Koleksi Busana dari Panggung SEDASA 2026, dari Bloom Unlocked hingga Blush of Earth

22 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran SEDASA Rhapsody Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta menjadi panggung bagi para desainer Indonesia dalam menampilkan karya terbaik mereka dengan berbagai inspirasi di baliknya. Diselenggarakan di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Jumat, 1 Mei 2026, ajang ini tidak hanya menghadirkan fashion show, tetapi juga menjadi ruang eksplorasi ide, identitas, serta refleksi perjalanan kreatif para desainer.

Sejumlah koleksi yang ditampilkan menunjukkan arah baru industri fashion Tanah Air yang semakin beragam, personal, dan sarat makna. Mulai dari eksplorasi simbol pertumbuhan, kekuatan perempuan, hingga refleksi ketenangan dan kedewasaan, setiap karya menghadirkan narasi yang kuat di balik estetika visualnya.

Para desainer memanfaatkan panggung ini untuk memperkenalkan karya yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga membawa pesan yang relevan dengan perkembangan zaman. Koleksi yang ditampilkan mengedepankan perpaduan antara teknik, material, dan filosofi yang matang. 

Dari desainer muda hingga nama-nama yang telah mapan, sama-sama menunjukkan bahwa fesyen kini bukan sekadar tampilan, tetapi medium ekspresi yang mendalam. Melalui rangkaian koleksi tersebut, SEDASA memperlihatkan bagaimana industri fashion Indonesia terus berkembang dengan karakter yang kuat, inovatif, dan berakar pada nilai-nilai personal maupun budaya.

Bloom Unlocked, Simbol Transformasi dan Babak Baru

Koleksi 'Bloom Unlocked - A New Chapter, Woven in Depth and Grace' dari Nabila Misha menjadi salah satu sorotan dalam SEDASA 2026. Koleksi ini menghadirkan 13 look yang terinspirasi dari bunga yang bermekaran, sebagai simbol pertumbuhan dan transformasi. 

Nabila menghadirkan eksplorasi desain yang lebih matang dibanding karya sebelumnya, sekaligus menandai perkembangan identitas kreatifnya sebagai desainer muda. Ia memadukan berbagai material seperti suede, leather, dan jacquard untuk menciptakan dimensi baru dalam setiap busana.

Palet warna yang digunakan bergerak dari nuansa lembut hingga warna bold, mencerminkan perjalanan emosional dan keberanian dalam bereksperimen. Siluet yang ditampilkan tetap mempertahankan kesan elegan dengan detail refined, sehingga menghasilkan keseimbangan antara struktur dan sentuhan feminin.

Canna Lily, Kekuatan dan Keindahan Perempuan Modest

Desainer Novita Sari menghadirkan koleksi 'Canna Flora' yang terinspirasi dari bunga Canna Lily, sebuah simbol kekuatan dan keindahan yang tumbuh secara liar namun tetap memikat.  Koleksi ini menampilkan siluet longgar dan flowy dengan potongan asimetris yang menggambarkan kelopak bunga yang terbuka bebas.

Warna-warna khas seperti crimson red, sunset orange, dan deep maroon dipadukan dengan nuansa netral untuk menciptakan kesan modern dan elegan. Material yang digunakan seperti sifon, tulle, satin armani, dan voal memberikan kenyamanan sekaligus dimensi visual yang menarik.

Detail seperti aksen daun pada lengan hingga hijab built-in memperkuat identitas koleksi yang terinspirasi dari alam. Koleksi ini mencerminkan karakter perempuan masa kini yang mandiri, berani, dan tetap menjaga identitasnya. 

Kamakura, Harmoni Budaya dan Estetika Jepang

Gita Orlin menghadirkan koleksi bertajuk 'Kamakura' yang terinspirasi dari keindahan kota bersejarah di Jepang. Koleksi ini mengusung konsep ready-to-wear deluxe dengan sentuhan material premium seperti tissue silk, organza silk, beludru, dan lace.

Desainnya menampilkan motif khas kereta Enoden yang menjadi ikon kota Kamakura, sebagai simbol perjalanan dan konektivitas budaya. Melalui koleksi ini, sang desainer mengangkat filosofi disiplin, kesederhanaan, dan ketenangan yang menjadi ciri khas budaya Jepang.

Ia menekankan bahwa fesyen tidak hanya berbicara tentang visual, tetapi juga nilai yang terkandung di dalamnya. Koleksi “Kamakura” menjadi representasi bagaimana budaya dapat diterjemahkan ke dalam desain kontemporer tanpa kehilangan esensinya.

Palet warna butter yellow dan mahogany dipilih untuk menciptakan kesan hangat sekaligus elegan. Siluet yang dihadirkan cenderung loose dengan berbagai pilihan seperti gaun, outer, hingga palazzo yang dapat dipadupadankan. Aksen seperti pita, frill, danbordir memperkuat karakter feminin yang tetap modern.

Blush of Earth dan Noir Reverie, Refleksi Kedewasaan dan Ketenangan

Koleksi “Blush of Earth” dari Rumman serta “Noir Reverie” dari Armila Mila menghadirkan perspektif yang lebih reflektif dalam SEDASA 2026. Rumman mengangkat inspirasi dari lanskap gurun dengan palet warna earthy, seperti nude, cream, dan cokelat.

Material seperti rayon tencel, lace, dan satin digunakan untuk menciptakan tampilan yang ringan namun elegan. Siluet A-line hingga empire line memperkuat kesan feminin yang lembut.

Sementara itu, Armila Mila menghadirkan koleksi 'Noir Reverie' yang berangkat dari konsep quiet luxury. Koleksi ini menampilkan warna-warna gelap seperti hitam, charcoal, dan mocha, yang mencerminkan kedewasaan dan ketenangan.

Material seperti beludru dan jacquard dipilih untuk menciptakan tekstur yang kaya namun tetap subtle. Siluet longgar dan flowy menjadi ciri khas, memberikan kesan anggun tanpa berusaha menarik perhatian secara berlebihan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |