ArtMoments Jakarta 2025, Buka Ruang Pameran Seni yang Lebih Luas dan Asa Go Global

3 weeks ago 23

Liputan6.com, Jakarta - ArtMoments Jakarta kembali membuka pintu untuk pameran tahun ini. Mengusung tema "Restoration," edisi ke-8 ini merupakan respons atas kerinduan global untuk kembali terkoneksi, menyalakan kembali suka cita, mengeksplorasi kemanusiaan bersama, serta membayangkan masa depan baru melalui perspektif seni.

ArtMoments Jakarta 2025 menghadirkan 57 galeri, yang bertambah dari sekitar 40 galeri tahun lalu, dan lebih dari 600 seniman Indonesia dan mancanegara. Co-Founder dan Fair Director, Sendy Widjaja, berkata saat jumpa pers pembukaan pameran tersebut di Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025, "Semula, kami memang membatasi jumlah partisipan."

"Setelah mengubah perspektif, saya tidak membatasi diri saya, jadi bagaimana ArtMoments bisa jadi saluran yang lebih besar, jadi selang untuk menyalurkan manfaat-manfaat ekonomi ke seniman lewat pameran seni, menciptakan multiplier effect yang semakin besar."

Bertambahnya jumlah partisipan ArtMoments Jakarta 2025, kata Sendy, diharapkan sejalan dengan kenaikan transaksi pembelian karya seni. "Meski demikian, belum tentu total transaksinya tinggi, karena beberapa karya dijual dengan harga tidak terlalu mahal untuk memfasilitasi kolektor muda yang baru mulai mengoleksi karya seni."

Penetrasi Pasar Global

Luasnya variasi harga, menurut Sendy, merupakan perwujudan konsep lebih inklusif supaya karya seni bisa dimiliki lebih banyak orang. Selaras dengan itu, ArtMoments juga berupaya merambah ceruk pasar lebih besar.

"Tahun lalu, kami bekerja sama dengan galeri di Inggris dan Amerika Serikat (AS) untuk menampilkan sejumlah karya seniman Indonesia. Dari situ, kami belajar banyak, mendapati bahwa seniman Indonesia perlu banyak dibantu," kata dia.

Sementara teknik para seniman lokal sudah begitu matang, bantuan, sebut Sendy, bisa dilakukan dalam pendekatan kontekstual. "Harus banyak-banyak residensi ke negara-negara besar, supaya karya-karya mereka bisa semakin relevan dengan masyarakat global."

"Punya pengetahuan (dalam skala) internasional juga akan meningkatkan perspektif mereka (para seniman Indonesia). Sekarang, kami sedang menjajaki kemungkinan-kemungkinan untuk berpenetrasi ke pasar-pasar (global) tersebut," ia menambahkan.

Mereka mengaku akan mulai dari Inggris dan AS, di mana transaksi karya seni dianggap "cukup baik."

Sorotan-Sorotan Utama

Kendati punya asa go global, Sendy mengaku belum punya rencana memboyong ArtMoments ke luar Jakarta. Ibu kota dianggap masih jadi tempat ideal untuk menggelar pameran seni yang berpeluang menciptakan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui pembelian karya.

Artistic Director ArtMoments Jakarta 2025, Sujud Dartanto, mengatakan bahwa salah satu sorotan utama pameran kali ini adalah penghormatan terhadap empat tokoh pelopor seni modern Indonesia: Sudjana Kerton, Ahmad Sadali, S. Sudjojono,dan Fadjar Sidik, yang menyuguhkan refleksi mendalam atas warisan seni rupa Tanah Air.

Sendy menyambung, "Tahun ini jadi momen istimewa karena kami bekerja sama dengan Yayasan Mitra Museum Jakarta dan Save the Children, memperkuat misi kami untuk memberi kembali dan mendukung masyarakat luas."

"Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menjembatani dunia seni, pendidikan,dan tanggung jawab sosial. Kami percaya bahwa ArtMoments Jakarta bisa jadi lebih dari sekadar pameran seni, tapi juga katalis bagi pengayaan budaya, serta platform yang berdampak dan berkelanjutan bagi ekosistem seni dan masyarakat secara keseluruhan."

Aktivasi sampai Harga Tiket Masuk

Menambah dinamika program, pameran bertajuk "NUDE: Sex, Gender & Eroticismin Indonesian Art" di ArtMoments Jakarta 2025 menghadirkan kajian lintas generasi dan disiplin terhadap tubuh tanpa busana dalam budaya visual Indonesia. Dikuratori Natasha Doroshenko Murray, pameran ini memecah batasan tabu dan mengundang percakapan yang berani.

Kemudian, ada pula peluncuran buku anak berjudul The Night the Stars Went Missing karya Adam Handler, seniman kontemporer yang dikenal lewat karakter-karakter imajinatif dan penuh emosi. Buku ini telah diluncurkan kemarin, Kamis, 7 Agustus 2025, saat pembukaan pameran.

ArtMoments Jakarta tahun ini juga menghadirkan Converse Moments dan Makers Moments, forum-forum intim yang dirancang untuk memfasilitasi dialog antaraseniman, kolektor, kurator, dan masyarakat umum. Sesi-sesi ini memperkuat ambisi pameran untuk jadi ruang bertemunya ide, berkembangnya gagasan, dan lahirnya inspirasi.

ArtMoments Jakarta 2025, dengan tiket masuk mulai dari Rp30 ribu per orang, berlangsung pada 7─10 Agustus 2025 di AGORA Exhibition Hall, Jakarta. Perpindahan lokasi pameran ini dinilai jadi tonggak penting dalam menandai pergeseran menuju partisipasi masyarakat yang lebih luas dan dialog artistik yang lebih mendalam.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |