Keistimewaan Karya Seniman Lokal yang Bakal Wakili Indonesia di Kompetisi Seni Asia Tenggara

3 weeks ago 23

Liputan6.com, Jakarta - MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 telah mengumumkan para pemenang edisi perdananya. Bertema "Identity & Diversity," kompetisi seni ini memilih masing-masing tiga pemenang dari kategori umum dan pelajar.

Setelah ini, para pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 akan berkesempatan untuk berkompetisi di tingkat regional, berhadapan dengan pemenang Art Competition dari MR.D.I.Y. Thailand dan Malaysia. Head of Marketing, Ria Sutrisno, mengatakan, kompetisi tingkat regional akan berlangsung di Malaysia pada Oktober 2025.

"Pemenang Malaysia sudah lebih dulu diumumkan. Hari ini, pengumuman di Indonesia berbarengan dengan Thailand," katanya usai acara pengumuman pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 di Jakarta, Rabu, 6 Agustus 2025.

Ditanya keistimewaan karya seniman Indonesia untuk berkesempatan menang di kompetisi tingkat regional, ia menjawab, "Jujur, saya sendiri belum melihat karya pemenang dari Malaysia dan Thailand seperti apa, tapi menurut saya, salah satu kelebihan karya seniman kita terletak pada keberagamannya."

Tema yang Sama di 3 Negara

Ria melanjutkan, "(Karya para pemenang dari Indonesia) tidak hanya berkutat pada medium yang biasa-biasa saja. Mereka bereksplorasi, terutama dari teman-teman pelajar. Mereka banyak banget submit karya yang benar-benar luar biasa dan mengeksplorasi medium yang sangat bervariasi.

"Berhubung ini tahun pertama kami mengadakan kompetisi ini, jadi kami sangat, sangat, sangat, sangat happy," imbuhnya. Ria mengatakan, pihaknya belum menentukan karya siapa yang akan mewakili Indonesia. "Nanti akan kami update setelah ada informasi terbaru," sebut dia.

Ia menyebut bahwa tema kompetisi seni di tiga negara ini sama. Di Indonesia, pihaknya menerima lebih dari 2,3 ribu karya seni dari 1,6 ribu peserta dari Aceh hingga Papua. Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, berkata, "Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan semangat masyarakat Indonesia terhadap MR.D.I.Y.Indonesia Art Competition 2025."

"Ribuan karya yang kami terima membuktikan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyuarakan keberagaman dan mempererat kebersamaan. Kami sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan ekspresi autentik yang dituangkan para peserta di setiap karya mereka."

Proses Kurasi Pemenang

Dalam proses kurasi dan penilaian karya seni, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition menghadirkan para juri dan ahli di bidang seni, yakni R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta perwakilan MR.D.I.Y., yaitu Edwin Cheah. Penilaian MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 berlandaskan pada ide, kreativitas, komposisi, dan teknik yang diciptakan.

Hartanto, yang merupakan seorang pelukis, berkata, "Dalam waktu kurang lebih satu bulan setelah kompetisi ditutup, kami melewati proses penilaian dalam tiga tahap dengan mempertimbangkan empat kriteria utama: relevansi dengan tema, konsep dan narasi, kreativitas, serta aspek teknis dan visual."

"Para finalis menunjukkan kualitas luar biasa, dan para pemenang menafsirkan tema 'Identitas & Keberagaman' dengan pendekatan yang personal dan reflektif. Penghargaan dari MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 ini kami harap jadi bentuk pengakuan, sekaligus pengingat akan kehormatan dan komitmen dalam proses berkarya. Selamat pada para pemenang, dan terima kasih pada seluruh peserta atas kontribusinya bagi ekosistem seni rupa Indonesia."

Daftar Pemenang

Kategori Umum

Grand Prize: M. Aidi Yupri dengan karya Rakit Rekat Nusantara

Visualisasi perahu, hutan, dan buku yang menyatukan semangat kolektif budaya Nusantara.

Judges' Award: Andita Purnama dengan karya Babad Tanah LeluhurWasiat Bunga Kencana Wungu

Instalasi artefak ingatan dari pita kaset dan simbol perempuan sebagai penanda sejarah dan identitas.

President Director's Award: Dona Prawita Arissuta dengan karya We've Not Just Been Extremely Fortunate

Ungkapan syukur atas keberagaman bangsa melalui metafora visual gunungan dan simbol kultural.

Kategori Pelajar dan Mahasiswa

Grand Prize: Diandra Lamees dengan karya Upacara Imlek Versiku

Perjalanan mengenal ulang budaya Tionghoa lewat bentuk keramik reflektif.

Judges' Award: Raden Muhammad Taufik Hidayat dengan karya Penyambutan Semesta #2

Representasi quarter-life crisis sebagai ruang jeda dan refleksi dalam banjir informasi.

President Director's Award: Prakadetto Alansa dengan karya Momen Pemersatu

Sepakbola dan kekayaan hayati Indonesia sebagai simbol identitas dan kesatuan bangsa.

Karya seluruh pemenang dan Top 20 dipamerkan di Art Exhibition dari 6 hingga 17 Agustus 2025 di Toko Flagship MR.D.I.Y. Lotte Mall, Jakarta. Pameran ini dibuka untuk umum secara gratis.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |