmati bersama kopi atau teh hangat.

Bahan:

  • 500 gram singkong
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt garam
  • Air secukupnya
  • Minyak goreng

Cara Membuat:

  1. Rebus singkong bersama bawang putih dan garam hingga empuk.
  2. Tiriskan dan diamkan hingga agak kering.
  3. Goreng dalam minyak panas hingga merekah dan keemasan.
  4. Angkat dan tiriskan minyak.
  5. Sajikan selagi hangat.

Pertanyaan Seputar Olahan Singkong ala Orang Desa

1. Apa saja olahan singkong ala orang desa yang paling populer?

Beberapa yang paling populer adalah getuk, sawut, tape, singkong goreng, dan singkong deplok awur-awur.

2. Bagaimana cara agar singkong tidak pahit saat diolah?

Pilih singkong yang segar dan tidak berwarna kebiruan, serta rendam atau rebus terlebih dahulu sebelum diolah.

3. Apakah singkong bisa dijadikan makanan sehat?

Bisa, karena singkong mengandung karbohidrat, serat, dan energi yang baik untuk tubuh jika diolah dengan cara yang tepat.

4. Kenapa singkong goreng bisa merekah saat digoreng?

Karena sebelumnya direbus hingga empuk, sehingga saat digoreng air di dalamnya menguap dan membuat tekstur merekah.

5. Berapa lama tape singkong bisa bertahan?

Tape singkong biasanya bertahan 2–3 hari di suhu ruang, dan bisa lebih lama jika disimpan di dalam kulkas.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |