G-Dragon Pakai Kaus Bernada Rasis Saat Tampil di Makau, Agensi Minta Maaf

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - G-Dragon tersandung kontroversi saat tampil di konser musik K-SPARK di Makau pada Sabtu, 2 Mei 2026. Leader BIGBANG itu mengenakan kaus yang bertuliskan frasa yang tidak pantas dalam bahasa Belanda hingga dikritik tajam sejumlah penggemar internasionalnya.

Mengutip KBizoom, Senin (4/5/2026), pria bernama asli Kwon Ji Young itu menjadi salah satu bintang utama di konser tersebut. Ia muncul mengenakan atasan dalaman yang menutupi pahanya dan jaket pendek. Sekilas tak ada yang aneh, tetapi ternyata potongan tulisan  pada kaus dalamannya bermasalah.

Tulisan itu berbunyi, "RONNY, EEN GEILE NEGER__ JONGEN." Penggemar internasional menunjukkan bahwa kaus yang dikenakannya menampilkan kata-kata yang diduga mengandung konotasi rasis di Belanda, serta citra yang dianggap tidak pantas secara budaya.

'EEN GEILE' adalah bahasa Belanda untuk 'orang yang terangsang secara seksual', yang dapat terdengar menyinggung tergantung pada konteksnya. Namun, masalah terbesar adalah kata 'NEGER'.

Meskipun merupakan istilah Belanda yang merujuk pada orang kulit hitam, istilah ini secara luas diakui sebagai ungkapan rasis dan merendahkan saat ini dan umumnya dihindari, baik dalam penggunaan resmi maupun sehari-hari. Masalah itu dengan cepat meluas di platform media sosial global, terutama di kalangan penggemar internasional, memicu perdebatan tentang kesadaran budaya dalam gaya busana K-pop.

Menanggapi kontroversi yang diciptakan artisnya, agensi G-Dragon Galaxy Corporation merilis permintaan maaf pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan dengan tulus meminta maaf atas pakaian yang menampilkan 'frasa yang tidak pantas dalam konteks sosial dan budaya'.

Pernyataan Agensi G-Dragon soal Kaus Bernada Rasis

Menurut agensi, insiden yang dialami G-Dragon di Makau sekali lagi mengingatkan tentang pentingnya kepekaan budaya dan ulasan yang bertanggung jawab. 

"Kami akan meninjau dan meningkatkan secara menyeluruh prosedur penilaian dan verifikasi internal kami secara keseluruhan, termasuk di bidang penataan gaya, dan beroperasi di bawah standar yang lebih bijaksana," kata agensi tersebut, dikutip dari Korea Times.

Pihak agensi juga berjanji untuk lebih berhati-hati ke depannya terkait semua aktivitas para artisnya. Mereka juga akan memastikan keragaman budaya dan nilai para penggemar selalu dihormati.

Sebelumnya, tampilan G-Dragon di Bandara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan, mencuri perhatian. Berangkat ke Makau pada 1 Mei 2026, ia menarik perhatian dengan mengenakan piama bergaris yang dilaporkan harganya mencapai 6 juta won (sekitar Rp70,7 juta).

Piama itu dilapisi dengan mantel trench. Kombinasi itu mengaburkan batas antara pakaian santai kasual dan fesyen kelas atas, gaya busana yang sering dikenakan G-Dragon dengan percaya diri.

Aksesori Unik G-Dragon

Ia melengkapi penampilannya dengan sejumlah aksesori unik. Sepatu platform bermotif menambah tinggi dan kesan dramatis, sementara anting-anting Hello Kitty yang lucu memberikan sentuhan tak terduga. Dipadukan dengan topi, masker, dan kacamata, keseluruhan pakaian terasa santai sekaligus ditata dengan teliti.

Penampilan ini terjadi tak lama setelah kembalinya ia ke panggung Coachella, tampil bersama dua anggota Bigbang lain yang tersisa. Selama penampilan tersebut, ia juga mengumumkan tur dunia peringatan 20 tahun grup yang akan dimulai pada Agustus 2026, membuat momen di bandara ini terasa seperti bagian dari narasi comeback yang lebih besar.

G-Dragon telah lama dikenal karena mendefinisikan ulang norma-norma fesyen, dan penampilan ini tidak terkecuali. Mengubah piyama menjadi pernyataan gaya bukan hanya soal keberanian, tapi mencerminkan kemampuannya untuk membentuk kembali tren daripada sekadar mengikutinya.

Tak heran bila ia mendapat rekognisi dari media terkemuka Amerika Serikat, Complex, Pada 2025, media itu menobatkannya sebagai salah satu "Selebriti Berpakaian Terbaik Abad ke-21" dan menjadi satu-satunya tokoh Asia yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut.

Disejajarkan dengan Kim Kardashian dan Justin Bieber

Pria bernama asli Kwon Ji Yong menjadi satu dari 25 individu yang gayanya dianggap mendefinisikan dan memengaruhi tren mode abad ke-21. Selain G-Dragon, Complex memasukkan nama aktor Timothée Chalamet, pengusaha dan influencer Kim Kardashian, Justin Bieber, dan rapper Travis Scott, dalam daftar tersebut.

G-Dragon berada di peringkat ke-16, secara mengesankan berada di antara beberapa ikon gaya yang paling dikenal secara global. Complex menyoroti peran penting sang artis dalam membentuk persepsi global tentang fesyen K-pop, dengan mencatat, "Saat ini, rasanya setiap rumah mode besar memiliki bintang K-pop sebagai duta globalnya. Tetapi mereka yang telah mengikuti perkembangan sejak awal tahu bahwa G-Dragon telah menetapkan standar."

Mereka lebih lanjut memuji sifatnya yang selalu menjadi pelopor tren. Mereka merujuk pada adopsi awalnya terhadap siluet yang kini kembali populer.

"Dia selalu selangkah lebih maju. Sebelum Nike Air More Uptempo mengalami kebangkitan di Amerika Serikat pada 2010-an, dia sudah terlihat mengenakan sepatu basket ikonis tahun 90-an tersebut."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |