Liputan6.com, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur kembali kehadiran fasilitas baru dengan berdirinya hotel bintang lima dan resort premium, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel. Selaras dengan konsep KEK Sanur yang merupakan KEK Kesehatan pertama di Indonesia, The Meru Sanur membuka Taru Pramana Spa and Wellness.
"Kehadiran Taru Pramana Spa & Wellness merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengembangkan destinasi kesehatan dan wellness kelas dunia berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan holistik yang terinspirasi dari warisan budaya Bali, kami menghadirkan pengalaman wellness yang autentik dan transformatif bagi wisatawan global," kata Christine Hutabarat, Direktur Utama InJourney Hospitality, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, beberapa waktu lalu.
Taru Pramana menghadirkan pendekatan wellness yang memadukan tradisi Bali dengan interpretasi modern. Namanya yang bermakna kearifan pohon kehidupan itu merupakan penghormatan terhadap kekayaan ethnobotanical Bali.
Fasilitas itu menghadirkan rangkaian terapi yang terinspirasi dari ilmu Usada Bali. Seluruh perawatan dirancang untuk memperkuat kesehatan fisik, menyeimbangkan emosi, dan menyelaraskan energi spiritual, memberikan pengalaman wellness yang mendalam dan bermakna.
Ragam Layanan Spa dan Kebugaran
Salah satu layanan spa dan wellness yang ditawarkan disebut Signature Rituals seperti Meru-Jaga, Meru-Raga, dan Angga-Lepa. Terapi itu merupakan gabungan dari ramuan herbal tradisional, teknik pijat intuitif, serta meditasi, untuk mendukung detoksifikasi, relaksasi, dan pemulihan tubuh.
Ada pula program Mandala of Wellbeing yang meliputi tahap Rooting, Rebirth, dan Resonance mengundang tamu untuk menapaki perjalanan transformasi diri yang menyeluruh. Selain itu, ada The Well-Being of Usada, sebuah rangkaian program kebugaran yang memadukan sesi pernapasan (Olah Prana), yoga dinamis (Segara Yoga), latihan kebugaran personal (JagaRaga), hingga kelas seperti Pilates & Stretch, Contrast Class, The Power of 8, dan Power Walk.
"Lebih dari sekadar fasilitas spa, Taru Pramana menjadi bagian penting dalam perjalanan wellness wisatawan dengan mengedepankan pendekatan holistik berbasis budaya dan tradisi penyembuhan Bali," ujar Christine. Sebagai pelengkap, fasilitas itu menghadirkan Signature Massages, seperti Wangi Massage, Restoratif dengan scrub revitalisasi, pijat aroma, dan perawatan wajah tradisional jamu.
Manfaatkan Botani Asli Indonesia
Ada pula Jala Guna Herbal Poultice Massage yang menggunakan ramuan herbal hangat untuk meredakan ketegangan dan melancarkan sirkulasi. "Terdapat juga Balinese Apun Massage yang menggunakan teknik apun Bali, yaitu kompres panas, dan terapi magnesium untuk penyembuhan otot dan layanan lainnya," katanya.
Taru Pramana Spa & Wellness juga menghadirkan Botanicals Face Treatments. Itu adalah perawatan wajah berbahan botani asli Indonesia yang terinspirasi resep tanaman lontar kuno. Masih ada pula Exclusive Escape Rituals, di antaranya Lukat Toya, Enchanted Sound Healing, Wellness Apothecary, dan Song of the Senses.
Selain itu juga terdapat serangkaian aktivitas Benang Jiwa: Weaving Presence, Culture, and Wholeness yang mengundang tamu memperlambat ritme dan menyatu dengan tradisi Bali melalui aroma, gerakan, dan kreasi, mencerminkan Tri Hita Karana dan delapan dimensi wellness. Di antaranya adalah workshop parfum, lilin aromatik, EO blend, sound healing, tie dye, hingga pembuatan sabun herbal.
"Visi kami adalah menghidupkan kembali kearifan kuno dalam wellness masa kini," ujar Rahma Susanti, Direktur Wellness The Meru Sanur.
Potensi Devisa dari KEK Sanur
The Meru Sanur merupakan resor premium bintang lima berkapasitas 184 unit suite yang dikelola oleh PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality. Itu menjadi salah satu fasilitas terbaru KEK Sanur yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, yang dikembangkan di lahan seluas 41,26 hektare dengan konsep layanan menyeluruh (end-to-end journey).
Fasilitas yang tersedia mencakup International Medical Facility, hotel dan resor bintang lima, Ethnobotanical Garden, International Convention Centre berkapasitas hingga 5.000 orang, area komersial, sentra UMKM, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Maya Watono meyakini KEK Sanur berdampak besar terhadap ekonomi nasional, baik dari penghematan devisa, arus investasi, pariwisata, hingga tenaga kerja lokal.
Mengutip kanal Bisnis Liputan6.com, ia memproyeksikan KEK Sanur pada 2030 akan dimanfaatkan oleh 123.000 hingga 240.000 pasien yang sebelumnya memilih layanan kesehatan di luar negeri. Maka, potensi penghematan devisa hingga Rp86 triliun dan penambahan devisa negara sekitar Rp19,6 triliun dalam periode 2022-2045.