Liputan6.com, Jakarta Tempe adalah salah satu makanan khas Indonesia yang disukai banyak orang karena rasanya gurih, kaya protein, dan mudah diolah. Namun, tidak sedikit yang mengeluh hasil gorengan tempenya cepat lembek atau kehilangan kerenyahannya begitu dingin. Padahal, rahasia mendapatkan tempe goreng yang renyah dan tahan lama bukan hanya terletak pada bumbunya, tetapi juga pada teknik pengolahan dan penggorengannya.
Dengan langkah yang tepat, tempe bisa memiliki tekstur luar yang garing namun tetap lembut di dalam, bahkan saat sudah tidak panas lagi. Mulai dari pemilihan tempe, perendaman bumbu, hingga suhu minyak, semuanya berperan penting dalam menciptakan hasil yang sempurna. Berikut trik-trik sederhana namun efektif yang bisa kamu terapkan di rumah agar tempe goreng tetap renyah dan tidak lembek.
1. Pilih Tempe yang Segar dan Padat
Langkah pertama untuk mendapatkan tempe goreng renyah adalah memilih tempe yang segar. Tempe segar memiliki aroma kacang kedelai yang harum, berwarna putih merata, dan teksturnya padat tanpa celah besar. Tempe yang terlalu lembek atau berwarna gelap cenderung menghasilkan gorengan berminyak dan mudah hancur.
Selain kualitas rasa, tempe segar juga lebih mampu menyerap bumbu secara merata. Hal ini membuat cita rasa tempe lebih gurih dan teksturnya tidak cepat lembek meski sudah dingin. Pilihan bahan yang tepat adalah pondasi utama keberhasilan gorengan.
2. Iris dengan Ketebalan yang Tepat
Ketebalan irisan mempengaruhi kerenyahan tempe saat digoreng. Irisan yang terlalu tebal akan membuat bagian dalam sulit matang merata, sedangkan irisan terlalu tipis cenderung mudah kering dan kehilangan tekstur empuk di dalam.
Idealnya, iris tempe dengan ketebalan sekitar 0,5–1 cm. Dengan ketebalan ini, panas minyak dapat menembus hingga ke bagian dalam tempe tanpa membuat lapisan luar terlalu cepat gosong. Hasilnya, permukaan akan renyah sempurna, sementara bagian dalam tetap lembut dan juicy.
3. Rendam dalam Bumbu Sebelum Digoreng
Perendaman tempe dalam bumbu bukan hanya menambah rasa gurih, tetapi juga membantu menjaga tekstur. Campuran bawang putih, ketumbar, garam, dan sedikit air bisa menjadi bumbu dasar yang efektif. Rendam irisan tempe minimal 15–30 menit agar bumbu meresap sempurna.
Selain menambah cita rasa, bumbu perendam membantu membentuk lapisan tipis yang melindungi tempe dari minyak berlebih. Teknik ini juga membuat bagian luar tempe lebih tahan renyah, terutama jika digoreng dengan suhu minyak yang stabil.
4. Pastikan Minyak Cukup Panas
Suhu minyak sangat menentukan hasil gorengan. Minyak yang terlalu dingin membuat tempe menyerap minyak berlebihan sehingga menjadi lembek, sementara minyak terlalu panas membuat bagian luar gosong sebelum bagian dalam matang. Gunakan api sedang dan pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum memasukkan tempe.
Cara sederhana untuk mengetesnya adalah dengan memasukkan sedikit adonan bumbu; jika langsung berbuih dan naik ke permukaan, berarti minyak siap dipakai. Menggoreng pada suhu yang konsisten akan menghasilkan tempe yang renyah merata.
5. Goreng Secara Bertahap, Jangan Terlalu Penuh
Memasukkan terlalu banyak tempe sekaligus akan menurunkan suhu minyak secara drastis. Akibatnya, tempe akan menyerap minyak berlebih dan kehilangan kerenyahannya. Goreng tempe dalam beberapa batch agar panas minyak tetap stabil.
Dengan metode ini, setiap potongan tempe memiliki ruang cukup untuk matang merata dan mendapatkan tekstur garing. Selain itu, tempe juga lebih mudah dibalik tanpa risiko hancur atau menempel satu sama lain.
6. Tiriskan dengan Benar Setelah Digoreng
Setelah matang keemasan, segera angkat tempe dan tiriskan di atas saringan kawat atau alas tisu dapur. Hal ini penting untuk menghilangkan minyak berlebih yang dapat membuat tempe cepat lembek saat disimpan.
Meniriskan dengan baik juga membantu menjaga rasa gurih tetap dominan tanpa tertutup rasa minyak yang berlebihan. Jika ingin tempe tetap renyah lebih lama, biarkan uap panas hilang sepenuhnya sebelum ditutup atau disimpan.
People Also Ask
1. Kenapa tempe goreng cepat lembek setelah dingin?
Karena tempe menyerap minyak berlebih saat suhu penggorengan kurang panas. Minyak ini membuat tekstur jadi lembek begitu tempe tidak hangat lagi.
2. Apa minyak goreng harus banyak saat menggoreng tempe?
Sebaiknya cukup banyak untuk merendam tempe agar matang merata. Minyak sedikit bisa membuat tempe tidak garing dan gosong di sebagian sisi.
3. Apakah perlu memakai tepung untuk membuat tempe renyah?
Tidak wajib, tapi lapisan tipis tepung bisa menambah kerenyahan. Pilih tepung beras atau campuran tepung terigu dengan tepung maizena.
4. Bolehkah tempe yang sudah digoreng disimpan untuk esok hari?
Boleh, simpan di wadah tertutup di suhu ruang jika hanya 1 hari. Untuk lebih lama, simpan di kulkas lalu panaskan kembali sebelum disajikan.
5. Bagaimana cara menghangatkan tempe goreng agar tetap renyah?
Gunakan oven atau air fryer selama beberapa menit. Hindari menghangatkan di microwave karena akan membuat tempe lembek.