Liputan6.com, Jakarta - Penulis biografi kerajaan, Robert Hardman, mengungkapkan bahwa ritual pengusiran hantu pernah dilakukan di salah satu kediaman favorit Ratu Elizabeth II. Kisah itu kembali dibahas dalam podcast miliknya bersama Daily Mail berjudul Queens, Kings, and Dastardly Things. Cerita ini hanya satu dari sekian banyak kisah menyeramkan yang menyelimuti properti bersejarah milik Kerajaan Inggris.
Mengingat usia bangunan dan sejarah panjang yang menyertainya, tidak heran jika tempat-tempat tersebut menyimpan beragam cerita menghantui yang terus hidup dari generasi ke generasi. Mengutip Hello Magazine, Jumat, 8 Agustus 2025, Hardman menjelaskan bahwa detail situasi ini dijabarkan dalam buku harian penulis biografi kerajaan, Kenneth Rose.
Kejadiannya berlangsung di kamar tidur tempat Raja George VI meninggal di Sandringham, Skotlandia, tempat yang menjadi kediaman musim dingin Ratu Elizabeth II. Kejadian-kejadian gaib dilaporkan membuat staf takut dan mendatangi Ibu Suri untuk meminta bantuan.
Ibu Suri kemudian meminta seorang pendeta setempat untuk melakukan semacam ritual pengusiran setan. Ia juga meminta putrinya, Ratu Elizabeth II, untuk hadir. Hardman mengatakan di dalam podcast, "Itu bukan pengusiran hantu konvensional.”
Roh Putri Diana?
Hardman melanjutkan, "Tidak ada pengusiran setan yang dramatis, seperti yang Anda lihat di film-film. Konon, ruangan itu dihuni roh jahat dan pendeta seharusnya memberkati ruangan itu." Meskipun para karyawan tidak tahu siapa roh itu, catatan harian Kenneth berspekulasi bahwa itu bisa jadi mendiang Putri Diana, yang meninggal beberapa tahun sebelumnya.
Sandringham bukan satu-satunya rumah tempat aktivitas paranormal terjadi. Sejarawan paranormal Richard Felix mengklaim hantu merajalela di kediaman kerajaan.
Berbicara dalam film dokumenter Amazon Prime, The King of UFOs, ia mengatakan bahwa, "Para bangsawan sering kali menyadari bahwa mereka hidup bersama hantu. Semua properti mereka dihuni hantu, dan mereka mengetahuinya dan telah menyaksikannya."
Rumah pedesaan Pangeran William dan Putri Kate, Anmer Hall, juga dikabarkan mengalami kejadian di luar nalar yang menyeramkan dan menambah misteri di balik keindahannya. Sosok tersebut diyakini telah menampakkan diri dan menghadirkan suasana yang tidak biasa di dalam rumah.
Felix mengatakan, "Ketika Pangeran dan Putri Wales pindah ke Anmer Hall, ada hantu seorang pendeta Katolik di sana."
Penampakan di Rumah Pedesaan Kate dan William
Felix menyebut sosok pendeta itu tinggal di tempat tersebut sebelum mati secara tragis. Ia digantung, ditarik, dan dicincang karena pengkhianatan tingkat tinggi.
"Meskipun dia dieksekusi di York, entah mengapa, dia telah kembali. Mereka benar-benar mendengar suaranya, dan mereka telah melihat hantu yang mereka katakan adalah seorang pendeta, berkeliaran di sekitar Anmer Hall," sambungnya.
Meskipun pasangan kerajaan telah diperingatkan tentang situasi tersebut, mereka menepisnya dengan lelucon ringan. Felix menjelaskan, "Komentarnya, saya duga dari Pangeran William, dia berkata, 'Tidak ada aula tua yang akan lengkap tanpa hantu, bukan?'"
Tidak jelas apakah ada tamu kerajaan yang benar-benar percaya pada hal-hal supranatural. Namun, Hardman berpendapat bahwa rata-rata anggota keluarga kerajaan, terutama Ratu Elizabeth yang selalu pragmatis, mungkin lebih sebagai bentuk dukungan dan tindakan terhadap staf mereka yang ketakutan.
Hardman mengatakan bahwa, "Mendiang Ratu memiliki keyakinan yang kuat, tetapi beliau tidak percaya takhayul. Beliau tidak punya waktu untuk teori-teori yang lebih liar ini, tetapi beliau memiliki kepekaan spiritual yang kuat, seperti halnya Raja Charles."
Tradisi Kerajaan di Sandringham
Mengutip People, rumah di Norfolk adalah tempat keluarga kerajaan biasanya menghabiskan Natal dan Tahun Baru. Tradisi ini dimulai oleh Ratu Elizabeth pada 1988, yang berarti semua cucunya tumbuh besar dengan berlibur di rumah tercinta tersebut.
Kini, tradisi liburan keluarga diwariskan kepada generasi baru. Pada malam Natal, mereka berkumpul untuk makan malam formal berdasi hitam dan bertukar hadiah. Dalam memoarnya yang terbit pada 2023, Spare, Pangeran Harry mengenang bagaimana pertukaran hadiah kerajaan mungkin berbeda dari keluarga pada umumnya.
Ia menuliskan, "Kami berada di Sandringham di sebuah ruangan besar dengan meja panjang yang ditutupi taplak putih dan kartu nama putih. Sesuai adat, di awal malam, kami masing-masing mencari tempat, berdiri di depan tumpukan hadiah kami. Lalu tiba-tiba, semua orang mulai membuka hadiah secara bersamaan. Suasana bebas, dengan banyak anggota keluarga yang berbincang serentak, menarik pita, dan merobek kertas kado."
Pada pagi Natal, keluarga tersebut berjalan bersama ke Gereja St. Mary Magdalene, sebuah paroki abad ke-16 yang terletak di Sandringham Estate, menyapa penduduk setempat, penggemar, dan anggota pers di sepanjang jalan. Setelah kebaktian, mereka berjalan kembali ke Sandringham House untuk menikmati hari bersama.