Liputan6.com, Jakarta Menggoreng adalah cara cepat untuk mendapatkan tekstur garing yang menggugah selera, tetapi tanpa memperhatikan suhu minyak proses ini sering berujung pada gorengan yang lembap dan penuh minyak. Memastikan minyak mencapai panas yang tepat sejak awal akan membantu permukaan makanan mengeras lebih cepat sehingga minyak tidak mudah meresap ke dalamnya.
Suhu ideal minyak biasanya berada di kisaran 170–180°C; pada rentang ini panas cukup untuk membentuk lapisan renyah pada bagian luar tanpa membuat bagian dalam belum matang. Selain mengontrol suhu, kombinasi teknik dan pemilihan bahan pelapis serta minyak yang tepat juga berperan besar untuk menghasilkan gorengan yang renyah dan tidak berminyak.
Gunakan Minyak dalam Jumlah yang Tepat
Jumlah minyak harus disesuaikan dengan jenis penggorengan dan ukuran wajan agar makanan terendam dengan baik tetapi tidak berlebihan, karena tumpukan minyak yang terlalu banyak membuat gorengan cepat menyerap lemak dan terasa berminyak. Sementara itu, menggunakan minyak yang terlalu sedikit juga berisiko menurunkan suhu saat bahan dimasukkan sehingga hasilnya tidak renyah dan matang tidak merata.
Selain kuantitas, pilih minyak yang sesuai dengan kebiasaan memasak Anda dan titik asap yang tinggi agar stabil saat dipanaskan berkali-kali; minyak yang tepat membantu mempertahankan rasa makanan dan mengurangi kemungkinan pembentukan senyawa tidak diinginkan. Merawat minyak, misalnya menyaring sisa makanan dan mengganti minyak bila sudah gelap atau berbau, juga penting agar kualitas gorengan tetap baik.
Panaskan Minyak dengan Suhu yang Tepat
Mengontrol suhu minyak adalah kunci agar gorengan cepat kering di bagian luar dan tidak menyerap banyak minyak; jika minyak belum cukup panas saat bahan dimasukkan, permukaan makanan akan menyerap minyak lebih lama sehingga teksturnya menjadi lembek dan berminyak. Menggunakan termometer atau uji dengan sedikit adonan dapat membantu memastikan bahwa suhu sudah pas sebelum menggoreng dalam jumlah banyak.
Di sisi lain, bila minyak terlalu panas bagian luar makanan cenderung cepat gosong sementara bagian dalam belum matang sempurna, jadi penting menyesuaikan api dan memantau suhu selama proses memasak. Penyesuaian suhu juga diperlukan untuk berbagai jenis bahan—misalnya potongan tipis atau kecil membutuhkan panas yang berbeda dibanding potongan besar.
Gunakan Teknik Double Frying (Menggoreng Dua Kali)
Menggoreng dua kali memberikan hasil yang jauh lebih renyah karena langkah awal digunakan untuk memasak bahan hingga hampir matang dan mengeluarkan uap serta kelembaban, sedangkan gorengan kedua pada suhu lebih tinggi berfungsi mengeringkan dan mengeraskan permukaan. Dengan memisahkan proses menjadi dua tahap, minyak tidak terserap berlebih dan tekstur garing menjadi lebih tahan lama.
Metode ini banyak dipakai untuk kentang goreng, ayam, atau makanan berlapis tepung karena mampu menghasilkan lapisan luar yang renyah tanpa membuat bagian dalam menjadi terlalu kering. Waktu dan suhu masing-masing tahap bisa disesuaikan tergantung jenis makanan agar hasil akhir seimbang antara kerenyahan dan kematangan.
Tambahkan Tepung Beras atau Tepung Maizena ke Adonan Tepung
Mengombinasikan tepung terigu dengan tepung beras atau maizena mengurangi kandungan gluten dalam lapisan pelapis sehingga menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan renyah. Tepung-tpung ini cenderung menyerap lebih sedikit minyak dan membantu lapisan luar menjadi lebih kering setelah digoreng.
Penggunaan campuran tepung juga memberi hasil warna yang lebih cerah dan tampilan yang lebih menggugah selera dibandingkan jika hanya memakai tepung terigu murni. Eksperimen perbandingan antara tepung-tepung ini dapat memberikan tekstur berbeda sesuai selera, misalnya menambah sedikit maizena untuk kerenyahan ekstra.
Gunakan Lapisan Tepung Tipis dan Merata
Melapisi bahan dengan lapisan tepung yang tipis namun merata membantu panas minyak cepat mencapai permukaan makanan sehingga lapisan tersebut cepat mengering dan mengeras menjadi renyah. Lapisan yang terlalu tebal justru jadi spons yang menyerap minyak sehingga menjadikan gorengan berat dan berminyak.
Pastikan juga proses pelapisan dilakukan secara konsisten agar tiap potong mendapatkan ketebalan yang sama; teknik pengocokan sisa tepung dan mengetuk perlahan membantu menghilangkan kelebihan pelapis. Penggunaan bahan perekat yang pas, misalnya telur kocok tipis atau adonan tepung encer juga membantu menempelkan lapisan dengan minimal penyerapan minyak.
Tiriskan Makanan dengan Baik Setelah Digoreng
Segera menata gorengan di atas rak kawat atau bahan penyerap minyak akan membuat minyak yang menempel pada permukaan cepat menetes sehingga makanan tetap garing. Menumpuk gorengan atau meletakkannya langsung di piring datar membuat uap dan minyak terperangkap sehingga menyebabkan tekstur menjadi lembek.
Untuk hasil terbaik, biarkan udara bersirkulasi di sekitar potongan gorengan dan ganti tisu penyerap secara berkala bila perlu; tindakan sederhana ini mengurangi minyak permukaan dan mempertahankan kerenyahan lebih lama. Teknik meniriskan yang benar juga membantu menyajikan gorengan yang lebih ringan dan kurang berminyak saat disantap.
Pastikan Bahan Makanan Kering Sebelum Digoreng
Bahan yang masih basah akan memicu proses penguapan yang kuat saat masuk ke minyak panas sehingga selain membuat minyak terciprat, kelembaban yang tersisa membuat makanan lebih mudah menyerap minyak. Mengeringkan permukaan bahan dengan tisu atau kain, atau menunggu hingga permukaan mengering setelah dicuci, sangat membantu mengurangi penyerapan minyak.
Untuk bahan berair seperti sayuran atau daging yang dicuci, teknik memarkan atau menepuk dengan tisu sebelum melapisi tepung dapat mengurangi kandungan air. Selain itu, mendinginkan atau mengistirahatkan bahan di lemari es sejenak kadang membantu mengeluarkan kelembaban berlebih sebelum penggorengan.
Jangan Menggoreng Terlalu Banyak Sekaligus
Memasukkan terlalu banyak potongan sekaligus menurunkan suhu minyak secara drastis sehingga proses memasak menjadi lebih lama dan bahan menyerap lebih banyak minyak, mengakibatkan tekstur yang berminyak dan kurang renyah. Menggoreng dengan batch kecil menjaga suhu minyak stabil sehingga setiap potong matang lebih cepat dan merata.
Jika Anda perlu memasak dalam jumlah besar, lakukan beberapa putaran penggorengan dan pastikan minyak kembali ke suhu ideal sebelum menambahkan batch berikutnya. Menyusun jumlah yang sesuai dengan kapasitas wajan memberi kontrol lebih baik terhadap hasil akhir dan kualitas gorengan.
Gunakan Minyak Berkualitas dengan Titik Asap Tinggi
Memilih minyak yang tepat sangat penting: minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kanola, minyak kacang, atau minyak sawit lebih tahan terhadap pemanasan berulang dan mempertahankan rasa makanan. Minyak yang stabil pada suhu tinggi juga mengurangi risiko terbentuknya rasa tengik atau senyawa berbahaya akibat dekomposisi minyak.
Rutin mengganti minyak yang sudah terlalu digunakan, menyaring sisa makanan dari minyak, dan menyimpan minyak di tempat yang gelap dan sejuk membantu menjaga kualitasnya. Minyak berkualitas membuat proses menggoreng lebih aman dan mendukung hasil akhir yang renyah serta lebih bersih dari rasa tidak sedap.
People Also Ask
Q: Berapa suhu minyak yang ideal untuk menggoreng agar tidak berminyak?
A: Sekitar 170–180°C, karena suhu tersebut membantu mengunci permukaan sehingga minyak tidak mudah terserap.
Q: Apa keuntungan menggoreng dua kali?
A: Langkah pertama memasak bahan dan mengeluarkan kelembaban, langkah kedua mengeringkan permukaan sehingga hasilnya lebih renyah.
Q: Tepung apa yang dianjurkan untuk lapisan renyah?
A: Campuran tepung beras atau maizena dengan tepung terigu membuat lapisan lebih ringan dan kurang menyerap minyak.
Q: Bagaimana cara meniriskan gorengan agar tetap renyah?
A: Letakkan di rak kawat atau tisu penyerap dan jangan tumpuk agar udara bisa bersirkulasi dan minyak menetes.