Liputan6.com, Jakarta - Jarang disorot karena gaya busananya, dr. Tirta tampil menjadi salah satu pembicara dalam peluncuran brand streetwear lokal terbaru, pada Selasa, 5 Agustus 2025. Dalam kesempatan itu, ia berbagi tentang caranya berpenampilan tanpa harus bersusah payah.
Ada tiga item fesyen andalannya selama ini dan dinilainya bisa diikuti oleh banyak anak muda untuk tampil simpel, nyaman, tapi tetap kecel. "Mix and match-nya? Denim, kaus, dan outer. Selesai," ucapnya.
Menurut pria yang gemar berlari itu, kombinasi ketiga item fesyen tersebut fleksibel untuk dikenakan di berbagai suasana. Bila ingin tampil lebih modern, kaus dan outer bisa dipadukan dengan celana denim model lurus atau agak ramping. Sepatunya juga bisa dipilih yang cocok, misalnya sepatu boots tinggi atau Converse 70s. "Kasih necklace simpel, udah beres," tambahnya.
Selain celana denim, ia juga menyebut cargo pants sebagai pilihan yang menarik karena fungsional dan stylish. Ia menjelaskan, "Cargo pants, kantong banyak. Bisa dipakai buat daily."
Referensi Gaya yang Nyaman
Meski begitu, dr. Tirta mengingatkan bahwa tidak semua gaya cocok untuk semua orang. Ia mengatakan, "Yang cocok di influencer panutan kamu belum tentu cocok di kamu sendiri. Pastikan kamu juga mengerti bentuk tubuh dan gaya kamu sendiri."
Ia menyambung bahwa kita tidak bisa asal pilih saat memadukan beragam busana. Harus ada pertimbangan soal usia, siapa influencer panutan, dan juga aliran gaya atau hobi yang disukai. Ia mengatakan, "Gaya itu tergantung banget sama usia dan siapa influencer panutannya."
dr. Tirta menekankan bahwa kenyamanan harus jadi pertimbangan utama saat memilih pakaian. Tak perlu berlebihan, yang terpenting tetap menarik dilihat. Referensinya beragam, termasuk idola atau panutan masing-masing.
"Kalau suka gaya musisi Inggris, bisa pakai referensi dari sana. Tapi kalau hobinya olahraga, bisa banget tampil sporty. Yang penting cocok sama diri sendiri dan bikin percaya diri," sambungnya.
Idola, Tren Global, dan Aliran Musik
Menjadikan gaya idola sebagai referensi, kata dr. Tirta, tidak salah. Ia menegaskan bahwa dengan meniru bukan berarti kehilangan identitas, justru bisa menjadi bagian dari proses eksplorasi diri. Setelah itu, baru kita bisa menyesuaikan gaya yang paling cocok dengan selera, aktivitas, dan kenyamanan pribadi.
Tren fesyen global juga bisa jadi acuan dan saat ini banyak yang merujuk pada gaya rapper Inggris. Dr. Tirta mengatakan, "Sekarang yang lagi naik tuh aliran rapper-rapper Inggris. Semua fesyennya cocok ke arah sana."
Selain faktor panutan atau influencer, dr. Tirta juga menekankan aliran musik favorit juga memengaruhi cara berpakaian. Ia menyebutkan bahwa aliran musik tertentu sangat memengaruhi bagaimana seseorang memadukan outfit-nya.
Misalnya, seseorang yang menyukai musik rock, kemungkinan besar mereka akan memilih fesyen yang identik dengan genre tersebut, seperti jaket kulit, kaus band, dan celana denim. Begitu pula jika hobinya olahraga, khususnya lari atau sepak bola, gaya berpakaian hariannya pun cenderung sporty.
Peluncuran Brand Streetwear Lokal
Menurut laporan GoodStats (2025), 13,9 persen anak muda Indonesia menjadikan streetwear sebagai gaya utama mereka, sementara lebih dari 58 persen memandang fesyen sebagai bagian penting dalam mengekspresikan diri. Melihat tren ini, Sroja Warna Indonesia (SWI) meluncurkan merek terbarunya yang bergerak di ranah streetwear: BLEE.
Merek ini lahir dengan semangat ekspresi bebas, sikap urban, dan narasi budaya. Peluncurannya ditandai dengan hadirnya koleksi perdana: RAW Denim Collection, serta peresmian flagship store di Lippo Mall Nusantara, Jakarta. Bersamaan dengan itu, SWI juga membuka official store SROJA di lokasi yang sama, menjadikan ruang ini sebagai etalase mode lokal yang menggabungkan kemewahan dan keberanian dalam satu destinasi.
Koleksi perdana BLEE bertajuk RAW Denim lahir dari ketegangan antara struktur dan ekspresi diri. Terinspirasi dari kejujuran material raw denim dan kepercayaan diri dari keseharian, koleksi ini menyalurkan semangat perlawanan melalui kesederhanaan.
Dengan bahan utama seperti raw denim, heavy weight cotton combed, dan katun premium, koleksi ini tidak hanya kuat dan fungsional, tapi juga nyaman dan timeless — dapat digunakan kapan saja tanpa kehilangan karakter. Potongan klasik workwear berpadu dengan grafis subtil, bordiran yang unik, dan detail kecil yang tegas.