Liputan6.com, Jakarta Jawa Tengah merupakan sebuah provinsi yang kaya akan budaya dan tradisi, juga menyimpan harta karun kuliner yang tak ternilai. Setiap hidangan bukan hanya sekadar santapan lezat, melainkan juga sebuah narasi panjang tentang sejarah, kearifan lokal, dan akulturasi budaya yang membentuk identitasnya.
Dari hidangan utama yang mengenyangkan hingga camilan manis yang menggoda, sederet makanan khas Jawa Tengah ini menawarkan pengalaman rasa yang mendalam dan cerita yang patut untuk disimak. Memahami asal-usul dan cara pembuatan makanan-makanan ini dapat memperkaya apresiasi kita terhadap warisan budaya Indonesia.
Dari bahan-bahan sederhana hingga proses yang membutuhkan ketelatenan, setiap hidangan mencerminkan kehidupan masyarakat Jawa Tengah yang harmonis dengan alam dan tradisinya. Bersiaplah untuk terinspirasi dan mungkin mencoba membuatnya sendiri di rumah.
1. Nasi Grombyang
Nasi Grombyang merupakan sajian khas Pemalang yang menggoda dengan kuahnya yang mirip rawon namun lebih encer. Hidangan ini menawarkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas yang sangat cocok dinikmati kapan saja.
Sejarah:
Nama "Grombyang" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "bergoyang-goyang" atau "terapung-apung". Hal ini merujuk pada cara penyajian nasi grombyang yang disajikan dalam mangkuk dengan kuah yang banyak, sehingga isiannya terlihat bergoyang-goyang atau terapung. Makanan ini merupakan kuliner khas dari Pemalang, Jawa Tengah, yang telah lama menjadi ikon daerah tersebut.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- 500 gram daging sapi, presto sebentar hingga sedikit lebih empuk, ukur kaldunya 1000 ml.
- 2 lembar daun salam.
- 1 batang serai, memarkan.
- 2 cm lengkuas, memarkan.
- 2 lembar daun jeruk.
- 1 1/2 sendok makan gula merah.
- 1/2 sdm tauco manis.
- 2 sdm kelapa sangrai.
- Bumbu halus:
- 10 siung bawang putih.
- 15 siung bawang merah.
- 4 butir kemiri.
- 1 sdt merica butir.
- 1 sdt pala iris.
- 2 butir keluwak.
- 3 cm jahe.
- 3 cm kunyit.
- 4 sdm gula jawa sisir.
- 2 sendok nasi serundeng kelapa.
- garam secukupnya.
- Pelengkap: bawang goreng dan daun bawang iris secukupnya.
Cara membuat:
- Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam, serai, lengkuas, dan daun jeruk. Aduk rata.
- Masukkan daging sapi yang sudah dipresto, aduk hingga bumbu meresap.
- Tuang kaldu sapi, tambahkan gula merah, tauco manis, dan kelapa sangrai. Masak hingga mendidih dan bumbu meresap sempurna.
- Sajikan nasi grombyang dengan taburan bawang goreng dan irisan daun bawang.
2. Nasi Pindang
Dari kota Kudus, hadir Nasi Pindang yang menawarkan perpaduan unik antara nasi, daging, dan kuah santan yang kaya rempah. Keunikan hidangan ini terletak pada penggunaan daun melinjo yang memberikan aroma khas dan cita rasa yang otentik.
Sejarah:
Nasi Pindang memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan toleransi beragama di Kudus. Menariknya, dahulu nasi pindang selalu menggunakan daging kerbau sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Sunan Kudus yang melarang penyembelihan sapi untuk menghormati pemeluk Hindu. Tradisi ini menunjukkan toleransi beragama yang tinggi di Kudus sejak zaman dahulu, menjadikannya lebih dari sekadar hidangan lezat.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- 500 gram daging sapi (bisa diganti daging kerbau), potong-potong.
- 2 lembar daun salam.
- 2 cm lengkuas, memarkan.
- 5 sendok makan kecap manis.
- 2 batang serai, ambil putihnya, memarkan.
- 1 sendok teh garam.
- 1/2 sendok teh gula merah.
- 1.700 ml santan dari 1 butir kelapa.
- 2 sdm minyak untuk menumis.
- Bumbu halus:
- 8 siung bawang merah.
- 4 siung bawang putih.
- 1 sdt ketumbar.
- 1/2 sdt jintan.
- 1/2 sdt merica.
- 2 cm jahe.
- 2 cm kunyit.
- 3 butir kemiri, sangrai.
Cara membuat:
- Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam, lengkuas, serai, aduk rata.
- Masukkan daging, aduk hingga berubah warna. Tambahkan kecap manis, garam, dan gula merah. Aduk rata.
- Tuang santan, masak hingga daging empuk dan kuah mengental sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah.
- Sajikan nasi pindang dengan nasi hangat dan daun melinjo.
3. Nasi Megono
Nasi Megono menjadi kebanggaan Pekalongan dengan racikan nangka muda yang khas. Hidangan ini dikenal dengan cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang unik, menjadi favorit banyak orang di kota batik tersebut.
Sejarah:
Hidangan ini memiliki sejarah menarik yang berawal dari masa perjuangan melawan VOC pada tahun 1628. Nasi megono merupakan makanan sederhana yang menjadi andalan masyarakat Pekalongan, terutama saat masa sulit atau paceklik. Keberadaannya menunjukkan ketahanan dan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan pangan yang tersedia.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- 1 buah nangka muda, cincang halus.
- 1/2 butir kelapa parut setengah tua.
- 2 lembar daun salam.
- 2 cm lengkuas, memarkan.
- Garam secukupnya.
- Gula secukupnya.
- Bumbu halus:
- 5 siung bawang merah.
- 3 siung bawang putih.
- 2 butir kemiri, sangrai.
- 1 cm kencur.
- 1/2 sdt ketumbar.
- 1/4 sdt jintan.
- Cabai rawit sesuai selera.
Cara membuat:
- Campurkan nangka muda cincang dengan kelapa parut, bumbu halus, daun salam, lengkuas, garam, dan gula. Aduk rata.
- Kukus campuran megono hingga matang dan bumbu meresap, sekitar 30-45 menit.
- Sajikan megono dengan nasi hangat dan lauk pelengkap seperti tempe mendoan atau ikan asin.
4. Lumpia Semarang
Lumpia Semarang merupakan bukti nyata akulturasi budaya Jawa-Tionghoa yang harmonis. Hidangan ini biasanya dihidangkan sebagai gorengan mirip risol dengan cocolan saus manis, saus cabai, atau cabai rawit, menawarkan kombinasi rasa yang tak terlupakan.
Sejarah:
Lumpia Semarang adalah hasil perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa. Ciri khas lumpia Semarang adalah isiannya yang berasal dari rebung dengan suwiran daging ayam atau sapi. Konon, lumpia pertama kali dibuat oleh seorang imigran Tionghoa bernama Tjoa Thay Joe yang menikah dengan wanita Jawa dan menciptakan hidangan yang menggabungkan bahan-bahan lokal dengan teknik memasak Tionghoa, menjadikannya simbol persatuan budaya.
Cara Membuat:
Bahan kulit lumpia:
- 250 gram tepung terigu.
- 1 butir telur.
- 500 ml air.
- 1/2 sdt garam.
- Minyak goreng secukupnya.
Bahan isian:
- 250 gram rebung, rebus dan iris tipis.
- 100 gram udang, cincang kasar.
- 100 gram ayam, cincang kasar.
- 2 siung bawang putih, cincang.
- 3 siung bawang merah, cincang.
- 1 sdm kecap manis.
- 1/2 sdt merica.
- Garam dan gula secukupnya.
Cara membuat:
- Buat kulit lumpia: Campurkan tepung terigu, telur, air, dan garam hingga rata. Dadar tipis di teflon hingga matang.
- Buat isian: Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Masukkan udang dan ayam, masak hingga berubah warna. Masukkan rebung, kecap manis, merica, garam, dan gula. Masak hingga matang dan bumbu meresap.
- Ambil selembar kulit lumpia, beri isian, lipat dan gulung.
- Goreng lumpia hingga kuning keemasan. Sajikan dengan saus atau cabai rawit.
5. Getuk
Getuk adalah makanan khas Jawa Tengah yang cocok dinikmati sebagai camilan manis atau hidangan penutup. Makanan tradisional ini terbuat dari singkong yang dikukus, dihaluskan, lalu dicampur dengan gula merah, menghasilkan rasa manis dan legit yang disukai banyak orang.
Sejarah:
Getuk merupakan makanan tradisional yang terbuat dari singkong, bahan pangan yang melimpah di Jawa. Hidangan ini memiliki rasa yang manis dan legit, sehingga menjadi camilan favorit banyak orang. Getuk menjadi makanan pokok pengganti nasi pada masa paceklik atau saat harga beras mahal, menunjukkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara efektif.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- 1 kg singkong, kupas dan cuci bersih.
- 150 gram gula merah, sisir halus.
- 1/4 sdt garam.
- 100 gram kelapa parut, kukus sebentar.
- Pewarna makanan (opsional).
Cara membuat:
- Kukus singkong hingga empuk, angkat dan haluskan selagi panas.
- Campurkan singkong halus dengan gula merah sisir dan garam, aduk rata hingga gula larut dan tercampur sempurna.
- Bagi adonan menjadi beberapa bagian jika ingin diberi pewarna. Cetak getuk sesuai selera.
- Sajikan getuk dengan taburan kelapa parut kukus.
6. Wajik
Kue Wajik merupakan salah satu makanan khas kota Magelang, Jawa Tengah. Kue tradisional ini terbuat dari campuran ketan, gula, dan kelapa yang dipotong seperti belah ketupat, dikenal akan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis legit.
Sejarah:
Nama makanan diambil dari bentuknya yang mirip jajaran genjang atau wajik dalam bahasa Jawa. Wajik adalah salah satu kue tradisional yang sudah ada sejak zaman Majapahit, menunjukkan akar sejarahnya yang dalam. Kue ini sering disajikan dalam acara-acara adat atau perayaan karena melambangkan kerukunan dan persatuan, menjadikannya lebih dari sekadar camilan.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- 500 gram beras ketan, rendam 2 jam, tiriskan.
- 300 ml santan kental.
- 200 gram gula merah, sisir.
- 100 gram gula pasir.
- 2 lembar daun pandan, simpulkan.
- 1/2 sdt garam.
Cara membuat:
- Kukus beras ketan hingga setengah matang, angkat.
- Masak santan, gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam hingga gula larut dan mendidih. Saring.
- Masukkan ketan setengah matang ke dalam larutan santan gula, aduk rata hingga santan terserap habis.
- Kukus kembali ketan hingga matang dan empuk.
- Angkat, padatkan dalam loyang, potong-potong setelah dingin.
7. Garang Asem
Garang asem merupakan makanan khas Jawa Tengah, khususnya daerah Kudus dan sekitarnya. Sup yang isiannya daging ayam atau ikan ini memiliki cita rasa asam khas dari penggunaan belimbing wuluh, dipadu dengan gurihnya santan dan rempah.
Sejarah:
Garang asem adalah hidangan yang dulunya sering dimasak oleh masyarakat pedesaan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah, seperti ayam kampung dan belimbing wuluh. Cara memasaknya yang dikukus dalam daun pisang memberikan aroma khas dan menjaga kehangatan makanan, mencerminkan kesederhanaan dan kearifan lokal.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- 500 gr ayam potong.
- 1 buah jeruk nipis.
- 300 ml santan agak kental.
- 3 lembar daun salam.
- 3 lembar daun jeruk.
- 2 batang serai.
- 1 sdm garam.
- 1 sdt gula.
- Daun pisang.
Bahan untuk bumbu iris:
- 12 bawang merah.
- 8 bawang putih.
- 5 belimbing wuluh.
- 5 tomat hijau.
- 2 cabai merah besar.
- 10 cabai rawit.
Cara membuat:
- Lumuri ayam dengan jeruk nipis, diamkan sebentar, lalu cuci bersih.
- Campurkan ayam dengan semua bumbu iris, daun salam, daun jeruk, serai, garam, dan gula. Aduk rata.
- Tambahkan santan, aduk kembali.
- Bungkus adonan ayam dengan daun pisang, semat dengan lidi.
- Kukus garang asem selama kurang lebih 45-60 menit hingga matang dan bumbu meresap.
8. Soto Kudus
Soto Kudus merupakan salah satu makanan khas Jawa Tengah yang terkenal dengan kelezatannya. Soto Kudus identik dengan kuah kaldunya yang bening, ringan, dan segar, seringkali disajikan dengan suwiran daging ayam atau kerbau.
Sejarah:
Soto Kudus memiliki sejarah yang unik terkait toleransi beragama. Soto Kudus tidak ada yang menggunakan daging sapi karena penghormatan muslim Kudus terhadap agama Hindu. Ini adalah bentuk toleransi beragama yang diajarkan oleh Sunan Kudus, salah satu Wali Songo, untuk menghormati pemeluk agama Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan suci. Oleh karena itu, soto Kudus umumnya menggunakan daging ayam atau kerbau.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- 1 ekor ayam kampung, potong-potong.
- 2 batang serai, memarkan.
- 3 lembar daun salam.
- 3 lembar daun jeruk.
- 2 batang daun bawang, potong-potong.
- 2 sdm gula merah, sisir.
- Garam dan merica bubuk secukupnya.
- Air secukupnya.
Bumbu halus:
- 10 siung bawang putih.
- 15 siung bawang merah.
- 4 butir kemiri.
- 1 sdt merica butir.
- 1 sdt pala iris.
- 2 butir keluwak.
- 3 cm jahe.
- 3 cm kunyit.
Cara membuat:
- Rebus ayam hingga matang, angkat ayamnya, saring kaldunya. Suwir-suwir ayam.
- Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan serai, daun salam, dan daun jeruk. Aduk rata.
- Masukkan bumbu tumis ke dalam kaldu ayam. Masak hingga mendidih.
- Tambahkan gula merah, garam, dan merica. Koreksi rasa.
- Sajikan soto dengan nasi, suwiran ayam, tauge, seledri, dan taburan bawang goreng.
9. Nasi Liwet Solo
Nasi Liwet merupakan makanan khas Solo yang sangat populer sebagai hidangan sarapan atau makan malam. Nasi liwet adalah nasi yang dimasak dengan santan kelapa sehingga mendapatkan rasa gurih yang khas, disajikan dengan berbagai lauk pelengkap.
Sejarah:
Nasi liwet Solo adalah hidangan yang dulunya sering disajikan untuk sarapan atau makan malam, mencerminkan kebiasaan makan masyarakat Solo. Keunikan nasi liwet terletak pada cara memasaknya yang tradisional, yaitu dengan menggunakan kastrol atau dandang dan dimasak di atas tungku arang, yang memberikan aroma khas dan rasa yang lebih mendalam.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- 4 cangkir beras.
- 2 batang serai.
- 4 bawang putih.
- 6 siung bawang merah.
- 2 lembar daun salam.
- 1 genggam ikan teri (goreng).
- 2 cabai merah keriting.
- Garam dan kaldu bubuk.
- Santan secukupnya.
Cara membuat:
- Iris tipis bawang merah, bawang putih, dan cabai merah keriting. Tumis bahan iris dalam wajan hingga harum.
- Keprek batang serai dan tambahkan ke dalam tumisan bersama daun salam. Aduk hingga bumbu tercampur merata.
- Masukkan beras yang sudah dicuci bersih ke dalam tumisan. Aduk rata.
- Tambahkan santan, garam, dan kaldu bubuk. Masak hingga santan menyusut dan beras menjadi aron.
- Kukus nasi aron hingga matang.
- Sajikan nasi liwet dengan suwiran ayam, sayur labu siam, telur pindang, dan areh (santan kental).
10. Tahu Gimbal Semarang
Tahu Gimbal khas Semarang adalah hidangan lengkap yang memadukan tahu goreng, tempe, dan gimbal udang yang disiram bumbu kacang khas Semarang. Rasanya yang kaya dan teksturnya yang beragam menjadikannya favorit banyak orang.
Sejarah:
Nama "gimbal" pada tahu gimbal merujuk pada bakwan udang yang digoreng hingga renyah dan berbentuk tidak beraturan atau "gimbal". Makanan ini merupakan kuliner khas Semarang yang populer sebagai jajanan kaki lima, mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan lokal menjadi hidangan yang lezat dan digemari.
Cara Membuat:
Bahan-bahan:
- Tahu goreng, potong-potong.
- Tempe goreng, potong-potong.
- Kol, iris tipis.
- Tauge, seduh air panas.
- Telur rebus, belah dua.
- Bawang goreng untuk taburan.
Bahan gimbal udang:
- 100 gram udang, cincang kasar.
- 50 gram tepung terigu.
- 1 sdm tepung beras.
- Air secukupnya.
- Garam dan merica secukupnya.
Bahan bumbu kacang:
- 100 gram kacang tanah goreng.
- 2 siung bawang putih.
- 3 buah cabai rawit (sesuai selera).
- 1 sdm gula merah.
- 1 sdm petis udang.
- Air asam jawa secukupnya.
- Air matang secukupnya.
Cara membuat:
- Buat gimbal udang: Campurkan udang cincang, tepung terigu, tepung beras, garam, dan merica. Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga menjadi adonan kental. Goreng hingga matang dan renyah.
- Buat bumbu kacang: Haluskan kacang tanah, bawang putih, cabai rawit, dan gula merah. Tambahkan petis udang dan air asam jawa, haluskan kembali. Tambahkan air matang hingga kekentalan yang diinginkan.
- Tata di piring: Letakkan potongan tahu goreng, tempe goreng, kol, tauge, dan gimbal udang. Siram dengan bumbu kacang.
- Beri taburan bawang goreng dan sajikan dengan telur rebus.
People Also Ask
1. Apa filosofi di balik Wajik?
Wajik, kue tradisional sejak zaman Majapahit, sering disajikan dalam acara adat karena melambangkan kerukunan dan persatuan masyarakat.
2. Apa yang dimaksud dengan 'gimbal' pada Tahu Gimbal Semarang?
Gimbal pada Tahu Gimbal merujuk pada bakwan udang yang digoreng hingga renyah dan berbentuk tidak beraturan, menjadi komponen utama hidangan ini.
3. Mengapa Soto Kudus tidak menggunakan daging sapi?
Soto Kudus tidak menggunakan daging sapi sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Sunan Kudus yang melarang penyembelihan sapi untuk menghormati pemeluk Hindu.
4. Apa yang membuat Nasi Grombyang unik?
Nasi Grombyang khas Pemalang unik karena cara penyajiannya dengan kuah melimpah yang membuat isiannya terlihat bergoyang-goyang, sesuai namanya.