Liputan6.com, Jakarta - Bibimbap, yang terbuat dari beragam sayuran hijau dan dilumuri minyak perilla, merupakan makanan khas Korea Selatan yang digemari banyak orang. Di antara beragam variasinya, sanchae bibimbap atau bibimbap sayuran liar sangat populer karena manfaat nutrisinya serta cita rasanya yang segar dan alami.
Mengutip The Korea Times, Sabtu (9/8/2025), selain bahan-bahan umum seperti daun lobak, batang ubi jalar, cabai hijau, irisan zucchini kering, labu kering, dan irisan lobak, bibimbap sayuran liar juga mencakup sayuran hijau pegunungan seperti jamur, pakis, pakis raja, deodeok, akar bellflower, dan gondre. Bahan-bahan ini biasanya dibumbui terlebih dahulu, kemudian, disajikan sebagai lauk pendamping atau langsung dicampur ke dalam mangkuk nasi hangat.
Sajian ini menciptakan perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit pahit khas sayuran liar yang membuat hidangan ini unik dan menyehatkan. Untuk tingkat kesehatannya, para ahli mengatakan hidangan ini dapat membantu mengontrol gula darah, mendukung kesehatan tulang, hingga membantu menurunkan berat badan asalkan dikonsumsi dengan porsi yang tepat dan cara pengolahan yang benar.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Daun lobak kering atau siraegi mengandung serat pangan tiga hingga empat kali lebih banyak daripada daun lobak segar, sehingga menawarkan nilai gizi yang lebih baik. Serat ini bertahan lebih lama di dalam sistem pencernaan, membantu mengontrol gula darah, dan meningkatkan rasa kenyang, yang mendukung manajemen berat badan.
Daun lobak juga mengandung lebih banyak vitamin C, serat, kalsium, kalium, dan folat daripada akar lobak, dan dianggap lebih bermanfaat secara keseluruhan. Kandungan kalsium, misalnya, kira-kira sepuluh kali lebih tinggi pada daun lobak dibandingkan dengan akar lobak, menjadikannya pilihan yang baik untuk mendukung kesehatan tulang dan fungsi tubuh secara optimal.
Menurut National Institute of Crop Science, daun lobak juga kaya akan senyawa seperti indoles dan isothiocyanate, yang bersifat anti-kanker. Serat pangan yang ada di dalamnya membantu mengurangi kolesterol darah, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan menurunkan risiko kanker usus besar. Dikombinasikan dengan vitamin D, kalsium juga berperan penting dalam memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.
Manfaat Zucchini dan Jamur
Zucchini Korea, atau aehobak, kaya akan vitamin A, yang mendukung penglihatan, kesehatan kulit dan selaput lendir, serta perkembangan sel epitel. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kulit kering dan kasar serta meningkatkan risiko sindrom mata kering. Meskipun zucchini umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah besar, perlu berhati-hati saat mengonsumsi suplemen vitamin A.
Karena larut dalam lemak, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, mual, kulit kering, rambut rontok, dan diare. Jamur kaya akan protein, sehingga bermanfaat untuk perkembangan otot dan meningkatkan kekebalan tubuh. Jamur juga mengandung banyak serat pangan, yang berkontribusi pada kontrol gula darah dan kolesterol.
Jamur shiitake, khususnya, memiliki vitamin B1 dan B2 dua kali lebih banyak daripada kebanyakan sayuran dan kaya akan ergosterol, prekursor vitamin D yang membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Asupan harian jamur shiitake kering yang direkomendasikan adalah 10 gram, yang setara dengan hanya tiga kalori, menjadikannya makanan yang ramah untuk menurunkan berat badan jika dikonsumsi begitu saja.
Kontrol Porsi adalah Kuncinya
Jamur juga menyediakan asam amino esensial yang harus diperoleh melalui makanan. Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan, bibimbap sebaiknya dibuat dengan beras multigrain berindeks glikemik rendah, yang dapat meningkatkan gula darah lebih lambat sekaligus membantu mengelola atau mencegah diabetes.
Meski demikian, perlu diingat bahwa beras multigrain tetap tergolong karbohidrat, sehingga konsumsi berlebihan tetap berisiko memicu lonjakan gula darah dan penambahan berat badan. Dalam bibimbap sayuran liar, porsi terbesar sebaiknya tetap didominasi oleh sayuran. Menambahkan terlalu banyak nasi justru dapat mengurangi manfaat kesehatannya.
Sayuran yang kaya serat pangan membantu mengatur gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga menjaga porsi nasi tetap kecil menjadi kunci. Bagi penderita diabetes atau pradiabetes, beras multigrain dalam jumlah sedang sangat disarankan. Jika menggunakan nasi putih, menguranginya sambil menambah topping sayuran tetap bisa menjadi strategi efektif untuk mendukung pengendalian gula darah.