Jangan Simpan Bumbu di Sembarangan Tempat, Begini Cara Agar Lebih Tahan Lama dan Segar

2 weeks ago 22

Liputan6.com, Jakarta Bumbu dapur merupakan elemen krusial dalam masakan Indonesia yang kaya rasa, menjadi kunci utama untuk menciptakan hidangan yang lezat dan beraroma. Namun, kualitas masakan sangat bergantung pada kualitas bumbu yang digunakan. Penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas, aroma, dan kesegaran bumbu agar masakan tetap lezat dan aman dikonsumsi.

Menyimpan bumbu di sembarangan tempat dapat menyebabkan bumbu cepat rusak, kehilangan rasa, bahkan memicu pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan. Hal ini tentu akan berdampak pada cita rasa masakan yang hambar atau bahkan berbau tidak sedap. Oleh karena itu, memahami cara penyimpanan yang benar adalah langkah esensial bagi setiap pegiat dapur.

Berikut selengkapnya bagaimana cara menjaga bumbu agar lebih tahan lama dan segar, serta menghindari dampak buruk dari penyimpanan yang salah.

Penyebab Bumbu Gampang Rusak

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan bumbu mudah rusak jika tidak disimpan dengan benar. Simak beberapa penyebab utama bumbu gampang rusak:

1. Suhu Tinggi

  • Suhu panas, terutama dari kompor atau sinar matahari langsung, dapat mengubah mutu bumbu, memudarkan warna, serta menghilangkan aroma dan cita rasanya. Lemak dalam biji giling (seperti pada rempah bubuk) bisa menjadi tengik jika terkena panas berlebih, menghasilkan bau dan rasa yang tidak diinginkan.

2. Kelembaban

  • Kelembaban adalah musuh utama bumbu, terutama bumbu bubuk. Kelembaban dapat menyebabkan bumbu menggumpal, membeku, dan memicu pertumbuhan jamur. Kondisi lembab menciptakan lingkungan ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak, merusak bumbu dengan cepat.

3. Paparan Udara (Oksigen)

  • Kontak dengan udara menyebabkan bumbu, terutama yang bubuk, cepat kehilangan aroma dan khasiatnya karena oksidasi. Kemasan asli bumbu seringkali tidak kedap udara, sehingga perlu dipindahkan ke wadah yang lebih rapat untuk meminimalkan paparan oksigen dan mempertahankan kesegaran.

4. Cahaya

  • Paparan sinar matahari langsung dapat memudarkan warna bumbu dan mengurangi kualitasnya secara signifikan. Cahaya UV dapat memecah senyawa kimia dalam bumbu yang bertanggung jawab atas warna dan aroma, sehingga bumbu menjadi kurang efektif.

5. Kontaminasi Silang

  • Menggunakan sendok basah atau kotor saat mengambil bumbu dapat membawa kelembaban dan bakteri, menyebabkan bumbu berjamur. Mencampur bumbu baru dengan bumbu lama juga dapat menurunkan kualitas bumbu secara keseluruhan, karena bumbu lama mungkin sudah terkontaminasi atau mulai menurun mutunya.

6. Kualitas Bahan Awal

  • Bumbu yang tidak segar atau berkualitas rendah sejak awal akan lebih cepat rusak meskipun disimpan dengan benar. Penting untuk memilih bumbu yang masih segar dan berkualitas baik dari pemasok terpercaya untuk memastikan masa simpan yang optimal.

Ciri-Ciri Bumbu yang Rusak

Mengenali ciri-ciri bumbu yang rusak sangat penting untuk menghindari penggunaan bumbu yang tidak layak dan menjaga kualitas masakan serta kesehatan Anda. Jangan ragu untuk membuang bumbu yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

1. Perubahan Warna

  • Bumbu yang rusak sering menunjukkan perubahan warna yang tidak wajar. Misalnya, kunyit yang awalnya kuning cerah bisa memudar, atau paprika bubuk yang merah cerah menjadi cokelat kusam. Warna yang pudar atau berubah dari aslinya menandakan penurunan kualitas dan potensi kerusakan.

2. Perubahan Aroma

  • Bumbu yang masih baik memiliki aroma yang kuat dan khas. Jika bumbu kehilangan aromanya, tercium bau apek, tengik, atau bau tidak sedap lainnya, itu pertanda kualitasnya sudah menurun atau rusak. Bumbu halus yang berbau langu (tidak sedap) juga merupakan tanda kesalahan dalam proses penumisan atau penyimpanan.

3. Perubahan Tekstur

  • Tekstur bumbu juga bisa menjadi indikator penting kerusakan.
    • Menggumpal: Bumbu bubuk yang menggumpal atau membeku menunjukkan adanya kelembaban yang masuk, membuatnya tidak lagi optimal.
    • Lembek atau Berair: Bumbu segar atau bumbu halus yang menjadi lembek, berair, atau berlendir menandakan pembusukan yang sudah terjadi.
    • Berjamur: Adanya bercak putih atau pertumbuhan jamur pada bumbu adalah tanda jelas bahwa bumbu sudah tidak layak pakai dan berpotensi menjadi racun jika dikonsumsi. Segera buang bumbu yang berjamur.

4. Kehilangan Rasa

  • Bumbu yang rusak atau kedaluwarsa akan kehilangan ketajaman rasanya, menjadi hambar, atau bahkan memiliki rasa pahit. Jika masakan Anda terasa kurang 'nendang' padahal sudah menggunakan bumbu yang cukup, bisa jadi bumbu tersebut sudah kehilangan potensinya.

5. Adanya Serangga atau Kutu

  • Keberadaan serangga atau kutu dalam kemasan bumbu kering menunjukkan bahwa bumbu tersebut sudah terkontaminasi dan tidak layak pakai. Ini sering terjadi jika wadah tidak tertutup rapat atau disimpan di lingkungan yang tidak bersih.

Cara Menyimpan Bumbu agar Tahan Lama dan Segar

Penyimpanan bumbu yang benar melibatkan beberapa faktor penting seperti pemilihan wadah, pengaturan suhu, dan kontrol kelembaban. Dengan menerapkan metode yang tepat, Anda dapat memperpanjang masa simpan bumbu dan menjaga kualitasnya.

1. Gunakan Wadah Kedap Udara

  • Bumbu, baik yang berbentuk bubuk maupun utuh, sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara segera setelah dibuka. Wadah ini bisa berupa stoples kaca atau plastik berkualitas food grade yang bisa ditutup rapat. Wadah kedap udara mencegah masuknya udara dan kelembaban yang dapat memicu pertumbuhan jamur dan membuat bumbu cepat kehilangan aroma serta khasiatnya. Untuk bumbu bubuk, wadah kedap udara juga membantu mencegah teksturnya menggumpal.

2. Simpan di Tempat Kering, Sejuk, dan Gelap

  • Idealnya, bumbu harus disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan gelap, seperti lemari atau laci dapur. Hindari paparan sinar matahari langsung karena dapat memudarkan warna, merusak kandungan nutrisi, dan mengurangi kualitas bumbu. Suhu ideal untuk penyimpanan bumbu adalah sekitar 20°C, menjauhkannya dari fluktuasi suhu ekstrem.

3. Jauhkan dari Sumber Panas dan Kelembaban

  • Hindari menyimpan bumbu dapur di dekat sumber panas seperti kompor, oven, atau microwave, serta area lembab seperti wastafel atau mesin pencuci piring. Panas dapat merusak bumbu, menurunkan rasa, dan membuat aroma serta cita rasanya cepat pudar. Kelembaban dapat menyebabkan bumbu menggumpal dan berjamur, mempersingkat masa simpannya secara drastis.

4. Gunakan Peralatan yang Kering dan Bersih

  • Selalu gunakan sendok yang kering dan bersih saat mengambil bumbu. Kelembaban dari sendok basah dapat menyebabkan bumbu berjamur dan mempercepat proses pembusukan. Pastikan tidak ada sisa air atau kotoran yang menempel pada alat yang digunakan untuk mengambil bumbu.

5. Pemisahan Bumbu Kering dan Basah

  • Pisahkan penyimpanan bumbu kering (seperti merica, kayu manis) dan bumbu basah (seperti bawang putih, jahe). Bumbu kering disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat kering, sedangkan bumbu basah sebaiknya disimpan di kulkas dalam wadah kedap udara untuk menjaga kesegarannya lebih lama.

6. Penyimpanan Bumbu Segar dan Bumbu Halus

  • Penanganan bumbu segar dan bumbu halus memerlukan perhatian khusus agar tidak cepat rusak.
    • Bumbu Segar (Rimpang seperti Jahe, Kunyit, Lengkuas): Cuci bersih dan angin-anginkan hingga kering sebelum disimpan. Dapat disimpan di kulkas dalam plastik atau dibungkus kertas/plastik berlubang di rak sayuran untuk menjaga kelembaban yang tepat.
    • Bumbu Halus/Giling: Simpan dalam wadah kaca kedap udara di kulkas. Bumbu giling dapat bertahan sekitar dua minggu di kulkas. Untuk penyimpanan lebih lama, bumbu halus dapat dibekukan di freezer hingga enam bulan. Saat membuat bumbu halus, hindari menambahkan air; lebih baik gunakan minyak dan garam sebagai pengawet. Tumis bumbu hingga matang dan keluar minyaknya, lalu dinginkan sebelum disimpan.

7. Perhatikan Jenis Bumbu yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

  • Tidak semua bumbu cocok disimpan di kulkas. Beberapa bumbu seperti bawang-bawangan (bawang putih, bawang merah, bawang bombay), kayu manis, pala, lada hitam, dan vanili sebaiknya disimpan di suhu ruang. Suhu dingin dapat merusak rasa, tekstur, atau aromanya, bahkan memicu pertumbuhan jamur pada jenis bumbu tertentu.

Dampak Menyimpan Bumbu di Sembarangan Tempat

Menyimpan bumbu di sembarangan tempat dapat berdampak negatif yang signifikan pada kualitas bumbu itu sendiri dan pada hasil akhir masakan Anda. Kecerobohan dalam penyimpanan dapat merugikan baik dari segi rasa maupun keamanan pangan.

1. Kehilangan Aroma dan Rasa

  • Paparan sinar matahari langsung, panas dari kompor, atau kelembaban dapat membuat bumbu kehilangan aroma dan rasanya dengan cepat. Bumbu yang disimpan di dekat kompor akan mengalami penurunan bahan kimia dan minyak esensial yang memberi rasa dan aroma khasnya, menjadikannya kurang efektif dalam masakan.

2. Perubahan Warna dan Tekstur

  • Sinar matahari dapat memudarkan warna bumbu, membuatnya terlihat kusam dan tidak menarik. Kelembaban dapat menyebabkan bumbu menggumpal, menjadi lembab, atau bahkan berjamur, mengubah tekstur aslinya dan membuatnya tidak layak pakai.

3. Kontaminasi dan Pembusukan

  • Wadah yang tidak tertutup rapat atau penyimpanan di tempat lembab meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan pertumbuhan jamur. Hal ini mempercepat proses pembusukan bumbu, membuatnya tidak aman untuk dikonsumsi dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan.

4. Masakan Hambar atau Berbau Aneh

  • Bumbu yang kualitasnya menurun akibat penyimpanan yang salah akan menghasilkan masakan yang hambar, tidak sedap, atau bahkan berbau basi. Ini tentu akan mengecewakan dan merusak pengalaman bersantap, meskipun bahan-bahan lain sudah berkualitas baik.

People Also Ask

1. Mengapa penting menyimpan bumbu dengan benar?

Jawaban: Penyimpanan bumbu yang benar penting untuk menjaga kualitas, aroma, dan kesegaran bumbu agar masakan tetap lezat dan aman dikonsumsi, serta menghindari kerusakan dan kontaminasi.

2. Bagaimana cara menyimpan bumbu kering agar tahan lama?

Jawaban: Bumbu kering sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang kering, sejuk, dan gelap, jauh dari sumber panas dan kelembaban, serta gunakan sendok yang bersih dan kering saat mengambilnya.

3. Bisakah bumbu basah atau halus disimpan di kulkas?

Jawaban: Ya, bumbu basah dan halus sebaiknya disimpan di kulkas dalam wadah kedap udara. Bumbu halus dapat bertahan sekitar dua minggu di kulkas atau dibekukan hingga enam bulan.

4. Bumbu apa saja yang tidak boleh disimpan di kulkas?

Jawaban: Beberapa bumbu seperti bawang-bawangan (bawang putih, bawang merah, bawang bombay), kayu manis, pala, lada hitam, dan vanili sebaiknya disimpan di suhu ruang karena suhu dingin dapat merusak rasa, tekstur, atau aromanya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |